Mitsubishi kembali memainkan kartu lama yang masih punya daya tarik kuat: nama Eclipse. Setelah lebih dulu menghadirkan Eclipse Cross EV hasil rebadge Renault Scenic E-Tech di Eropa, pabrikan Jepang itu kini menyiapkan model listrik baru dengan nama yang sama untuk pasar Amerika Utara.
Yang membuatnya menarik, Eclipse Cross EV terbaru ini punya hubungan erat dengan Nissan Leaf generasi ketiga. Keduanya lahir dari kolaborasi di aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi yang dalam beberapa tahun terakhir makin aktif berbagi platform dan teknologi.
Bentuk Baru, Basis Sama
Secara teknis, Eclipse Cross EV dan Nissan Leaf terbaru memang berbagi platform CMF-EV. Namun Mitsubishi tidak sekadar menempelkan logo pada mobil donor, karena sentuhan desain yang dibawa membuat tampilannya terasa berbeda dan lebih berkarakter.
Di bagian depan, Eclipse Cross EV mendapat bumper dengan area bawah yang lebih lebar. Aksen horizontal juga membuat wajah mobil ini terlihat lebih tegas dibanding Leaf.
Lampu daytime running light memakai grafis berbentuk huruf “J”. Identitas Mitsubishi makin kuat lewat logo tiga berlian di tengah grille dengan elemen vertikal khas, sehingga kesan sporty lebih menonjol.
Belakang Lebih Tegas, Bukan Sekadar Kembar
Perbedaan desain juga terlihat dari belakang. Mitsubishi tidak memakai lampu belakang menyatu seperti Nissan Leaf, lalu menggantinya dengan tulisan Mitsubishi berukuran besar di pintu bagasi.
Pilihan ini membuat Eclipse Cross EV terlihat lebih premium dan modern. Pendekatan tersebut juga memberi jarak visual yang cukup jelas dari model asal platformnya.
Kabin Masih Ditutup Rapat
Sampai saat ini Mitsubishi belum merilis foto resmi interior Eclipse Cross EV. Meski begitu, basis yang dipakai membuat kabinnya diperkirakan mengadopsi desain Nissan Leaf generasi terbaru.
Jika itu benar, pengguna berpotensi menemukan layar digital besar yang menyatukan panel instrumen dan sistem infotainment dalam satu area. Tata letak seperti ini sedang banyak dipakai karena terasa modern dan memudahkan pengemudi.
Ruang kabin yang lapang juga menjadi nilai penting. Bagi keluarga muda maupun pengguna harian, kombinasi itu bisa membuat Eclipse Cross EV cocok untuk mobilitas perkotaan sekaligus perjalanan jarak jauh.
Performa Masih Menunggu Kepastian
Mitsubishi belum mengumumkan spesifikasi resmi untuk Eclipse Cross EV. Namun karena memakai platform yang sama dengan Leaf terbaru, gambaran kemampuannya sudah mulai bisa dibaca.
Sebagai pembanding, Nissan Leaf generasi terbaru hadir dengan baterai 52 kWh dan 75 kWh. Varian standar menghasilkan 177 PS dan torsi 345 Nm, sedangkan versi lebih tinggi mencapai 218 PS dan torsi 355 Nm.
Jika Mitsubishi mengadopsi pendekatan serupa, Eclipse Cross EV berpeluang menawarkan performa yang cukup bertenaga untuk kebutuhan harian. Di saat yang sama, strategi berbagi platform juga bisa membantu efisiensi biaya produksi dan mempercepat pematangan teknologi.
Siap Mengisi Celah di Lini EV Mitsubishi
Eclipse Cross EV dijadwalkan meluncur di Amerika Utara pada paruh kedua 2026. Kehadirannya menunjukkan Mitsubishi makin serius memperkuat jajaran kendaraan listrik globalnya.
Nama Eclipse yang dihidupkan kembali, desain yang lebih sporty, dan teknologi hasil kolaborasi membuat model ini punya posisi menarik di tengah pasar EV yang makin ramai. Bagi konsumen yang mencari mobil listrik Mitsubishi dengan karakter berbeda, Eclipse Cross EV tampaknya layak masuk daftar pantauan.
Source: moladin.com