Mitsubishi resmi menghidupkan kembali nama Eclipse untuk model kendaraan listrik terbaru di Amerika Utara. Nama yang dulu lekat dengan coupe sport itu kini berubah total menjadi crossover listrik bernama Eclipse Sportback EV.
Perubahan ini langsung menarik perhatian karena Eclipse dikenal sebagai mobil performa tinggi pada periode 1989-2011. Kini, Mitsubishi memilih menempelkan nama tersebut pada model berbasis Nissan Leaf generasi terbaru.
Mitsubishi mengonfirmasi Eclipse Sportback EV akan meluncur sebagai model tahun 2027. Pemasarannya di Amerika Utara dijadwalkan mulai pada paruh kedua tahun ini, seperti dilaporkan Carscoops.
Langkah ini juga menunjukkan arah baru Mitsubishi dalam strategi produknya. Pabrikan Jepang itu menargetkan menghadirkan model baru atau pembaruan signifikan setiap tahun hingga 2030.
Berbasis Nissan Leaf, tetapi diberi identitas baru
Eclipse Sportback EV dibangun di atas platform CMF-EV. Platform ini juga digunakan oleh Nissan Leaf terbaru dan Nissan Ariya.
Basis teknis yang sama membuat proporsi mobil ini sangat dekat dengan Leaf. Dari samping, siluet crossover bergaya fastback tetap dipertahankan hampir tanpa perubahan besar.
Meski begitu, Mitsubishi tetap memberi pembeda visual di beberapa area utama. Bagian depan memakai bumper baru, grille berbeda, dan saluran udara horizontal yang diklaim membantu aerodinamika.
Lampu depan LED yang digunakan terlihat sangat mirip dengan milik Nissan Leaf. Namun Eclipse Sportback EV tidak memakai panel trim hitam yang menghubungkan kedua lampu depan seperti pada model Nissan.
Di sisi bodi, perubahan juga tergolong ringan. Mitsubishi menambahkan emblem EV pada pintu depan, aksen krom di sekitar jendela, dan pelek aerodinamis 18 inci yang juga dipakai Leaf S+.
Bagian belakang pun mendapat revisi terbatas. Mitsubishi menghadirkan bumper belakang baru, pintu bagasi tanpa panel hitam mengilap khas Leaf, serta grafis lampu LED belakang yang berbeda.
Model ini juga tidak mendapatkan lampu belakang "3D holographic LED" yang menjadi ciri varian tertinggi Nissan Leaf Platinum+. Artinya, diferensiasi desain lebih banyak bertumpu pada detail kosmetik ketimbang perubahan bentuk menyeluruh.
Kabin masih dirahasiakan
Mitsubishi belum memperlihatkan tampilan interior Eclipse Sportback EV. Karena itu, detail resmi mengenai tata letak kabin, material, dan fitur belum diumumkan.
Sejumlah pengamat memperkirakan desain kabinnya tidak akan jauh berbeda dari Nissan Leaf. Perbedaan yang paling mudah diperkirakan adalah penggunaan logo Mitsubishi pada lingkar kemudi.
Sebagai acuan, Nissan Leaf terbaru menawarkan dua layar digital berukuran 12,3 inci atau 14,3 inci tergantung varian. Belum diketahui apakah Eclipse Sportback EV juga akan dibekali atap panoramik elektrokromik dan sistem audio Bose Personal dengan speaker terintegrasi pada sandaran kepala.
Ketiadaan detail kabin ini membuat fokus sementara tertuju pada posisi model dan basis teknisnya. Mitsubishi tampaknya masih menyimpan informasi lengkap untuk mendekati peluncuran resmi.
Potensi spesifikasi dan jarak tempuh
Spesifikasi teknis lengkap Eclipse Sportback EV belum diumumkan. Namun jika mengacu pada Nissan Leaf terbaru, model ini berpotensi hadir dengan pilihan baterai 52 kWh dan 75 kWh.
Sistem penggeraknya disebut memakai motor listrik tunggal. Tenaganya masing-masing 174 hp atau 214 hp, tergantung varian.
Untuk jarak tempuh, Nissan Leaf terbaru mampu mencapai hingga 488 km berdasarkan standar EPA Amerika Serikat. Angka itu memberi gambaran tentang potensi kemampuan Eclipse Sportback EV, meski Mitsubishi belum mengonfirmasi angka final untuk modelnya sendiri.
Harga juga belum diumumkan. Mitsubishi menyatakan informasi spesifikasi lengkap dan banderol akan disampaikan menjelang peluncuran resmi di pasar.
Bagian dari rencana produk yang lebih luas
Kehadiran Eclipse Sportback EV bukan satu-satunya agenda baru Mitsubishi. Perusahaan juga menyiapkan varian SUV tangguh berbasis Outlander yang dirancang untuk kebutuhan off-road.
Model SUV tersebut dijadwalkan meluncur pada awal 2027. Ini memperlihatkan bahwa Mitsubishi sedang merapikan portofolio dengan arah yang mencakup kendaraan listrik sekaligus SUV berkarakter kuat.
Bagi pasar Amerika Utara, kembalinya nama Eclipse membawa pesan yang cukup jelas. Mitsubishi tidak sekadar menghidupkan nama lama, tetapi menggunakannya untuk menandai pergeseran besar dari warisan mobil sport menuju era elektrifikasi.
Perubahan itu bisa memicu perdebatan di kalangan penggemar lama Eclipse. Namun dari sudut bisnis, nama yang sudah dikenal luas memberi modal identitas yang kuat saat Mitsubishi memperluas jajaran kendaraan listriknya.
