Rupiah Masih Tertekan, Auto2000 Tahan Harga Oli Dan Suku Cadang Sampai Akhir Juni

Rupiah yang terus melemah membuat banyak pelaku otomotif bersiap mengubah harga. Namun Auto2000 memilih menahan harga oli dan suku cadang lebih lama di tengah tekanan kurs yang membuat biaya impor berpotensi naik.

Chief Executive Officer Auto2000, Anton Jimmy Suwandy, mengatakan belum ada rencana penyesuaian harga untuk oli maupun komponen kendaraan. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan kebijakan harga akan berubah mengikuti perkembangan nilai tukar dan kondisi pasar.

Anton menyebut sampai saat ini harga oli belum naik. Ia juga menegaskan bahwa sejumlah komponen memang masih bergantung pada pasokan impor, walau ada pula yang berasal dari lokal.

“Untuk oli sampai sekarang belum ada kenaikan. Tapi saya nggak tahu ke depannya bagaimana, apalagi sekarang dollar udah Rp 18 ribu,” ujar Anton saat ditemui di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, belum lama ini. Ia menambahkan bahwa kondisi pasar tetap menjadi pertimbangan utama sebelum perusahaan mengambil keputusan.

Auto2000 tidak memakai strategi harga yang otomatis mengikuti kenaikan biaya akibat penguatan dolar. Perusahaan, kata Anton, melihat daya beli konsumen dan situasi pasar sebelum menentukan waktu dan besaran penyesuaian harga.

“Strategi kita bukan cost plus, jadi bukan serta merta dollar naik 10 persen, terus harga juga naik 10 persen. Kita juga melihat kondisi di pasar seperti apa,” katanya. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga, jika terjadi, akan disesuaikan dengan timing dan angka yang diharapkan masih bisa diterima masyarakat.

Di tengah upaya menahan harga, Auto2000 bersama distributor tetap berusaha menjaga stabilitas setidaknya sampai akhir Juni. Anton mengatakan belum ada kepastian soal berapa lama harga bisa dipertahankan, karena pembahasan lanjutan masih berlangsung.

“Nggak ada yang tahu, tapi kita diskusi dengan distributor minimal kita sampai bulan ini tidak ada kenaikan. Tapi Juli onward kita masih menunggu kabar,” ujarnya. Ia menyebut koordinasi juga dilakukan dengan TAM untuk melihat apakah ada kenaikan harga atau tidak.

Situasi ini membuat konsumen diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan harga di masa mendatang. Anton menyarankan pembelian mobil dan kebutuhan servis tidak ditunda, karena tekanan terhadap nilai tukar sulit dikendalikan.

“Kalau butuh pembelian mobil dan servis, ya jangan ditunda-tunda karena kalau melihat kondisi sekarang kan tidak bisa dikontrol,” pungkasnya. Sinyal itu memperlihatkan bahwa keputusan harga di jaringan bengkel Auto2000 masih sangat bergantung pada arah rupiah dan respons pasar dalam waktu dekat.

Source: voi.id

Berita Terkait

Back to top button