Perusahaan Ban Ini Tak Cuma Jual Produk, 13.000 Mangrove Ditanam untuk Menahan Abrasi Bekasi

Upaya perusahaan ban dalam menjaga lingkungan tidak lagi berhenti pada proses produksi atau pengembangan produk. Di wilayah pesisir Muara Gembong, Bekasi Utara, perhatian itu hadir dalam bentuk penanaman ribuan mangrove untuk membantu menghadapi abrasi dan banjir rob.

Langkah ini menjadi sorotan karena menyasar kawasan yang selama ini rentan terdampak perubahan garis pantai. Bagi warga pesisir, mangrove bukan sekadar pohon, melainkan benteng alami yang berperan penting melindungi kawasan pantai.

PT Hankook Tire Indonesia menjalankan aksi tersebut di Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Kegiatan ini juga dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Perusahaan itu menempatkan rehabilitasi pesisir sebagai salah satu bentuk kepedulian lingkungan yang bersifat langsung dan terukur. Fokusnya bukan hanya pada penanaman sekali jalan, tetapi pada upaya yang dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun.

Penanaman Mangrove Jadi Aksi Nyata

Dalam tiga tahun terakhir, PT Hankook Tire Indonesia telah menanam total 13.000 bibit mangrove di area pesisir Bekasi. Angka ini menunjukkan bahwa program tersebut dijalankan sebagai komitmen berkelanjutan, bukan agenda musiman.

Penanaman mangrove dipilih karena kawasan pesisir Muara Gembong kerap menjadi langganan banjir rob akibat abrasi air laut. Kehadiran vegetasi pesisir dinilai penting untuk membantu memperkuat perlindungan kawasan yang terus menghadapi tekanan lingkungan.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menilai keberlanjutan program lingkungan sangat bergantung pada kolaborasi. Menurut dia, inisiatif ini juga mendorong keterlibatan karyawan dan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Jung Jinkyun menyatakan bahwa langkah yang dilakukan secara konsisten setiap tahun diyakini dapat memberi dampak berkelanjutan. Pernyataan itu menegaskan bahwa perusahaan melihat isu lingkungan sebagai kerja jangka panjang yang memerlukan partisipasi bersama.

Kolaborasi Jadi Kunci

Keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam program ini. Pendekatan kolaboratif dinilai bisa memperkuat rasa memiliki terhadap kawasan pesisir yang direhabilitasi.

Dengan melibatkan karyawan dan warga, penanaman mangrove tidak hanya menjadi kegiatan simbolis perusahaan. Program itu juga diarahkan untuk membangun kerja bersama dalam menjaga ekosistem yang langsung berhubungan dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi turut mengapresiasi konsistensi aksi penanaman tersebut. Dukungan dari pemerintah daerah memperlihatkan bahwa persoalan di wilayah pesisir memang membutuhkan sinergi banyak pihak.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Bekasi, Donny Arief Budiman, menyebut banjir rob masih menjadi tantangan di wilayah Muara Gembong. Menurut dia, kondisi itu dipengaruhi abrasi dan perubahan garis pantai yang terus terjadi dari waktu ke waktu.

Donny menegaskan bahwa rehabilitasi ekosistem pesisir memiliki peran penting dalam mendukung perlindungan kawasan. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa penanaman mangrove bukan hanya kegiatan penghijauan, tetapi juga bagian dari mitigasi risiko lingkungan.

Kenapa Langkah Ini Penting

Industri otomotif selama ini identik dengan teknologi kendaraan dan komponen. Namun, arah perhatian kini juga bergerak ke isu kelestarian lingkungan hidup, termasuk pada upaya yang memberi dampak nyata di lapangan.

Dalam konteks itu, perusahaan ban menunjukkan bahwa kontribusi terhadap lingkungan dapat dilakukan lewat perlindungan kawasan rentan bencana. Pilihan pada pesisir Muara Gembong menjadi relevan karena wilayah ini menghadapi ancaman yang langsung terasa oleh masyarakat.

Mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting bagi kawasan pantai. Di tengah tantangan abrasi dan banjir rob, penanaman mangrove menjadi salah satu langkah yang dinilai mampu memperkuat perlindungan alami pesisir.

Aksi seperti ini juga menunjukkan bahwa program CSR dapat diarahkan pada kebutuhan lingkungan yang spesifik. Bukan hanya memperingati momentum tertentu, tetapi menjawab persoalan nyata yang terjadi di suatu wilayah.

Di Muara Gembong, pendekatan tersebut terlihat dari kesinambungan program dan keterlibatan berbagai pihak. Saat perusahaan, warga, dan pemerintah daerah bergerak bersama, upaya menjaga garis pantai tidak lagi menjadi tanggung jawab satu pihak saja.

Bagi kawasan pesisir Bekasi, tambahan ribuan bibit mangrove memberi harapan pada perlindungan yang lebih kuat terhadap ancaman abrasi. Di saat isu lingkungan makin mendesak, aksi yang konsisten seperti ini menjadi contoh bahwa kepedulian perusahaan bisa diwujudkan lewat langkah konkret di wilayah yang paling membutuhkan.

Source: otomotif.kompas.com
Exit mobile version