Pengguna jalan yang melintas di Tol Cipularang dan Padaleunyi perlu lebih waspada karena ada pekerjaan pemeliharaan jalan di sejumlah titik. Selama pekerjaan berlangsung, beberapa lajur dan ramp untuk sementara tidak bisa dilintasi.
Jasa Marga menjalankan pekerjaan rekonstruksi perkerasan serta scrapping, filling, and overlay (SFO) mulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 13.00 WIB hingga Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Pekerjaan ini mencakup dua arah perjalanan, baik menuju Bandung maupun Jakarta, serta area akses keluar-masuk di Padaleunyi.
Kondisi ini penting diperhatikan karena titik pekerjaan tersebar di ruas utama dan ramp yang kerap dipakai pengendara. Dampaknya, arus lalu lintas tetap berjalan, tetapi ruang gerak kendaraan berkurang pada lokasi yang sedang ditangani.
Jasa Marga menegaskan lajur yang menjadi objek pekerjaan untuk sementara tidak dapat dilintasi selama pekerjaan berlangsung. Namun, lajur lain tetap difungsikan untuk lalu lintas kendaraan.
Titik pekerjaan di Tol Cipularang
Di ruas Tol Cipularang arah Jakarta, pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilakukan di lajur 1 pada KM 102+964 hingga KM 71+227. Lokasi ini mencakup tiga titik pekerjaan.
Untuk arah Bandung, pekerjaan tersebar di beberapa bagian. Titiknya meliputi lajur bahu luar KM 68+149 hingga KM 68+210, lajur 2 KM 76+925 hingga KM 77+083 pada dua titik, serta lajur 1 KM 90+285 hingga KM 90+400 juga pada dua titik.
Sebaran ini menunjukkan bahwa pekerjaan tidak hanya berada di jalur utama, tetapi juga menyasar bahu luar. Karena itu, pengendara perlu lebih cermat membaca rambu saat mendekati area kerja.
Titik pekerjaan di Tol Padaleunyi
Di ruas Tol Padaleunyi, pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilakukan pada banyak akses penting. Arah Padalarang menjadi salah satu yang paling padat titik pekerjaannya karena mencakup on ramp, off ramp, dan akses masuk.
Lokasinya meliputi lajur 1 On Ramp Padalarang, lajur 1 Off Ramp Buah Batu, lajur 2 On Ramp Pasteur, dan lajur 1 On Ramp Kopo. Selain itu, ada pekerjaan di lajur 1 Off Ramp Baros, lajur 1 Akses Masuk Pasteur, lajur 2 Off Ramp Pasir Koja, serta lajur 2 On Ramp Baros.
Pekerjaan lain juga dilakukan di lajur 1 Off Ramp Buah Batu, lajur 2 KM 145+306 hingga KM 145+233, lajur 2 Off Ramp Moh Toha, dan lajur 2 Off Ramp Kopo. Sementara itu, untuk arah Cileunyi, rekonstruksi perkerasan dilakukan di lajur 3 Off Ramp Cileunyi.
Banyaknya titik di area ramp membuat pengguna jalan perlu mengantisipasi pergerakan kendaraan sejak sebelum masuk atau keluar gerbang akses. Pengendara yang biasa memakai akses Pasteur, Kopo, Baros, Moh Toha, Pasir Koja, Buah Batu, dan Cileunyi perlu memberi waktu perjalanan lebih longgar.
Pekerjaan SFO di Padaleunyi
Selain rekonstruksi perkerasan, Padaleunyi juga menjalani pekerjaan scrapping, filling, and overlay. Pekerjaan ini berlangsung di arah Cileunyi maupun arah Padalarang.
Untuk arah Cileunyi, titiknya berada di lajur bahu luar KM 131+612 hingga KM 131+794 dan ramp KM 131+674 hingga KM 131+874. Ada pula pekerjaan di lajur bahu luar dan ramp Off Ramp M Toha serta KM 138+556 hingga KM 138+641 pada dua titik, ramp On Ramp M Toha arah Cileunyi, dan lajur 1 KM 142+292 hingga KM 142+456.
Sementara itu, arah Padalarang mencakup lajur 2 KM 152+632 hingga KM 155+362 pada dua titik. Pekerjaan lainnya berada di lajur 1 KM 155+547 hingga KM 155+452.
Dengan sebaran titik yang cukup panjang, potensi perlambatan bisa muncul secara bergantian di beberapa segmen. Pengendara perlu menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan saat memasuki area yang ditandai pekerjaan.
Imbauan untuk pengguna jalan
Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat pekerjaan tersebut. Operator jalan tol itu juga mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan mematuhi pengaturan lalu lintas di lapangan.
Pengendara diminta memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas selama melintas di lokasi pekerjaan. Pengaturan waktu dan rute perjalanan juga dianjurkan agar perjalanan tetap lancar.
Selain itu, pengguna jalan diminta memastikan kecukupan saldo kartu elektronik sebelum masuk tol. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari hambatan tambahan saat arus kendaraan sedang menyesuaikan dengan penyempitan lajur di titik pemeliharaan.
Source: otomotif.kompas.com






