Hongqi Masuk Arena SUV Off-Road Listrik, G919 Punya Empat Motor dan 1.320 Nm

Hongqi akhirnya menamai SUV off-road listrik pertamanya sebagai G919, dan model ini langsung menegaskan ambisi merek premium China itu untuk masuk lebih dalam ke segmen kendaraan elektrifikasi berkarakter petualang. Keputusan ini menarik perhatian karena G919 tidak hanya hadir sebagai SUV baru, tetapi juga membawa pendekatan teknis yang serius untuk medan berat.

Nama G919 diumumkan FAW Hongqi pada 6 Juni, menurut laporan CarNewsChina yang dikutip pada Minggu, 7 Juni. Sebelumnya, model ini lebih dikenal dengan kode internal P567 dan beberapa kali tampil lewat konsep, foto mata-mata, serta Beijing Auto Show 2026.

Makna nama dan arah pengembangan

Hongqi menjelaskan bahwa huruf “G” mewakili tradisi mobil nasional China. Dua angka “9” menandakan posisi flagship sekaligus dukungan layanan jangka panjang, sementara angka “1” melambangkan performa kelas atas.

Dari sisi teknologi, G919 memakai sistem EREV atau extended-range electric vehicle. Roda tetap digerakkan motor listrik, sedangkan mesin bensin berperan mengisi daya dan memperpanjang jarak tempuh.

Empat motor listrik untuk tiap roda

Salah satu daya tarik utama G919 ada pada konfigurasi empat motor listrik. Masing-masing motor ditempatkan di tiap roda, sehingga distribusi tenaga bisa diatur secara terpisah melalui perangkat lunak.

Menurut laporan sebelumnya yang dikutip CarNewsChina, G919 memadukan mesin 2.0 liter turbo sebagai range extender dengan empat motor listrik. Kombinasi itu menghasilkan tenaga gabungan 620 kW dan torsi 1.320 Nm.

Performa yang diklaim juga tidak kecil untuk SUV sebesar ini. Akselerasi 0-100 km/jam disebut 4,5 detik, sementara jarak tempuh listrik murni mencapai 280 km menurut standar CLTC.

Ukuran besar dan kemampuan jelajah jauh

G919 hadir dengan dimensi yang tergolong besar. Panjangnya 5.135 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.950 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm.

Dalam penggunaan kombinasi daya listrik dan mesin bensin, total jarak tempuhnya disebut mencapai 1.350 km. Model ini diperkirakan meluncur pada paruh kedua 2026, sehingga posisinya masih berada di tahap menuju produksi komersial.

Tetap mempertahankan karakter off-road

Meski memakai elektrifikasi, Hongqi tidak meninggalkan pendekatan off-road tradisional. G919 menggunakan konstruksi body-on-frame, yakni bodi dan sasis dibuat terpisah untuk mendukung ketahanan di medan berat.

SUV ini juga dibekali suspensi udara dan pengunci diferensial di kedua gardan. Hongqi turut mengonfirmasi adanya tiga pengunci diferensial, yang membantu traksi saat mobil melintasi jalur licin, berbatu, atau ketika sebagian roda kehilangan cengkeraman.

Prototipe dan unit pameran G919 juga terlihat memakai ban segala medan, kait derek pemulihan, perangkat pembawa barang di atap, ban serep belakang, serta sensor lidar di atap. Detail itu memperlihatkan bahwa Hongqi menyiapkan G919 sebagai SUV premium yang tetap siap dipakai ke luar jalan raya.

Masuk pasar yang makin padat

Langkah Hongqi muncul di saat pasar SUV off-road listrik di China semakin ramai. Zeekr 9X dan Zeekr 8X ikut menunjukkan meningkatnya minat terhadap SUV premium elektrifikasi, sementara Tank, Fang Cheng Bao, dan Yangwang juga sudah lebih dulu menghadirkan model off-road yang semakin spesifik.

Di tengah persaingan itu, Hongqi datang dengan modal merek premium dan pendekatan teknis yang agresif. Data China EV DataTracker yang dikutip CarNewsChina menunjukkan penjualan domestik Hongqi mencapai 19.580 unit pada April 2026, setara 1,4 persen pangsa pasar mobil penumpang China.

G919 menjadi sinyal bahwa Hongqi ingin bersaing bukan hanya lewat nama besar, tetapi juga lewat teknologi, kemampuan jelajah, dan karakter off-road yang lebih serius. Kehadirannya di paruh kedua 2026 berpotensi menambah panas persaingan di kelas SUV elektrifikasi berkemampuan medan berat.

Source: voi.id

Berita Terkait

Back to top button