Ford Fiesta ST dan RS Bangkit Lagi, Kali Ini Jadi EV AWD yang Siap Guncang GR Yaris

Author: Qoo Media

Ford dipastikan akan menghidupkan lagi Fiesta ST dan RS setelah sebelumnya menghentikan salah satu hatchback ikoniknya itu. Kebangkitan model performa tinggi ini dijadwalkan meluncur pada 2028, dengan perubahan besar karena generasi barunya akan beralih menjadi mobil listrik murni.

Kabar ini penting karena Fiesta bukan sekadar nama lama di lini Ford, terutama di Eropa. Model tersebut pernah mendominasi penjualan, sehingga kembalinya emblem ST dan RS membawa arti strategis sekaligus emosional bagi merek dan komunitas otomotif.

Ford menegaskan langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas merek performa serta kedekatan dengan penggemar. Di tengah gelombang elektrifikasi, perusahaan ingin memastikan karakter mobil yang menyenangkan untuk dikendarai tetap bertahan.

Perubahan paling besar ada pada basis teknologinya. Ford Fiesta generasi kedelapan disebut akan memakai arsitektur EV modular baru yang membuka ruang lebih luas bagi pengembangan performa dibandingkan generasi sebelumnya.

Fiesta ST dan RS Masuk Era Listrik

Laporan media Inggris menyebut generasi terbaru Fiesta menjadi bagian dari strategi global Ford yang menitikberatkan performa dinamis dan karakter berkendara agresif. Artinya, perpindahan ke tenaga listrik tidak diarahkan semata untuk efisiensi, tetapi juga untuk menjaga identitas hot hatch yang selama ini melekat pada Fiesta ST dan RS.

Arsitektur baru itu juga menjadi lompatan teknis untuk model ini. Platform tersebut mendukung konfigurasi suspensi belakang multi-link, sesuatu yang berbeda dari Fiesta generasi sebelumnya yang setia menggunakan suspensi belakang semi-independent twist-beam axle.

Bagi model performa, perubahan konstruksi ini penting karena dapat meningkatkan kemampuan pengendalian. Dengan dasar teknik yang lebih canggih, Ford punya ruang lebih besar untuk menyetel respons sasis agar tetap tajam dan agresif.

Platform EV modular itu juga memberi fleksibilitas pada tim Ford Performance. Salah satu potensi terbesar yang dibuka adalah penggunaan dua motor listrik atau dual-motor setup.

Peluang AWD Jadi Pembeda Besar

Jika skenario itu dipakai, Fiesta terbaru berpeluang mencetak sejarah baru sebagai Fiesta dengan sistem penggerak semua roda atau AWD. Ini menjadi perubahan besar dibandingkan karakter Fiesta ST sebelumnya yang mengandalkan penggerak roda depan.

Kehadiran AWD bertenaga listrik dinilai bisa membawa Fiesta ST atau RS ke level persaingan yang berbeda. Ford berpotensi menantang dominasi hot hatch berpenggerak empat roda di pasar global, termasuk model seperti Toyota GR Yaris.

Keunggulan utama sistem listrik ada pada karakter tenaga dan torsinya yang instan. Walau angka spesifikasi resmi untuk versi EV belum dirilis, konfigurasi dual motor disebut akan menghasilkan figur performa yang lebih baik dibandingkan mesin EcoBoost lama.

Hal itu membuat comeback Fiesta ST dan RS tidak hanya menjadi upaya nostalgia. Ford justru tampak ingin memosisikan model ini sebagai evolusi yang lebih ekstrem dibanding pendahulunya.

Tolok Ukur dari Generasi Terakhir

Sebagai pembanding, generasi terakhir Ford Fiesta ST memakai mesin 1.5-liter 3-silinder EcoBoost. Mesin itu menghasilkan tenaga 197 dk dan torsi 320 Nm.

Seluruh tenaga disalurkan lewat transmisi manual 6-percepatan ke roda depan. Dalam konfigurasi itu, Fiesta ST mampu berakselerasi dari 0-100 km per jam dalam 6,5 detik.

Spesifikasi tersebut selama ini menjadi salah satu alasan Fiesta ST mendapat reputasi kuat sebagai hot hatch yang lincah dan menyenangkan. Karena itu, versi listriknya akan menghadapi ekspektasi tinggi, bukan hanya soal tenaga, tetapi juga sensasi berkendara.

Ford tampaknya sadar bahwa emblem ST dan RS tidak bisa sekadar ditempel pada model listrik biasa. Nama besar itu menuntut karakter yang khas, sehingga basis teknis baru dan kemungkinan AWD menjadi bagian penting dari arah pengembangannya.

Di sisi lain, keputusan mempertahankan nama ST dan RS menunjukkan bahwa Ford tidak melihat elektrifikasi sebagai akhir dari mobil performa. Perusahaan justru ingin menunjukkan bahwa mobil berperforma tinggi bisa berevolusi tanpa kehilangan daya tarik utamanya.

Bagi pasar Eropa, langkah ini punya bobot tambahan karena Fiesta pernah menjadi salah satu pemain utama di segmen hatchback. Menghidupkan kembali versi ST dan RS memberi sinyal bahwa Ford masih ingin hadir kuat di ruang yang dibangun oleh loyalitas penggemar dan tradisi performa.

Dengan jadwal peluncuran pada 2028, Fiesta ST dan RS baru masih menyisakan banyak ruang untuk spekulasi teknis. Namun satu hal sudah jelas, Ford menyiapkan kembalinya nama besar ini bukan sebagai pengulangan masa lalu, melainkan sebagai hot hatch listrik dengan orientasi performa yang lebih serius.

Source: kabaroto.com
Terbaru