Salah langkah saat memperbaiki baterai motor listrik tipe SLA bisa berujung biaya dobel. Mengganti hanya satu unit baterai dalam satu rangkaian disebut dapat membuat motor kembali bermasalah dalam waktu sangat singkat, bahkan ada yang hanya bertahan dua minggu.
Peringatan ini penting karena baterai SLA masih dipakai di banyak motor listrik. Saat performanya menurun, keputusan servis yang terlihat lebih hemat justru bisa memicu ketidakseimbangan kerja satu paket baterai.
Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menyarankan baterai SLA diganti satu paket. Menurut dia, jika dalam satu rangkaian ada empat baterai, maka semuanya sebaiknya diganti sekaligus.
Ia menjelaskan, penggantian satu baterai saja akan memengaruhi performa keseluruhan. Penyebabnya, baterai baru memiliki karakteristik berbeda dengan baterai lama yang kapasitasnya sudah turun akibat pemakaian.
Perbedaan kondisi itu membuat paket baterai tidak bekerja optimal. Dampaknya, masalah lama berpotensi muncul lagi dalam waktu dekat meski salah satu unit sudah diganti baru.
Menurut Abdulah, kasus seperti ini kerap terjadi di lapangan. Ia menyebut ada konsumen yang tetap meminta ganti satuan meski sudah dijelaskan risikonya.
Kenapa cepat bermasalah lagi
Dalam sistem baterai SLA pada motor listrik, beberapa unit aki dirangkai menjadi satu paket. Karena bekerja bersama, kondisi tiap unit harus seimbang agar suplai daya tetap stabil.
Saat satu baterai baru dipasang berdampingan dengan baterai lama, keseimbangan itu terganggu. Unit baru dan lama tidak lagi memiliki kapasitas serta karakter kerja yang sama.
Abdulah mengatakan, hasilnya sering tidak bertahan lama. Menurut dia, motor yang hanya diganti satu baterainya kerap kembali ke bengkel dalam dua minggu, bahkan ada yang baru dua hari sudah bermasalah lagi.
Pola ini menunjukkan bahwa biaya lebih murah di awal belum tentu efisien. Jika kerusakan berulang, pemilik motor bisa kembali mengeluarkan ongkos servis dan penggantian tambahan.
Masih banyak dipakai motor listrik
Baterai SLA masih digunakan pada cukup banyak model motor listrik. Abdulah mencontohkan Uwinfly T3 sebagai salah satu motor yang memakai tipe ini.
Ia juga menyebut sejumlah model Yadea masih menggunakan baterai SLA. Pada beberapa model, jumlah baterainya bahkan lebih banyak, mencapai enam unit dalam satu paket.
Konsekuensinya, biaya penggantian bisa lebih tinggi. Semakin besar kapasitas paket yang dipakai, semakin besar pula dana yang harus disiapkan bila seluruh unit diganti bersamaan.
Di sisi lain, penggantian total justru dinilai lebih aman untuk menjaga keseragaman performa. Langkah ini dianggap lebih sesuai dengan karakter kerja baterai SLA yang saling terhubung dalam satu susunan.
Memahami karakter baterai SLA
SLA merupakan singkatan dari Sealed Lead Acid. Ini adalah baterai timbal-asam tertutup yang dirancang minim perawatan.
Karena elektrolitnya tertutup rapat, pengguna tidak perlu menambah air aki secara berkala. Karakter inilah yang membuat SLA lama dikenal praktis untuk pemakaian harian.
Namun SLA juga punya keterbatasan. Dibanding baterai lithium-ion, harganya memang lebih terjangkau, tetapi bobotnya lebih berat dan kepadatan energinya lebih rendah.
Umur pakainya juga umumnya lebih pendek daripada lithium-ion. Karena itu, ketika performanya mulai turun, penanganan yang tepat menjadi penting agar kerusakan tidak cepat berulang.
Pada umumnya, motor listrik berbasis SLA memakai empat hingga enam unit aki yang dirangkai menjadi satu paket. Jumlah ini bergantung pada kapasitas dan kebutuhan daya masing-masing model.
Susunan seperti itu membuat kondisi tiap unit saling memengaruhi. Jika satu baterai melemah atau diganti tidak seragam, keseluruhan sistem bisa ikut terdampak.
Contoh baterai SLA yang mati total juga membutuhkan penanganan khusus agar bisa hidup kembali. Salah satu proses yang diperlukan adalah slow charge.
Bagi pemilik motor listrik yang masih mengandalkan SLA, memahami karakter baterai ini menjadi kunci sebelum memutuskan perbaikan. Dalam banyak kasus, mengganti satuan memang terlihat lebih murah, tetapi justru membuka risiko motor kembali bermasalah hanya dalam hitungan hari atau minggu.
