Harga BBM Pertamina kembali naik dan dampaknya langsung terasa di banyak daerah per 11 Juni 2026. Di sejumlah wilayah, Pertamax tembus Rp17.000 per liter, sementara Pertamax Green 95 bahkan mencapai Rp17.000 di wilayah Jawa dan Bali tertentu, membuat selisih dengan BBM subsidi makin lebar.
Kenaikan ini mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 setelah PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Perubahan tersebut mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan evaluasi berkala perusahaan, serta berbeda antarwilayah karena biaya distribusi, kondisi geografis, dan status kawasan tertentu seperti FTZ.
Kenaikan yang paling terasa di produk utama
Di wilayah Jawa yang menjadi acuan utama distribusi dan konsumsi, Pertamax naik ke Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 tercatat di Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, lonjakan Pertamax terbilang mencolok. Produk yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp12.300 per liter kini naik jauh lebih tinggi, sementara Pertamax Green 95 yang sebelumnya di bawah Rp13.000 per liter ikut terdorong mendekati Rp17.000 per liter.
Kondisi ini membuat pemilik kendaraan yang mengandalkan BBM nonsubsidi perlu menyesuaikan anggaran harian. Di saat yang sama, Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Wilayah yang mencatat harga lebih tinggi
Tidak semua daerah memiliki harga yang sama. Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax berada di Rp17.000 per liter, sementara Pertamina Dex mencapai Rp25.900 per liter dan Dexlite Rp24.000 per liter.
Harga tinggi juga terlihat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Di dua wilayah ini, Pertamax tercatat Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp21.650 per liter, Dexlite Rp24.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax berada di Rp16.650 per liter. Pada kelompok wilayah ini, Pertamax Turbo dipatok Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.
Harga berbeda di kawasan khusus dan wilayah timur
FTZ Sabang dan FTZ Batam menunjukkan pola harga yang lebih rendah pada beberapa produk. Di FTZ Sabang, Pertamax tercatat Rp15.250 per liter, sedangkan di FTZ Batam Rp15.500 per liter, dengan Pertalite tetap Rp10.000 per liter di keduanya.
Di Nusa Tenggara Timur, Pertamax tetap berada di Rp16.250 per liter, tetapi Biosolar non-subsidi tercatat Rp22.900 per liter. Sementara itu, Bali dan Nusa Tenggara Barat juga mencatat Pertamax di Rp16.250 per liter dengan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Kenaikan harga ini juga terlihat di wilayah Sulawesi, yang mencatat Pertamax Rp16.650 per liter dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Untuk Maluku dan Maluku Utara, Pertamax berada di Rp16.650 per liter, sedangkan Pertamax Turbo tidak tersedia.
Daftar harga acuan di Jawa per 11 Juni 2026
Di wilayah Jawa, daftar harga Pertamina per 11 Juni 2026 menunjukkan Pertalite Rp10.000 per liter. Biosolar subsidi dipatok Rp6.800 per liter, Pertamax Rp16.250 per liter, dan Pertamax Pertashop Rp16.150 per liter.
Untuk lini lebih tinggi, Pertamax Green 95 berada di Rp17.000 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter. Dexlite tercatat Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Pembaruan harga ini membuat selisih antara BBM subsidi dan nonsubsidi semakin besar di SPBU Pertamina. Karena harga nonsubsidi dapat berubah mengikuti dinamika harga minyak dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah, pengendara disarankan mengecek tarif terbaru sebelum mengisi bahan bakar.
Source: moladin.com