Penutupan sejumlah dealer merek Jepang kembali menjadi sinyal bahwa industri otomotif nasional sedang bergerak dalam fase penyesuaian. Di tengah kabar berhentinya operasional dealer Asco Daihatsu, Auto2000 memilih membaca situasi itu bukan sebagai alarm suram, melainkan sebagai peluang jangka panjang.
CEO Auto2000 Anton Jimmy menegaskan Indonesia masih menyimpan potensi pasar yang besar. Ia menyampaikan pandangan itu di PIK, Kamis (4/6), dengan menyoroti perubahan peta pertumbuhan ekonomi yang kini tidak lagi bertumpu pada kota-kota besar di Pulau Jawa.
Prospek tetap terbuka di luar Jawa
Anton melihat wilayah luar Jawa mulai menunjukkan geliat ekonomi yang kuat. Menurut pengamatannya, pertumbuhan di sejumlah daerah di luar Jawa bahkan lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa.
Pergeseran itu ikut mendorong tren penjualan kendaraan di daerah-daerah tersebut. Auto2000 pun menilai strategi distribusi dan pelayanan harus mengikuti sebaran pelanggan, bukan hanya fokus pada pusat pasar lama.
“Di mana customer berada, market akan bergerak ke mana, kita akan ikutin terus,” ujarnya. Dari sudut pandang Auto2000, pendekatan selektif untuk memperluas jaringan tetap relevan selama mengikuti pergerakan pasar.
Servis jadi penopang penting
Auto2000 juga tidak hanya bertumpu pada penjualan mobil baru. Anton menilai peluang pertumbuhan justru semakin besar di layanan purnajual karena usia kepemilikan mobil masyarakat makin panjang.
Ia menjelaskan, dulu banyak konsumen mengganti mobil dalam 3-4 tahun. Sekarang, siklus itu bergeser menjadi 4-5 tahun, bahkan ada yang mencapai 6-7 tahun.
Perubahan tersebut membuat kebutuhan servis tetap tinggi. Anton menyebut pasar otomotif tidak bisa dilihat hanya dari penjualan kendaraan, karena kebutuhan perawatan menjadi sumber permintaan yang terus berjalan meski penjualan sedang melambat.
Ekspansi layanan ikut disiapkan
Sejalan dengan itu, Auto2000 mengembangkan layanan bengkel, mobile service, dan jaringan dealer yang fokus pada servis serta suku cadang atau 2S. Langkah ini terutama diarahkan untuk wilayah luar Jawa yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan layanan yang besar.
Model layanan seperti ini menjadi penting ketika pasar kendaraan baru tidak tumbuh setinggi sebelumnya. Di sisi lain, pelanggan yang mempertahankan mobil lebih lama tetap membutuhkan bengkel resmi dan dukungan suku cadang.
Asco Daihatsu berhenti beroperasi
Di saat Auto2000 membaca peluang, Asco Automotive justru mengumumkan bisnis mereka tak lagi terafiliasi dengan Daihatsu. Dampaknya, operasional 11 dealer Daihatsu yang sebelumnya dijalankan Asco ikut berhenti.
Pengumuman itu disampaikan melalui unggahan media sosial grup dealer. Dalam unggahan lanjutan, Asco juga memunculkan rencana baru yang diduga berkaitan dengan merek mobil asal China.
Fenomena ini menambah daftar penutupan jaringan dealer merek Jepang di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah dealer merek Jepang memang sudah berhenti beroperasi dan sebagian di antaranya beralih ke merek China.
Nama-nama besar seperti Honda, Toyota, dan kini Daihatsu ikut masuk dalam deretan merek Jepang yang dealer-nya mengalami penutupan. Situasi ini menunjukkan bahwa jaringan distribusi otomotif di Indonesia sedang mengalami pergeseran mengikuti dinamika bisnis dan arah pasar.
Source: www.cnnindonesia.com