
JAECOO Indonesia menambah kekuatan jaringannya di Jawa Barat dengan membuka dealer JAECOO GCP Soetta di Kota Bandung. Kehadiran fasilitas 3S ini menandai langkah penting merek tersebut untuk mendekatkan layanan penjualan dan purna jual ke konsumen di wilayah yang dinilai potensial.
Ekspansi ini datang saat permintaan kendaraan elektrifikasi terus meningkat. Di saat yang sama, JAECOO tengah mencatat pertumbuhan penjualan ritel dan memperluas jejak bisnisnya secara nasional.
Dealer baru itu beralamat di Jalan Soekarno Hatta Nomor 590, Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Lokasi ini diposisikan untuk memudahkan masyarakat Bandung dan sekitarnya mengakses produk serta layanan JAECOO.
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menyebut pembukaan dealer tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan di Jawa Barat. Menurut dia, pertumbuhan positif sepanjang tahun ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi dan produk JAECOO.
Bagi pasar Bandung, kehadiran dealer 3S berarti layanan yang tidak berhenti di transaksi pembelian. Konsumen juga mendapat dukungan servis dan suku cadang di satu lokasi yang sama.
Secara fasilitas, dealer JAECOO GCP Soetta berdiri di atas lahan 3.030 meter persegi dengan luas bangunan 1.157 meter persegi. Showroom-nya mampu menampilkan hingga lima unit kendaraan.
Model yang dipajang mencakup JAECOO J5 EV, JAECOO J7 SHS-P, dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Susunan model ini menunjukkan fokus JAECOO pada lini kendaraan energi baru yang sedang didorong di pasar Indonesia.
Untuk layanan purna jual, dealer ini dilengkapi delapan service bay. Fasilitas tersebut disebut mampu melayani hingga delapan kendaraan setiap hari.
JAECOO juga menyediakan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di lokasi dealer. Kehadiran charger ini melengkapi dukungan terhadap ekosistem kendaraan elektrifikasi yang terus berkembang di Indonesia.
Direktur GCP JAECOO Soetta, Agustinus Hariadi, mengatakan dealer baru ini diharapkan mempermudah masyarakat Bandung dan sekitarnya dalam mengakses produk serta layanan JAECOO. Ia menegaskan kesiapan dealer melalui showroom yang representatif, teknisi terlatih, dan dukungan layanan purna jual yang lengkap.
Langkah ekspansi di Bandung juga sejalan dengan performa penjualan JAECOO dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang Januari hingga April 2026, perusahaan membukukan penjualan ritel 10.936 unit untuk seluruh model New Energy Vehicle atau NEV.
Capaian itu diperkuat oleh performa JAECOO J5 EV. Model tersebut diklaim menjadi kendaraan listrik terlaris di Indonesia selama periode Januari hingga April 2026.
Dari sisi produk, JAECOO juga menonjolkan kemampuan teknologi elektrifikasinya melalui JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Model ini meraih rekor MURI sebagai kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV dengan jarak tempuh terpanjang di Indonesia.
Jarak yang dicatat mencapai 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian penuh bahan bakar dan baterai. Klaim tersebut menjadi salah satu modal penting bagi JAECOO dalam membangun citra di segmen kendaraan energi baru.
Pembukaan dealer baru di Bandung bukan langkah yang berdiri sendiri. Saat ini JAECOO telah memiliki 35 dealer yang beroperasi di Indonesia.
Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 80 dealer hingga akhir 2026. Target tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat jaringan layanan nasional.
Ekspansi jaringan dinilai penting karena pertumbuhan penjualan kendaraan elektrifikasi tidak hanya bergantung pada produk. Ketersediaan layanan servis, suku cadang, dan akses showroom ikut menentukan kenyamanan konsumen dalam jangka panjang.
Dalam konteks itu, Bandung menjadi titik strategis untuk memperluas jangkauan merek di Jawa Barat. Kehadiran dealer baru memberi JAECOO pijakan lebih kuat untuk mengejar pertumbuhan penjualan sekaligus menjaga pengalaman kepemilikan kendaraan.
Dealer JAECOO GCP Soetta melayani konsumen setiap Senin hingga Jumat pukul 08.30-18.00 WIB. Pada hari Sabtu, dealer beroperasi pukul 08.30-15.00 WIB.
Melalui perluasan jaringan dealer dan pengembangan teknologi elektrifikasi, JAECOO menyatakan optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar kendaraan energi baru. Upaya itu juga dikaitkan dengan dorongan menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.









