
Pertamina resmi menaikkan harga sejumlah BBM non-subsidi di seluruh SPBU Indonesia. Kenaikan ini langsung terasa di Jakarta, karena Pertamax RON 92 kini menembus Rp16.250 per liter.
Perubahan harga tersebut juga menyentuh produk bensin premium lain dan lini diesel modern. Di saat yang sama, harga BBM subsidi dan penugasan seperti Pertalite serta Solar tidak berubah.
Penyesuaian harga ini berlaku setelah evaluasi periodik perusahaan. Pertamina mempertimbangkan fluktuasi harga minyak mentah dunia, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan formula harga dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pertamax melonjak di Jabodetabek
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, harga Pertamax naik dari Rp13.200 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Varian Pertamax Green dipatok Rp17.000 per liter, sedangkan Pertamax Turbo tetap Rp20.750 per liter.
Kenaikan itu membuat Pertamax menjadi sorotan utama konsumen harian di wilayah perkotaan. Angka Rp16.250 per liter menjadi patokan baru bagi pengguna kendaraan bensin RON 92 di area Jabodetabek.
Diesel non-subsidi ikut disesuaikan
Pada kelompok bahan bakar diesel, Dexlite kini dibanderol Rp23.000 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex dipatok Rp24.800 per liter.
Harga tersebut juga berlaku serupa di wilayah operasional SPBU Pulau Jawa lainnya. Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur masuk dalam daftar wilayah dengan skema harga yang sama.
Harga subsidi tetap tidak berubah
Pertamina memastikan Pertalite tetap berada di Rp10.000 per liter. Solar atau Biosolar juga tidak mengalami penyesuaian dan tetap di Rp6.800 per liter.
Kondisi ini membuat perbedaan harga antara BBM subsidi dan non-subsidi tetap lebar. Di tengah penyesuaian produk nonsubsidi, dua jenis BBM tersebut masih menjadi penahan bagi pengguna yang mengandalkan harga lebih rendah.
Ragam harga di tiap daerah
Di luar Jabodetabek, harga BBM non-subsidi Pertamina berbeda-beda antarwilayah. Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat mencatat Pertamax di Rp16.650 per liter.
Sejumlah wilayah lain bahkan memasang angka lebih tinggi untuk Pertamax, termasuk Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara yang berada di Rp17.000 per liter. FTZ Sabang dan FTZ Batam memiliki harga berbeda karena status wilayahnya.
Daftar harga yang menonjol di beberapa wilayah
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Green | Pertamax Turbo | Dexlite | Pertamina Dex |
|---|---|---|---|---|---|
| DKI Jakarta | Rp16.250 | Rp17.000 | Rp20.750 | Rp23.000 | Rp24.800 |
| Banten | Rp16.250 | Rp17.000 | Rp20.750 | Rp23.000 | Rp24.800 |
| Jawa Barat | Rp16.250 | Rp17.000 | Rp20.750 | Rp23.000 | Rp24.800 |
| Jawa Tengah | Rp16.250 | Rp17.000 | Rp20.750 | Rp23.000 | Rp24.800 |
| Jawa Timur | Rp16.250 | Rp17.000 | Rp20.750 | Rp23.000 | Rp24.800 |
Selain itu, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur mencatat Pertamax di Rp16.250 per liter. Di wilayah-wilayah tersebut, Pertamax Green tidak tersedia, sementara Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap memiliki harga masing-masing.
Di Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, struktur harga juga berbeda-beda sesuai wilayah. Pada beberapa area, Pertamax tetap di Rp16.650 per liter, sementara Dexlite tercatat Rp13.950 per liter di sebagian provinsi Papua.
Source: carvaganza.com








