BYD kembali mempertahankan posisi puncak di pasar kendaraan energi baru atau NEV China pada Mei, dengan pangsa 21,8% di pasar ritel penumpang. Di saat yang sama, Tesla bangkit tajam dan kembali masuk lima besar setelah sempat keluar dari daftar 10 besar pada April.
Data dari China Passenger Car Association menunjukkan BYD membukukan penjualan ritel 207.372 unit NEV di China pada Mei. Angka itu turun 29,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi naik 13,9% dari April.
BYD tetap dominan di pasar NEV
Kinerja tersebut membuat BYD tetap di peringkat pertama, naik tipis dari pangsa 21,4% pada April. Jaraknya masih cukup lebar dari pesaing terdekat, Geely Auto, yang berada di posisi kedua.
Geely mencatat penjualan NEV ritel 109.198 unit pada Mei dengan pangsa 11,5%. Meski turun 16,3% secara tahunan, penjualan Geely masih tumbuh 14,2% dibanding April.
Changan Automobile menempati posisi ketiga dengan 62.865 unit dan pangsa 6,6%. Penjualannya turun 15,0% secara tahunan dan sedikit terkoreksi 2,5% dari bulan sebelumnya.
Di belakang tiga besar, Leapmotor mengisi posisi keempat dengan 61.401 unit dan pangsa 6,5%. Tesla China menyusul di posisi kelima dengan 47.281 unit dan pangsa 5,0%.
Tesla kembali ke lima besar
Lonjakan Tesla menjadi salah satu cerita utama bulan ini. Penjualannya di China melonjak 82,2% dari April dan naik 22,5% secara tahunan, setelah pada April hanya mencatat 25.956 unit.
Pemulihan itu mengangkat Tesla kembali ke daftar 10 besar NEV ritel China. Di pasar penumpang secara keseluruhan, Tesla juga masuk 10 besar dan berada di posisi kesepuluh dengan pangsa 3,1%.
SAIC-GM-Wuling menempati posisi keenam dalam pasar NEV dengan 47.191 unit, hanya selisih tipis dari Tesla. HIMA berada di urutan ketujuh dengan 46.124 unit, diikuti Nio di posisi kedelapan.
Pergeseran di papan tengah pasar NEV
Nio mencatat 37.617 unit pada Mei dan menguasai 4,0% pasar NEV ritel. Angka itu naik 61,9% secara tahunan dan 28,3% dibanding April, menandakan momentum pertumbuhan yang kuat.
Seres berada di posisi kesembilan dengan 34.320 unit dan pangsa 3,6%. Li Auto melengkapi 10 besar dengan 33.350 unit dan pangsa 3,5%, meski penjualannya turun 18,4% secara tahunan dan 2,2% dari bulan sebelumnya.
Dalam periode Januari-Mei, BYD tetap memimpin pasar NEV China dengan 766.401 unit dan pangsa 20,7%. Geely berada di posisi kedua dengan 470.396 unit, sementara Changan menempati urutan ketiga dengan 254.767 unit.
Tesla menempati posisi keenam pada periode Januari-Mei dengan 186.035 unit dan pangsa 5,0%. Nio berada di posisi ke-10 dengan 150.123 unit dan pangsa 4,1%, setelah mencatat pertumbuhan 68,4% secara tahunan.
Gambaran di pasar mobil penumpang keseluruhan
Di pasar mobil penumpang China yang lebih luas, BYD juga memimpin penjualan ritel pada Mei dengan pangsa 13,7%. Geely berada di posisi kedua dengan 169.344 unit dan pangsa 11,2%, sedangkan Changan menempati urutan ketiga dengan 92.322 unit.
Tesla kembali masuk 10 besar pasar penumpang keseluruhan dan berada di posisi kesepuluh. Posisi itu mempertegas bahwa pemulihan penjualan Tesla di China tidak hanya terjadi di segmen NEV, tetapi juga di pasar mobil penumpang secara umum.
Untuk periode Januari-Mei, Geely memimpin pasar mobil penumpang China dengan 848.116 unit dan pangsa 11,9%. BYD berada di posisi kedua dengan 766.401 unit dan pangsa 10,8%, diikuti FAW-Volkswagen dengan 476.982 unit dan pangsa 6,7%.
BYD hanya menjual model NEV, termasuk battery electric vehicle dan plug-in hybrid electric vehicle. Tesla hanya menjual model BEV, sedangkan Geely dan Changan juga memiliki lini kendaraan bermesin bensin tradisional.
Source: cnevpost.com