Penetrasi NEV China Tembus Rekor 62,9 Persen, Pasar Mobil Bensin Makin Terjepit

Penetrasi ritel kendaraan energi baru atau NEV di China mencapai rekor baru 62,9% pada Mei. Angka itu muncul justru ketika penjualan ritel NEV secara keseluruhan masih turun secara tahunan, menandakan pasar mobil bermesin bensin konvensional terus menyusut lebih cepat.

Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan penjualan ritel NEV di China mencapai 950.000 unit pada Mei. Angka itu turun 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi naik 12,4% dari April.

Pasar ICE yang menyusut mendorong lonjakan penetrasi
Lonjakan penetrasi NEV tidak terjadi karena pasar tumbuh merata, melainkan karena pasar kendaraan internal combustion engine atau ICE melemah tajam. Total penjualan ritel mobil penumpang di China pada Mei hanya 1,51 juta unit, turun 22,1% secara tahunan.

CPCA menyebut inti penurunan pasar otomotif China berasal dari kontraksi cepat penjualan ICE. Penjualan ritel mobil penumpang ICE konvensional merosot 39% secara tahunan pada Mei di tengah tekanan harga minyak yang tinggi.

Kondisi itu membuat porsi NEV semakin besar dalam pasar ritel domestik. Pada pasar ritel lokal, tingkat penetrasi NEV di kalangan merek China mencapai 81,4% pada Mei.

Rekor beruntun di atas 60%
Capaian 62,9% pada Mei menjadi yang tertinggi sepanjang catatan dan menandai bulan kedua berturut-turut penetrasi NEV berada di atas 60%. Tren ini juga menunjukkan pergeseran cepat konsumen China ke kendaraan listrik dan hibrida.

Pada April, penetrasi ritel NEV di China sudah mencapai 61,4%. Sementara pada Mei tahun lalu, angka itu masih 52,9%, sehingga kenaikannya terlihat sangat tajam dalam satu tahun.

Beragam segmen NEV bergerak tidak seragam
Di dalam kategori NEV, kinerja tiap segmen bergerak berbeda pada Mei. Penjualan ritel battery electric vehicle atau BEV mencapai 637.000 unit, naik 3,9% secara tahunan dan 10,3% dari April.

Sebaliknya, plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV mencatat 228.000 unit. Angka itu turun 23,0% secara tahunan, tetapi masih naik 19,3% dibanding April.

Extended-range electric vehicle atau EREV juga melemah secara tahunan. Penjualan ritel EREV berada di 85.000 unit, turun 28,0% dari tahun sebelumnya, namun naik 11,2% dari April.

Jika digabung, penjualan ritel hybrid yang mencakup PHEV dan EREV mencapai 313.000 unit pada Mei. Jumlah ini turun 24,4% secara tahunan, tetapi naik 15,5% secara bulanan.

Ekspor NEV jadi motor pertumbuhan
Di tengah pelemahan pasar domestik, ekspor muncul sebagai penggerak utama lain. China mengekspor 424.000 NEV pada Mei, melonjak 112,6% secara tahunan dan 4,4% secara bulanan.

Pencapaian itu membuat NEV menyumbang 54% dari total ekspor mobil penumpang, angka tertinggi yang pernah tercatat. Dengan kata lain, ekspor kini menyerap sebagian pertumbuhan industri ketika pasar ritel dalam negeri tertekan.

BYD masih dominan, pesaing mengejar
Di level perusahaan, BYD tetap memimpin jauh di pasar NEV domestik. Penjualan ritel NEV BYD pada Mei mencapai 207.372 unit.

Geely Auto menyusul dengan 109.198 unit, sementara Changan Automobile mencatat 62.865 unit. Tesla membukukan penjualan ritel domestik 47.281 unit pada bulan yang sama.

Data Mei menegaskan bahwa pasar NEV China tidak hanya tumbuh karena volume, tetapi juga karena komposisi pasar yang berubah cepat. Saat ICE terus tergerus, NEV makin mendominasi ritel domestik dan ekspor mulai memainkan peran yang sama pentingnya.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version