Gran Max Kalahkan Sigra, Ini Penopang Utama 12 Ribu Penjualan Daihatsu Bulan Lalu

Daihatsu masih menunjukkan taringnya di pasar mobil Indonesia meski kondisi pasar belum sepenuhnya stabil. Penjualan retail merek ini pada bulan lalu mencapai 12.531 unit, dan hasil itu menempatkannya tetap di posisi kedua di bawah Toyota.

Kenaikan tersebut juga tergolong kuat karena tumbuh 25 persen dibanding penjualan pada bulan yang sama tahun lalu. Di tengah daya beli konsumen yang menurun dan persaingan yang semakin ketat, capaian itu menjadi modal penting bagi Daihatsu untuk menjaga ritme penjualannya.

Gran Max jadi penopang utama

Di balik angka total itu, Gran Max kembali membuktikan perannya sebagai tulang punggung penjualan Daihatsu. Hingga bulan lalu, model ini sudah terjual 30.454 unit dan menyumbang 51 persen dari total penjualan merek tersebut.

Kontribusi Gran Max datang dari dua varian utama. Model pikap mencatat 20.294 unit, sedangkan Minibus atau Blind Van menambah 10.160 unit.

Peran mobil niaga ini terasa besar karena pasar masih membutuhkan kendaraan yang bisa dipakai mengangkut barang dan melintas di beragam medan. Itulah yang membuat Gran Max tetap bertahan sebagai andalan, meski lini mobil penumpang Daihatsu juga masih bergerak.

Sigra dan Ayla belum mengungguli niaga

Di pasar LCGC, Sigra dan Ayla menjadi andalan Daihatsu, tetapi kontribusinya masih berada di bawah Gran Max. Kedua model itu bersama-sama menyumbang 17.893 unit atau sekitar 30 persen dari total penjualan.

Sigra masih menjadi model yang paling besar sumbangannya di segmen itu. Ayla berada di belakangnya, walau mobil LCGC tujuh penumpang memang tetap diminati karena harganya yang lebih terjangkau di kelasnya.

Kondisi tersebut membuat Sigra tetap menjadi nomor satu di segmen LCGC. Namun, secara keseluruhan Daihatsu tidak terlalu terbebani oleh penurunan di segmen itu karena penopang utamanya masih datang dari Gran Max series.

Model lain ikut menopang hasil

Selain dua nama besar tadi, Terios juga memberi kontribusi yang cukup berarti. Model ini mencatat 6.063 unit secara retail dan menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan Daihatsu.

Sementara itu, Xenia, Rocky, Sirion, dan Luxio bersama-sama terjual sekitar 5 ribu unit. Gabungan itu setara dengan 9 persen dari total penjualan, sehingga kontribusinya masih tertinggal dari Terios maupun model-model terlaris lainnya.

Di antara model impor, Daihatsu hanya menjual dua CBU di Indonesia. Sirion datang dari Malaysia, sedangkan Rocky Hybrid didatangkan dari Jepang, dan model hybrid itu disebut paling laris di kelompoknya.

Produksi lokal masih mendominasi

Hampir seluruh mobil Daihatsu yang dijual di Indonesia diproduksi secara lokal. Porsinya mencapai 99 persen, sehingga hanya sebagian kecil yang berasal dari luar negeri.

Kondisi ini menegaskan kuatnya basis produksi lokal Daihatsu di Indonesia. Di saat yang sama, perusahaan juga belum menambah model anyar lagi setelah merilis Rocky Hybrid tahun lalu.

Meski begitu, lini yang sudah ada masih sanggup menjaga hasil penjualan tetap baik. Daihatsu pun terlihat masih bertumpu pada model-model yang sudah mapan sambil menunggu langkah berikutnya di tengah pasar yang makin kompetitif.

Saat Rocky Hybrid pertama kali diperkenalkan, Daihatsu juga sempat menampilkan Ayla EV sebagai model konsep. Kehadirannya dinilai cocok untuk pasar mobil listrik berukuran kecil, termasuk sebagai calon lawan BYD Atto 1, tetapi model itu belum dipasarkan di Indonesia.

Source: ridertua.com
Exit mobile version