Wuling Eksion PHEV Tak Sekadar Irit, Ini Cara Ling Power Membuatnya Bisa Tembus 1.000 Km

Wuling Eksion PHEV tampil sebagai SUV keluarga yang mencoba menjawab dua kebutuhan sekaligus: efisiensi khas kendaraan elektrifikasi dan rasa aman untuk perjalanan jauh. Di balik pendekatan itu, Wuling menyematkan teknologi Ling Power sebagai sistem utama yang mengatur kerja mesin bensin, motor listrik, dan baterai secara otomatis.

Bagi calon pembeli, poin menariknya ada pada cara sistem ini bekerja tanpa merepotkan pengemudi. Mobil dapat menentukan sendiri kapan harus mengandalkan tenaga listrik, kapan mesin bensin ikut turun tangan, dan kapan keduanya bekerja bersama sesuai kondisi jalan serta kebutuhan tenaga.

Kolaborasi mesin, motor listrik, dan baterai

Secara teknis, Ling Power mengandalkan dedicated hybrid engine 1,5 liter yang memang dirancang untuk sistem elektrifikasi. Mesin ini diklaim memiliki efisiensi termal 43,2 persen, angka yang tergolong tinggi untuk mesin bensin modern.

Di sisi lain, ada motor listrik 145 kW yang bertugas memberi akselerasi instan dan karakter berkendara yang halus. Energi untuk motor listrik disimpan dalam baterai 20,5 kWh yang ditempatkan di bawah lantai kendaraan.

Seluruh komponen itu dihubungkan oleh Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Sistem ini mengatur distribusi tenaga dari mesin maupun motor listrik secara cepat dan efisien, sehingga perpindahan sumber tenaga diklaim berlangsung nyaris tanpa terasa.

Bekerja mengikuti kebutuhan berkendara

Keunggulan utama Ling Power terletak pada kemampuannya membaca kebutuhan kendaraan secara real time. Saat baterai masih penuh dan mobil dipakai di dalam kota, sistem akan lebih banyak memanfaatkan motor listrik untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Ketika pengemudi membutuhkan akselerasi lebih besar atau menempuh perjalanan jarak jauh, mesin bensin akan ikut bekerja mendukung motor listrik. Dalam kondisi tertentu, mesin juga dapat sekaligus mengisi daya baterai agar suplai energi tetap optimal.

Pola kerja seperti ini membuat pengemudi bisa merasakan pengalaman berkendara yang mendekati mobil listrik. Namun, pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya eksternal, terutama di daerah yang jaringan SPKLU-nya masih terbatas.

Ada pilihan mode berkendara

Wuling juga menambahkan Driving Mode dan Energy Mode pada Eksion PHEV. Dua fitur ini memberi ruang pengaturan tenaga yang lebih fleksibel sesuai karakter perjalanan, mulai dari penggunaan harian di kota hingga perjalanan antarkota.

Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, menyebut Ling Power sebagai teknologi hybrid milik Wuling yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang efisien dan smooth. Ia juga menjelaskan bahwa dukungan Driving Mode dan Energy Mode membantu sistem mengatur penggunaan tenaga listrik maupun mesin bensin secara cerdas sesuai kebutuhan.

Bagi konsumen, kombinasi itu penting karena memberi keseimbangan antara performa, efisiensi energi, dan kenyamanan berkendara. Pendekatan ini juga mempertegas posisi Eksion PHEV sebagai kendaraan elektrifikasi yang tetap fleksibel dipakai dalam berbagai kondisi.

Jarak tempuh dan orientasi keluarga

Wuling mengklaim Eksion PHEV mampu melaju hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar CLTC. Saat baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, jarak tempuh gabungannya diklaim menembus lebih dari 1.000 kilometer.

Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama untuk SUV tujuh penumpang ini. Model ini juga dibekali panoramic sunroof, ventilated seat, electric seat adjustment, PM2.5 air filter, intelligent control panel, dan perangkat Advanced Driver Assistance System atau ADAS.

Dengan paket itu, Ling Power bukan sekadar sistem penggerak. Teknologi ini menjadi fondasi utama yang membuat Eksion PHEV menawarkan efisiensi, fleksibilitas penggunaan, dan kepraktisan kendaraan elektrifikasi tanpa mengorbankan rasa aman untuk perjalanan jauh.

Source: www.oto.com
Exit mobile version