Vario 160 Ternyata Lebih Hemat, Selisih Biaya Setahun Bisa Tembus Rp825 Ribu

Di segmen skutik 150 cc, Yamaha Aerox 155 dan Honda Vario 160 sama-sama menawarkan tenaga sekitar 15,4 PS. Namun, saat dihitung dari biaya operasional selama setahun, perbedaan efisiensi keduanya justru cukup terasa.

Simulasi penggunaan harian menunjukkan Honda Vario 160 lebih hemat dengan selisih pengeluaran sekitar Rp825.000 per tahun. Angka itu muncul terutama dari konsumsi BBM yang lebih irit dan biaya perawatan yang cenderung lebih ringan.

Perbedaan yang paling cepat terasa ada di BBM

Yamaha Aerox 155 dibekali mesin 155 cc berteknologi VVA dengan tangki bahan bakar 5,5 liter dan bobot sekitar 122 kg. Dalam penggunaan normal, konsumsi BBM-nya berada di kisaran 40–43 km/liter.

Dengan asumsi jarak tempuh 12.000 km per tahun dan harga BBM Rp12.500 per liter, kebutuhan bensin Aerox 155 mencapai sekitar 286 liter. Biaya tahunannya diperkirakan Rp3.575.000.

Honda Vario 160 memakai mesin 156,9 cc eSP+ 4 katup dengan tangki 5,5 liter. Honda mengklaim konsumsi BBM model ini mencapai 46,9 km/liter.

Pada simulasi yang sama, Vario 160 membutuhkan sekitar 256 liter bensin per tahun. Total biaya BBM-nya sekitar Rp3.200.000, atau lebih hemat sekitar Rp375.000 dibanding Aerox 155.

Biaya servis dan komponen ikut memengaruhi

Selain bensin, biaya servis rutin juga memberi pengaruh besar pada total pengeluaran tahunan. Untuk Aerox 155, estimasi biaya servis dan penggantian oli selama setahun berada di kisaran Rp600.000–Rp800.000.

Rinciannya mencakup ganti oli mesin empat kali, oli gardan dua kali, dan servis ringan. Pada tabel simulasi, angka yang dipakai adalah Rp700.000.

Vario 160 dinilai memiliki perawatan rutin yang relatif sederhana. Estimasi total biaya servisnya berada di kisaran Rp500.000–Rp700.000, dan simulasi memakai angka Rp600.000.

Ban Aerox lebih mahal karena ukuran lebih lebar

Aerox 155 menggunakan ban depan 110/80-14 dan ban belakang 140/70-14. Satu set ban untuk model ini berkisar Rp900.000–Rp1.300.000.

Vario 160 memakai ban depan 100/80-14 dan ban belakang 120/70-14. Harga satu set ban berada di kisaran Rp700.000–Rp1.000.000.

Jika penggantian ban dilakukan sekali dalam setahun, Vario 160 kembali unggul dari sisi biaya. Dalam simulasi, Aerox 155 memakai angka Rp1.100.000, sedangkan Vario 160 Rp850.000.

Komponen CVT juga masih lebih ringan di Vario

Komponen CVT seperti roller, v-belt, dan kampas kopling biasanya diperiksa setelah jarak tertentu. Untuk Aerox 155, estimasinya Rp500.000–Rp800.000.

Vario 160 memiliki estimasi biaya CVT Rp400.000–Rp700.000. Pada simulasi, angka yang dipakai adalah Rp650.000 untuk Aerox 155 dan Rp550.000 untuk Vario 160.

Perbedaannya tidak terlalu jauh, tetapi suku cadang Honda umumnya sedikit lebih murah. Selisih kecil di beberapa pos justru membuat total biaya tahunan keduanya makin terpaut.

Total setahun menunjukkan jarak yang jelas

Dari seluruh komponen yang dihitung, total biaya operasional Yamaha Aerox 155 mencapai Rp6.025.000. Sementara itu, Honda Vario 160 berada di angka Rp5.200.000.

Artinya, Honda Vario 160 berpotensi lebih hemat sekitar Rp825.000 dalam setahun. Selisih ini tetap dapat berubah tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, harga BBM, dan intensitas pemakaian.

Dari sisi efisiensi, Vario 160 lebih unggul untuk pengguna harian yang ingin menekan pengeluaran. Aerox 155 tetap menarik bagi pengendara yang lebih mengutamakan performa sporty, desain racing, serta handling yang lebih mantap dengan ban lebar.

Exit mobile version