Nama Muhamad Chatib Basri kembali ramai dibicarakan setelah muncul rumor bahwa ia akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di posisi Menteri Keuangan. Isu itu sudah dibantah, tetapi perhatian publik telanjur mengarah pada sosok ekonom senior yang pernah menjabat Menkeu pada era pemerintahan SBY ini.
Di tengah pembahasan soal peluangnya kembali ke lingkar inti kebijakan fiskal, ada sisi lain Chatib Basri yang ikut mencuri perhatian. Garasi kendaraannya, yang tercatat bernilai Rp6,36 miliar dalam LHKPN terbaru, menampilkan kombinasi mobil mewah modern dan satu sedan JDM klasik yang tergolong langka.
Sorotan terbesar tertuju pada Nissan President Sedan tahun 1992. Mobil ini bukan model biasa, karena dikenal sebagai sedan flagship Nissan untuk pasar domestik Jepang atau JDM pada masanya.
Bagi pecinta otomotif, Nissan President punya posisi khusus karena identik dengan kendaraan kelas atas untuk kalangan pejabat dan bos besar di Jepang. Kehadiran model ini di garasi Chatib membuat koleksinya tidak sekadar terlihat mahal, tetapi juga menunjukkan selera yang spesifik terhadap mobil klasik premium.
Pilihan itu menjadi kontras menarik dengan profil Chatib yang selama ini lebih dikenal lewat kebijakan ekonomi, jabatan publik, dan kiprah korporasi. Di luar urusan fiskal, koleksi kendaraannya memberi gambaran bahwa ia juga memiliki minat otomotif yang tidak umum.
Isi garasi yang jadi perhatian
Berdasarkan LHKPN yang disetorkan pada 12 Maret 2025, total nilai kendaraan Chatib Basri mencapai Rp6,36 miliar. Komposisinya mencakup mobil mewah untuk mobilitas eksekutif, kendaraan elektrifikasi, hingga SUV premium.
Salah satu kendaraan bernilai tinggi di garasinya adalah Lexus LM350H tahun 2024. MPV premium ini ditaksir senilai Rp2,1 miliar dan dikenal sebagai kendaraan yang mengutamakan kenyamanan kabin.
Ada pula Mercedes-Benz Sedan tahun 2023 dengan nilai Rp2,85 miliar. Mobil ini menjadi salah satu aset otomotif termahal dalam daftar kendaraan yang dilaporkan Chatib.
Selain itu, Chatib juga tercatat memiliki Hyundai Ioniq 5. Kehadiran mobil listrik ini memperlihatkan bahwa koleksinya tidak hanya bertumpu pada mobil konvensional, tetapi juga mencakup kendaraan yang sejalan dengan tren elektrifikasi.
Nama lain yang ikut masuk dalam daftar adalah Mercedes-Benz Jeep. Meski tidak dirinci tahun pembuatannya, model ini menambah spektrum koleksi Chatib ke segmen SUV premium bergaya tangguh.
Dari susunan tersebut, Nissan President 1992 tetap menjadi titik pembeda paling kuat. Mobil ini hadir sebagai “harta karun” klasik yang memberi karakter tersendiri pada garasi seorang ekonom senior dengan profil publik yang sangat mapan.
Konteks harta kekayaan
Koleksi kendaraan itu hanya bagian kecil dari total harta kekayaan Chatib Basri. Dalam LHKPN terbaru, total kekayaannya tercatat mencapai Rp117,24 miliar.
Porsi terbesar kekayaan tersebut justru berada pada surat berharga. Nilainya mencapai Rp72,83 miliar, menjadikannya komponen dominan dalam portofolio harta yang dilaporkan.
Selain itu, Chatib juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp18,65 miliar. Kekayaannya turut ditopang aset properti bernilai belasan miliar yang berada di Jakarta Pusat dan Australia.
Gambaran ini menunjukkan bahwa kendaraan bukan elemen utama dalam struktur hartanya. Namun justru karena porsinya tidak dominan, isi garasinya menjadi menarik karena memperlihatkan pilihan yang tampak personal, bukan semata simbol kekayaan.
Rumor Menkeu dan posisi strategis
Nama Chatib muncul dalam perbincangan publik karena rumor pergantian di kursi Menteri Keuangan. Meski isu itu telah dibantah, perbincangan tidak berhenti karena rekam jejak Chatib di bidang ekonomi memang kuat.
Ia dikenal sebagai mantan Menteri Keuangan pada era SBY. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Kepala BKPM dan belakangan disebut menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri.
Saat ini, Chatib aktif berada di lingkar strategis Presiden Prabowo Subianto. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional bersama Luhut Binsar Pandjaitan.
Dalam kapasitasnya sebagai ekonom senior, Chatib juga dikenal vokal mendorong reformasi perpajakan yang konsisten. Ia menilai langkah itu penting untuk mendongkrak tax ratio Indonesia yang masih berada di kisaran 10 persen.
Kombinasi antara rekam jejak kebijakan, posisi strategis saat ini, dan profil kekayaan yang besar membuat namanya mudah kembali masuk radar publik. Namun di luar seluruh spekulasi jabatan itu, satu fakta yang tak kalah menyita perhatian adalah garasi miliknya yang menyimpan Nissan President 1992, sedan VIP JDM klasik yang jarang terlihat dalam daftar kendaraan pejabat atau ekonom papan atas di Indonesia.
Source: www.suara.com