Hyundai Ioniq V Tampil Nyentrik di Cina, Desainnya Jauh Beda dari Versi Indonesia

Hyundai sedang memainkan strategi baru di Cina lewat seri Ioniq. Langkah ini ditempuh untuk mendongkrak penjualan yang terus merosot di pasar tersebut.

Model yang paling dulu disiapkan justru tampil sangat berbeda dari Ioniq yang dipasarkan di Indonesia. Hyundai memberi nama mobil ini Ioniq V, dengan desain yang dibuat lebih nyentrik dan futuristik.

Desain yang dibuat mencolok

Hyundai mengkategorikan Ioniq V sebagai fastback EV. Bentuknya menyerupai sedan, tetapi bagian bagasi belakang dibuat lebih kecil.

Wajah depan mobil ini jadi area yang paling menonjol. Permukaan kap dibuat penuh sudut tajam dan tarikan garis tegas, sehingga karakter mobil terasa lebih agresif.

Kesan modern juga terlihat lewat pintu frameless dan door handle semi-hidden. Namun, penggunaan gagang pintu semacam itu menjadi sorotan karena pemerintah Cina berencana melarang gagang pintu flushed yang dinilai menyulitkan evakuasi saat kondisi darurat.

Di bagian depan, Ioniq V juga membawa DRL LED horizontal memanjang. Elemen ini menjadi salah satu ciri khas terbaru dari keluarga Ioniq.

Ukuran lebih panjang dari sedan listrik lain

Secara dimensi, Hyundai Ioniq V tercatat memiliki panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Ukuran ini membuatnya sedikit lebih panjang dibanding sedan listrik lain seperti BYD Seal EV yang memiliki panjang 4.800 mm.

Proporsi tersebut memperkuat posisi Ioniq V sebagai mobil listrik bergaya fastback. Desainnya dibuat untuk memberi kesan lebih tegas, sekaligus tetap tampil ramping di sisi samping.

Kabin dibekali layar besar

Masuk ke ruang kemudi, Hyundai menyematkan dual-screen berukuran 27 inci. Pengemudi juga mendapat tambahan Head Up Display atau HUD.

Untuk mendukung sistem hiburan dan komunikasi, Ioniq V memakai cip Snapdragon 8295. Kombinasi ini menunjukkan Hyundai menaruh perhatian besar pada pengalaman digital di dalam kabin.

Punya opsi yang beda dari Indonesia

Di Indonesia, seri Ioniq sejauh ini hanya tersedia sebagai mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle. Di Cina, Hyundai justru menyiapkan varian Range Extender Electric Vehicle atau REEV untuk Ioniq V.

Belum ada rincian lengkap soal spesifikasi lainnya. Namun, mobil ini dipastikan dibangun di atas platform yang mendukung pengisian daya cepat dan akan menggunakan baterai dari CATL.

Perbedaan arah produk ini memperlihatkan bagaimana Hyundai menyesuaikan strategi untuk tiap pasar. Di Cina, merek asal Korea Selatan itu tampak memilih desain yang lebih berani dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen setempat.

Source: otomotif.katadata.co.id
Exit mobile version