
Tesla menutup dua bulan penurunan retail di China dengan pemulihan kuat pada Mei. Penjualan ritel domestik Tesla di pasar itu mencapai 47.281 unit, naik 22,53% dibanding setahun sebelumnya.
Lonjakan itu juga terlihat dari sisi bulanan. Dibanding April yang relatif lemah, penjualan ritel Tesla di China pada Mei melesat 82,16%.
Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan pemulihan ini datang setelah Tesla sempat mencatat dua bulan berturut-turut penurunan penjualan retail tahunan di China. Kenaikan Mei membuat posisi Tesla kembali lebih stabil di tengah pasar kendaraan listrik yang masih tumbuh cepat.
Pemulihan di pasar domestik
Selama Januari hingga Mei, total retail domestik Tesla di China mencapai 186.035 unit. Meski Mei kuat, akumulasi lima bulan itu masih turun 7,87% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pemulihan Tesla belum sepenuhnya menutup pelemahan awal tahun. Namun, kenaikan di Mei menjadi sinyal penting bahwa permintaan di pasar domestik kembali bergerak naik.
Kinerja Tesla juga sejalan dengan ekspansi pasar kendaraan energi baru di China. Retail NEV China mencapai 950.000 unit pada Mei, tumbuh 18,6% secara tahunan.
Di segmen battery electric vehicle atau BEV, retail China tercatat 637.000 unit pada Mei. Angka itu naik 22,0% dari tahun sebelumnya dan 19,2% dari bulan sebelumnya.
Pangsa pasar ikut membaik
Dengan rebound pengiriman domestik, pangsa Tesla di pasar NEV China berdasarkan retail naik menjadi 4,98% pada Mei. Posisi ini lebih tinggi dari 3,78% pada periode yang sama tahun lalu dan jauh di atas 3,06% pada April.
Di pasar BEV China, pangsa Tesla juga naik menjadi 7,42% pada Mei. Capaian itu melampaui 6,36% setahun sebelumnya dan bangkit dari titik rendah 4,48% pada April.
Perbaikan pangsa pasar menunjukkan bahwa pemulihan Tesla tidak hanya datang dari volume penjualan, tetapi juga dari daya saing terhadap pasar yang lebih luas. Ini penting karena kompetisi di segmen EV China tetap sangat ketat.
Ekspor Shanghai tetap menjadi penopang
Sementara permintaan domestik membaik, pabrik Tesla di Shanghai tetap memainkan peran besar sebagai basis ekspor global. Pada Mei, ekspor dari pabrik itu mencapai 38.701 unit, naik 67,73% secara tahunan.
Namun, jika dibanding April, ekspor turun 27,69% karena Tesla mengalihkan lebih banyak kapasitas produksi ke pasar domestik. Dalam lima bulan pertama tahun ini, total ekspor dari Shanghai mencapai 192.823 unit, naik 112,01% dari periode yang sama tahun lalu.
Gabungan penjualan retail domestik dan ekspor membuat volume wholesale Tesla China pada Mei mencapai 85.982 kendaraan. Angka itu naik 39,44% dari tahun lalu dan pulih 8,18% dibanding April.
Model Y dan Model 3 sama-sama naik
Dari sisi model, volume wholesale Model Y mencapai 54.765 unit pada Mei. Angka itu tumbuh 38,55% secara tahunan dan naik 5,03% dari bulan sebelumnya.
Sementara itu, Model 3 sedan mencatat wholesale 31.217 unit pada Mei. Model ini naik 41,03% dibanding tahun lalu dan bertambah 14,20% dari bulan sebelumnya.
Rincian retail domestik untuk kedua model tersebut pada Mei belum tersedia. Meski begitu, kinerja wholesale menunjukkan bahwa kedua model inti Tesla sama-sama mendapat dorongan pada bulan itu.
Strategi harga dan pembiayaan ikut membantu
Kenaikan penjualan Tesla pada Mei juga didukung kebijakan pembiayaan kendaraan baru untuk mendorong permintaan lokal. Salah satu langkah yang diluncurkan adalah layanan “Easy Loan”, yang dirancang untuk menarik konsumen China yang lebih sensitif terhadap biaya awal pembelian.
Selain strategi pembiayaan, Tesla juga tengah menyiapkan peluncuran teknologi besar di pasar China. Di situs resmi China, nama perangkat lunak FSD diubah menjadi “Tesla Assisted Driving”, sementara harga paket itu tetap 64.000 yuan.
Perubahan nama tersebut mengikuti pengumuman sebelumnya bahwa FSD supervised kini tersedia di sejumlah pasar, termasuk China. Langkah itu memicu ekspektasi bahwa teknologi full self-driving Tesla akan segera hadir lebih luas di pasar tersebut.
Source: cnevpost.com








