
Chery akan memanfaatkan fasilitas produksi Nissan di Sunderland, Inggris, lewat kesepakatan yang ditandatangani pada 3 Juni 2026. Langkah ini menandai babak baru kerja sama manufaktur di tengah upaya Nissan menata ulang kapasitas produksi globalnya.
Bagi Chery, akses ke pabrik Sunderland membuka jalur baru untuk memperkuat ekspansi di Inggris dan Eropa. Bagi Nissan, kerja sama ini memberi peluang untuk mengoptimalkan lini produksi yang tidak lagi terpakai secara maksimal di saat tekanan bisnis masih tinggi.
Operasional produksi Chery di fasilitas tersebut direncanakan mulai pada tahun fiskal 2027. Jenama asal China itu akan memakai satu line produksi di pabrik Sunderland milik Nissan.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi Nissan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan sebelumnya juga telah mengonsolidasikan produksi model Leaf, Qashqai, dan Juke ke jalur produksi yang sama sebagai bagian dari program penghematan biaya global.
CEO Nissan Ivan Espinosa menyebut kerja sama ini sebagai salah satu langkah penting dalam reformasi struktural yang sedang dijalankan perusahaan. Sebelumnya, ia juga menyatakan keyakinan bahwa Nissan akan menemukan mitra yang tepat untuk memanfaatkan lini produksi yang belum digunakan secara optimal.
Sunderland Jadi Titik Penting
Pabrik Sunderland selama ini menjadi salah satu fasilitas penting Nissan di Inggris. Masuknya Chery ke salah satu line produksi di lokasi itu menunjukkan pendekatan baru, yakni memanfaatkan kapasitas yang ada untuk kepentingan dua produsen otomotif.
Nissan belum mengumumkan detail lebih jauh soal pola produksi bersama di fasilitas tersebut. Namun arah besarnya sudah jelas, yaitu menekan biaya dan memaksimalkan penggunaan aset manufaktur yang telah tersedia.
Di sisi lain, Chery juga belum mengungkap model kendaraan apa yang akan diproduksi di Sunderland. Ketiadaan rincian model ini membuat fokus utama kerja sama masih berada pada aspek manufaktur dan strategi ekspansi pasar.
Meski begitu, posisi Chery di Inggris sudah cukup kuat untuk mendukung langkah tersebut. Perusahaan ini hadir lewat sejumlah merek, yakni Jaecoo, Omoda, Lepas, dan Chery.
Dalam dua tahun terakhir, gabungan merek-merek itu menguasai hampir 7 persen pasar otomotif Inggris. Capaian tersebut memberi fondasi penting bagi Chery untuk memperluas jejak produksi lokal.
Tekanan Bisnis Nissan
Kerja sama ini juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi bisnis Nissan yang sedang tertekan. Perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar 533,1 miliar yen, atau sekitar 3,53 miliar dolar AS, untuk tahun fiskal 2025.
Angka itu menjadi kerugian besar kedua secara berturut-turut bagi Nissan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mencari cara baru untuk memperbaiki efisiensi dan memanfaatkan kapasitas manufaktur secara lebih produktif.
Dalam konteks itu, membuka fasilitas bagi mitra seperti Chery menjadi langkah yang masuk akal secara bisnis. Nissan tidak hanya menjaga aktivitas pabrik tetap berjalan, tetapi juga berupaya menekan beban dari kapasitas yang menganggur.
Strategi ini sejalan dengan langkah konsolidasi produksi yang sebelumnya telah dilakukan Nissan pada model Leaf, Qashqai, dan Juke. Penggabungan produksi ke jalur yang sama menunjukkan perusahaan sedang menata ulang operasi dengan pendekatan yang lebih hemat biaya.
Ekspansi Chery di Eropa
Bagi Chery, Sunderland bukan langkah pertama dalam membangun pijakan produksi di Eropa. Sebelumnya, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan merek otomotif Spanyol, Ebro, untuk memproduksi kendaraan di bekas fasilitas Nissan dekat Barcelona.
Langkah di Inggris dan Spanyol menunjukkan pola ekspansi yang konsisten. Chery memanfaatkan fasilitas manufaktur yang sudah ada untuk mempercepat penetrasi pasar tanpa harus memulai dari nol.
Pendekatan ini memberi keuntungan strategis di pasar Eropa yang kompetitif. Selain memperkuat kehadiran merek, produksi lokal juga dapat mendekatkan operasi perusahaan ke pasar tujuan.
Kesepakatan dengan Nissan di Sunderland mempertegas bahwa ekspansi Chery kini tidak hanya bertumpu pada penjualan merek-mereknya. Perusahaan mulai masuk lebih dalam ke aspek produksi regional, sebuah langkah yang bisa memperbesar pengaruhnya di Inggris.
Di saat yang sama, Nissan mendapatkan mitra yang dinilai mampu mengisi ruang produksi yang belum termanfaatkan optimal. Itulah sebabnya kerja sama ini terlihat penting bagi kedua pihak, meski detail produk yang akan lahir dari Sunderland masih belum diumumkan.
Untuk saat ini, fokus utama ada pada jadwal operasional yang ditargetkan dimulai pada tahun fiskal 2027. Dari sana, pabrik Sunderland akan menjadi titik temu antara agenda efisiensi Nissan dan ambisi ekspansi Chery di pasar Inggris serta Eropa.
Source: kabaroto.com








