
Chery bersiap menambah langkah besar di Eropa dengan memulai perakitan mobil di Inggris mulai tahun depan. Keputusan itu menjadi penting karena produsen asal China ini ingin memperkuat posisi di pasar Inggris sekaligus menekan biaya produksi di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Rencana tersebut juga menunjukkan bagaimana Chery memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, alih-alih membangun pabrik baru dari nol. Perakitan akan dilakukan di pabrik Nissan yang berlokasi di Sunderland, setelah adanya kesepakatan sebelumnya antara kedua pihak.
Pabrik Nissan jadi solusi cepat
Nissan disebut tidak keberatan jika fasilitasnya dipakai merek lain karena Line 1 di pabrik itu memang tidak digunakan. Sementara itu, Line 2 masih aktif untuk merakit Leaf, Juke, dan Qashqai.
Bagi Chery, skema ini memberi jalan masuk yang lebih efisien ke pasar lokal Inggris. Langkah tersebut juga membantu mereka memenuhi kebutuhan perakitan lokal yang menjadi syarat penting saat memperluas penjualan di Eropa.
Chery sendiri tengah mendorong ekspansinya ke Benua Eropa, terutama Inggris. Namun, keterbatasan tempat untuk mendirikan pabrik membuat perusahaan itu memilih memakai fasilitas produksi Nissan.
Model yang akan dirakit belum diputuskan
Meski lokasi produksi sudah disiapkan, Chery belum mengumumkan model apa yang akan dirakit di Sunderland. Situasi ini membuat pilihan produk masih terbuka, terutama karena Chery memiliki beberapa sub-brand yang sudah hadir di Inggris.
Nama-nama seperti Jaecoo, Lepas, dan Omoda telah masuk pasar Inggris dan mencatat penjualan yang cukup bagus. Dengan basis produksi lokal, Chery bisa menyesuaikan output sesuai permintaan di Inggris maupun negara Eropa lainnya.
Langkah ini juga memberi fleksibilitas bagi Chery untuk mengatur prioritas model yang paling cocok untuk pasar setempat. Di tengah persaingan yang ketat, kemampuan menyesuaikan produksi menjadi nilai penting.
Bukan pertama kali memanfaatkan fasilitas Nissan
Kerja sama semacam ini sebenarnya bukan hal baru bagi Chery. Perusahaan itu sebelumnya juga memakai fasilitas produksi Nissan di Barcelona, Spanyol, setelah pabrik tersebut tidak lagi ditempati merek asal Jepang itu.
Pengalaman di Spanyol menunjukkan bahwa Chery sudah cukup nyaman menggunakan fasilitas yang tersedia untuk memperluas jangkauan pasar. Pola yang sama kini kembali dipakai untuk memperkuat pijakan di Inggris dan wilayah Eropa lainnya.
Ekspansi itu datang ketika Chery terus menghadapi persaingan dari merek senegaranya sendiri. BYD dan Geely sama-sama agresif memperluas pasar, sehingga Chery perlu mengamankan posisi di luar China dengan strategi yang lebih efisien.
Penjualan global dan pasar listrik ikut menguat
Di pasar domestik, penjualan Chery juga menunjukkan tren kuat. Pada bulan Mei 2026, perusahaan ini menjual 247.823 unit, naik 20,5 persen dibandingkan Mei tahun lalu.
Dari jumlah itu, 100.304 unit berasal dari kendaraan ramah lingkungan, termasuk PHEV dan BEV. Meski begitu, sebagian besar penjualan masih ditopang mobil bermesin bensin.
Secara kumulatif, Chery telah membukukan 1.100.921 unit hingga bulan lalu. Untuk pasar ekspor, angka yang tercatat mencapai 752.755 unit, dengan 181.871 unit pada bulan Mei 2026.
Kinerja itu memperlihatkan bahwa jaringan penjualan Chery di pasar global terus berkembang. Dengan basis penjualan yang makin luas, perakitan lokal di Inggris bisa menjadi langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Jejak Chery di pasar lain juga terus melebar
Di Indonesia, Chery tetap menjadi salah satu merek yang cukup menonjol dengan banyak model di pasar. Perusahaan ini bahkan masih memimpin pasar PHEV melalui Tiggo 8 CSH, meski posisinya kini mulai mendapat tekanan dari model baru seperti Wuling Darion-Eksion PHEV.
Chery juga sudah merakit mobil di Indonesia melalui fasilitas milik Handal Indonesia Motor. Namun, rencana membangun pabrik sendiri belum juga terealisasi hingga kini.
Dengan ekspansi yang berjalan di berbagai negara, Chery tampak fokus memanfaatkan kapasitas produksi yang paling efisien untuk tiap pasar. Strategi itu kini kembali terlihat di Inggris, saat merek ini bersiap masuk ke fase perakitan lokal mulai tahun depan.
Source: ridertua.com







