General Motors mengambil langkah besar untuk memangkas kerumitan pengisian daya mobil listrik dengan Energy Pass. Fitur baru ini menyatukan akses ke sejumlah jaringan pengisian terbesar di Amerika Serikat ke dalam aplikasi ponsel merek GM, sehingga pengemudi tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi dan akun.
Satu akun untuk banyak jaringan
Energy Pass terintegrasi ke dalam aplikasi MyChevrolet, My Cadillac, dan MyGMC. Lewat satu akun, pemilik EV GM bisa mengakses Tesla Supercharger, Ionna, dan Electrify America, sementara EVgo dan ChargePoint akan menyusul dalam waktu dekat.
GM menyebut kombinasi jaringan tersebut mencakup hampir 70% dari seluruh DC fast charger di AS. Cakupannya juga meluas ke banyak pengisian Level 2, sehingga pengalaman mengisi daya menjadi lebih praktis di lebih banyak skenario perjalanan.
Pendekatan ini menjawab salah satu keluhan paling umum dari pengguna EV, yaitu harus mengelola banyak aplikasi hanya untuk mengisi baterai. Dengan Energy Pass, proses itu dipusatkan ke satu antarmuka dan satu akun yang lebih mudah dipakai di perjalanan.
Fitur yang memotong langkah di stasiun
Melalui aplikasi merek GM, pengemudi bisa memulai dan mengakhiri sesi pengisian daya. Mereka juga bisa memantau status pengisian secara langsung, melihat riwayat pengisian, dan mengakses struk di satu tempat.
Energy Pass juga membuka akses ke diskon eksklusif di sejumlah jaringan. Ionna, misalnya, baru-baru ini mulai memberikan diskon 10% untuk pengisian bagi semua EV GM ketika menggunakan aplikasi yang disediakan oleh tiga merek tersebut.
Lebih jauh lagi, Energy Pass mendukung Plug & Charge. Setelah metode pembayaran diatur di akun, pemilik cukup tiba di stasiun pengisian dan langsung mulai mengisi daya tanpa perlu membuka aplikasi atau menyentuh layar dispenser.
Plug & Charge makin luas
Saat ini, Plug & Charge sudah didukung di Ionna Rechargeries dan stasiun EVgo. GM mengatakan dukungan yang sama akan dibawa ke lokasi ChargePoint mulai musim panas ini, sehingga alur pengisian akan terasa semakin sederhana.
Untuk model dengan port pengisian NACS bawaan, GM juga menyiapkan Plug & Charge di Tesla Supercharger. Perusahaan menyebut pembaruan perangkat lunak over-the-air akan mengaktifkan kemampuan itu di jaringan Tesla Supercharger untuk EV berbekal NACS pada akhir tahun ini.
Perubahan besar pada port pengisian GM
Di sisi perangkat keras, GM akan meninggalkan konektor CCS1 untuk semua model 2027 dan beralih ke port North American Charging Standard yang lebih ringkas. Artinya, seluruh EV baru Chevrolet, GMC, dan Cadillac yang datang antara sekarang hingga Desember akan memakai inlet NACS.
Dua model yang sudah lebih dulu menerima port tersebut adalah Cadillac Optiq 2026 dan Chevrolet Bolt 2027. Langkah ini membuat ekosistem pengisian GM semakin selaras dengan jaringan yang paling luas dipakai di AS.
Bagi pembeli dan pemilik EV, dua perubahan ini saling melengkapi. Energy Pass mengurangi repotnya sisi digital, sementara NACS di seluruh model 2027 mengurangi hambatan fisik saat terhubung ke stasiun pengisian.
