Wang Chuanfu, chairman dan presiden BYD, meminta investor tetap sabar di tengah tekanan pada saham perusahaan yang dinilainya masih undervalued. Dalam rapat pemegang saham tahunan 2025 pada Selasa, ia menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya mencerminkan nilai sebenarnya dari produsen kendaraan energi baru asal China itu.
Saham BYD yang diperdagangkan di Hong Kong telah turun 33% dalam setahun terakhir, dari HK$132,2 menjadi HK$88,40 per saham. Penurunan itu datang ketika perusahaan justru masih mencatat pertumbuhan bisnis, termasuk pemulihan penjualan dan lonjakan pasar luar negeri.
Tekanan pasar dan pesan ke investor
Wang mengatakan manajemen memahami kekhawatiran pemegang saham atas penyusutan kapitalisasi pasar. Ia menilai BYD punya potensi pertumbuhan yang sudah diakui luas, tetapi harga saham saat ini belum menggambarkan kekuatan fundamental perusahaan.
Ia meminta pemegang saham untuk tetap sabar dan percaya pada perencanaan yang berwawasan ke depan serta eksekusi yang tepat pada momen-momen penting. Menurut Wang, pendekatan itu akan membawa imbal hasil yang lebih baik bagi investor.
Wang juga menyebut BYD menargetkan menjadi produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan skala pada 2030. Ia mengatakan perusahaan akan mencapai tujuan itu lewat inovasi teknologi yang berkelanjutan dan pengelolaan langkah strategis yang disiplin.
Dampak kebijakan dan pemulihan penjualan
BYD sempat melewati periode sulit pada awal tahun ini. Wang mengakui permintaan domestik sempat tertarik ke depan pada akhir tahun lalu setelah insentif pajak pembelian NEV di China dipangkas separuh mulai Januari 2026.
Kondisi itu membuat industri NEV mengalami “momen tergelap” pada kuartal pertama tahun ini. Namun, Wang mengatakan situasinya mulai membaik seiring harga minyak global yang naik dan hadirnya teknologi baru.
Penjualan BYD mulai pulih dari bulan ke bulan pada Maret dan April. Pada Mei, pengiriman grosir NEV BYD mencapai 383.453 unit, naik tipis 0,26% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan kecil itu penting karena mengakhiri delapan bulan penurunan penjualan berturut-turut. Wang menyebut pemulihan ini sebagai tanda bahwa tekanan terburuk sudah lewat.
Restrukturisasi produksi dan baterai baru
Wang menjelaskan fluktuasi penjualan terbaru juga dipengaruhi perombakan menyeluruh di lini produksi. BYD sedang beralih dari Blade Battery generasi pertama ke produk generasi kedua yang memiliki kemampuan pengisian sangat cepat.
Transisi itu memunculkan hambatan kapasitas jangka pendek dan memperpanjang siklus pengiriman beberapa model utama. Meski begitu, Wang mengatakan kapasitas produksi Blade Battery generasi kedua saat ini sedang naik 20.000 hingga 30.000 unit per bulan.
Ia memperkirakan arus kas, produksi, dan volume penjualan BYD akan pulih sepenuhnya ke level sebelumnya pada akhir tahun ini. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa manajemen melihat gangguan saat ini sebagai fase transisi, bukan masalah jangka panjang.
Dorongan ekspor dan ekspansi global
Di luar pasar domestik, pertumbuhan luar negeri mulai membentuk ulang struktur pendapatan BYD. Pada Mei, penjualan luar negeri perusahaan mencapai rekor 160.644 unit, melonjak 80,40% secara tahunan.
Wang mengatakan produsen mobil China, termasuk BYD, kini telah melampaui pesaing lokal dalam daya saing produk, teknologi, dan pengalaman pengguna. Ia juga menyebut target penjualan luar negeri 2026 sebesar 1,5 juta unit kemungkinan akan terlampaui jika momentum saat ini berlanjut.
Untuk mendukung permintaan ekspor, BYD mempercepat pembangunan jaringan produksi global. Pabrik di Thailand sudah mulai beroperasi, fasilitas di Indonesia hampir masuk produksi massal, basis manufaktur di Brasil berkembang cepat, dan pabrik baru di Hungaria juga mendekati tahap produksi.
Strategi kelas atas dan teknologi otonom
Selain mengejar skala, BYD juga mendorong ekspansi ke segmen premium untuk meningkatkan margin laba. Model flagship SUV D-segment dari lini Dynasty, yang disebut Da Tang EV, akan diluncurkan resmi pada 17 Juni dengan harga pre-order 250.000 yuan hingga 320.000 yuan.
Dalam dua minggu pertama pra-pemesanan, SUV ukuran penuh itu sudah menembus lebih dari 100.000 pesanan. Wang mengatakan mobil pada dasarnya adalah alat transportasi yang mengutamakan keselamatan, sehingga teknologi nyata lebih penting daripada sensasi pemasaran untuk memenangkan konsumen kelas menengah atas.
BYD juga menyiapkan fondasi untuk gelombang kendaraan otonom berikutnya. Wang memprediksi teknologi berkendara otonom L3 dan L4 akan dikomersialkan lebih cepat dari jadwal, dan perusahaan sudah menyiapkan pusat pelatihan di Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.
Dengan dukungan pasar domestik dan internasional, Wang mengatakan BYD tetap yakin pada visi jangka panjangnya. Ia memperkirakan perusahaan akan terus tumbuh dalam tiga sampai lima tahun ke depan dan menjadi benar-benar nomor satu di dunia berdasarkan skala pada 2030.
Source: cnevpost.com