Li Auto akan menggelar Livis Day pada 15 Juni dan menempatkan software serta AI sebagai panggung utama. Agenda ini penting karena perusahaan ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan embodied intelligence sekaligus menunjukkan arah pengembangannya di bidang software dan AI.
Acara itu dimulai pukul 4.30 sore waktu Beijing. Di saat yang sama, Li Auto sedang berusaha memperkuat citranya sebagai perusahaan AI di pasar mobil listrik domestik China yang sangat kompetitif.
Fokus pada AI datang ketika bisnis otomotif inti Li Auto menghadapi tekanan. Perusahaan mencatat rugi bersih 2,3 miliar yuan pada kuartal pertama, setelah sebelumnya mempertahankan profitabilitas selama beberapa kuartal berturut-turut.
Penyebab utamanya adalah perang harga yang sengit dan turunnya harga jual rata-rata akibat perubahan bauran produk. Margin kotor juga merosot tajam menjadi 7,9% pada kuartal pertama dari 20,5% setahun sebelumnya.
Tekanan itu berlanjut ke penjualan bulanan. Pengiriman kendaraan Li Auto pada Mei turun 18% dibandingkan tahun lalu menjadi 33.350 unit.
Di tengah kondisi tersebut, Li Auto terus mendorong narasi teknologi melalui produk baru. Bulan lalu, perusahaan resmi meluncurkan SUV range-extended Li L9 generasi baru dengan varian bernama Livis.
Harga awal Li L9 Livis adalah 509.800 yuan atau sekitar $75.150. Poin jual utamanya ada pada konfigurasi cerdas yang disematkan di dalam kendaraan.
Varian itu memakai dua chip smart driving Mach M100 buatan internal Li Auto. Chip tersebut dibangun dengan proses otomotif 5 nanometer, dan satu chip diklaim memiliki daya komputasi hingga 1.280 TOPS.
Li Auto menyebut chip itu sebagai chip edge inference berbasis dataflow paling kuat di dunia saat ini. Mobil ini juga memakai sasis drive-by-wire, active suspension, dan steer-by-wire yang diklaim mampu memberi respons dalam hitungan milidetik.
Dorongan AI Li Auto tidak berhenti di mobil. Bersamaan dengan peluncuran model baru itu, kacamata AI Livis juga mendapat pembaruan software OTA besar pada bulan lalu.
Kacamata pintar tersebut dibanderol mulai 1.999 yuan dan berbobot hanya 36 gram. Produk ini menjadi salah satu pintu yang dipakai Li Auto untuk membawa kemampuan AI ke lebih banyak pengguna.
Dari sisi organisasi, Li Auto juga telah merapikan struktur internal untuk mendukung ambisinya di bidang AI. Pada akhir Mei, perusahaan menyelesaikan restrukturisasi departemen foundation model.
Dalam restrukturisasi itu, Li Auto membentuk tiga departemen sekunder baru yang erat terkait dengan embodied intelligence, yaitu embodied engineering, embodied interaction, dan embodied behavior. Pada saat yang sama, bisnis autonomous driving dipisahkan menjadi departemen sekunder yang beroperasi secara independen, menurut laporan LatePost pada 29 Mei.
Langkah-langkah tersebut berkaitan dengan proyek robot rahasia internal bernama Nexus. Perusahaan berencana merilis robot dua roda pertama untuk skenario manufaktur pabrik pada akhir tahun ini, dengan tujuan menguji dan menyempurnakan teknologinya di lingkungan tertutup.
Strategi itu mirip dengan pendekatan Tesla, yang juga memakai pengembangan bertahap untuk membuka jalan menuju komersialisasi robot humanoid serbaguna. Namun, ekspansi ke AI itu datang saat Li Auto harus menjaga keseimbangan antara investasi teknologi dan tekanan kinerja bisnis.
Untuk mendukung penjualan, Li Auto juga berencana meluncurkan SUV flagship baru, Li L8, pada akhir Juni. Model terbaru ini akan meninggalkan desain enam kursi dan beralih ke pasar premium lima kursi agar tidak menggerus penjualan Li L9.
Source: cnevpost.com






