
Geely EX2 mulai menunjukkan daya tarik kuat di pasar mobil listrik Indonesia. Dalam waktu beberapa bulan sejak meluncur, model ini sudah terjual lebih dari 3.500 unit dan menjadi salah satu nama yang mulai diperhitungkan konsumen perkotaan.
Lonjakan minat itu tidak hanya datang dari harga yang relatif terjangkau, tetapi juga dari biaya kepemilikan yang dinilai ramah di kantong. Geely Auto Indonesia menempatkan EX2 sebagai mobil listrik untuk mobilitas harian dengan paket penggunaan yang praktis dan efisien.
Penjualan dan daya tarik awal
Pencapaian ribuan unit menjadi sinyal bahwa kepercayaan konsumen terhadap Geely EX2 terus tumbuh. Di pasar yang kompetitif, angka itu memperlihatkan bahwa konsumen mulai melihat mobil listrik ini bukan sekadar produk baru, tetapi juga opsi yang relevan untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu faktor yang paling sering disebut adalah efisiensi biaya servis berkala. Bagi banyak pembeli mobil baru, pengeluaran rutin setelah pembelian sering kali menjadi pertimbangan penting selain harga awal.
Alasan konsumen memilih EX2
Lina, 33 tahun, mengaku tertarik pada Geely EX2 sejak pertama kali melihat desain eksterior dan interiornya. Ia juga menilai harga mulai dari Rp 200 jutaan membuat mobil ini lebih mudah dijangkau.
Ia menyebut sejumlah fitur yang membantu aktivitas harian, seperti Parking Comfort, remote mobile app untuk menyalakan AC dari jarak jauh, dan kamera 540 untuk membantu parkir. Menurutnya, fitur-fitur itu memberi rasa nyaman dan percaya diri saat berkendara.
Lina juga menilai brand Geely memberi tambahan keyakinan. Ia menyebut Geely sebagai merek besar dan EX2 sebagai salah satu mobil terlaris di China.
Ukuran kompak untuk mobilitas urban
Geely EX2 hadir dengan dimensi kompak, yakni panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, dan tinggi 1.580 mm. Kabinnya dirancang untuk menampung hingga lima penumpang, sehingga cocok untuk penggunaan keluarga kecil maupun mobilitas harian di kota.
Model ini diklaim memiliki efisiensi pemanfaatan ruang hingga 85 persen. Selain itu, tersedia front trunk berkapasitas 70 liter dan sejumlah kompartemen penyimpanan tambahan untuk menunjang kepraktisan.
Di dalam kabin, Geely memakai konsep Wraparound Comfort Cabin yang dibuat untuk memberi suasana hangat. Interiornya juga didukung Urban Starlight Ambient Lighting 256 warna dan layar sentral HD 14,6 inci berbasis Flyme Auto.
Performa dan jarak tempuh
Secara teknis, EX2 memakai penggerak roda belakang dengan baterai 40,8 kWh. Bekal itu membuat mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 395 km.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 85 kW dengan torsi puncak 150 Nm. Untuk akselerasi 0-100 km/jam, mobil ini membutuhkan waktu 11,5 detik.
Harga, varian, dan garansi
Geely EX2 saat ini dipasarkan dalam dua varian, yakni Pro dan Max. Varian Pro dibanderol Rp 239,9 juta, sedangkan varian Max dijual Rp 269,9 juta OTR Jakarta.
Setiap pembelian juga disertai wall charger dan portable charger gratis. Geely memberikan garansi kendaraan selama lima tahun atau 150.000 km, serta garansi untuk power battery, driving motor, dan motor controller selama delapan tahun atau 150.000 km.
Pabrikan juga menyediakan Emergency Roadside Assistance selama tiga tahun tanpa batasan jarak berkendara. Paket ini memperkuat posisi EX2 sebagai mobil listrik yang ditawarkan bukan hanya dengan harga bersaing, tetapi juga dengan dukungan purna jual yang jelas.
Biaya servis berkala yang rendah
Faktor cost of ownership menjadi salah satu alasan utama EX2 menarik perhatian pasar. Berdasarkan data resmi Geely Auto Indonesia, biaya servis berkala mobil ini dirancang dari tahun pertama hingga tahun kelima dengan total akumulasi Rp 7.182.255 hingga 100.000 km.
Rinciannya meliputi Rp 612.720 pada tahun pertama atau 20.000 km, Rp 1.334.220 pada tahun kedua atau 40.000 km, Rp 612.720 pada tahun ketiga atau 60.000 km, Rp 4.009.875 pada tahun keempat atau 80.000 km, dan Rp 612.720 pada tahun kelima atau 100.000 km.
Jika dirata-rata, biaya perawatan berkala Geely EX2 setara sekitar Rp 120 ribu per bulan atau sekitar Rp 1,4 jutaan per tahun. Angka ini menjadi salah satu alasan mengapa model tersebut kian dilirik konsumen yang mencari mobil listrik praktis dengan pengeluaran rutin yang terukur.









