Wuling Huajing S Pamer Kabin Huawei Dan Jarak Listrik 235 Km, Indonesia Menyusul?

Wuling Huajing S mulai menarik perhatian karena posisinya bukan sekadar SUV baru, melainkan flagship elektrifikasi yang lahir dari kolaborasi SAIC-GM-Wuling dan Huawei. Setelah diperkenalkan di Auto China di Beijing pada April lalu, model ini juga mulai dipamerkan Wuling Malaysia di Kuala Lumpur International Mobility Show, yang memunculkan pertanyaan apakah pasar Indonesia akan menjadi tujuan berikutnya.

Daya tarik utamanya ada pada kombinasi desain modern, kabin digital, dan teknologi bantuan berkendara yang menargetkan konsumen SUV premium. Di tengah tren elektrifikasi yang terus naik, Huajing S hadir sebagai jawaban Wuling untuk segmen yang menuntut kenyamanan, tenaga, dan nilai teknologi dalam satu paket.

SUV flagship dengan sentuhan Huawei

Peran Huawei pada Huajing S tidak berhenti di sisi pemasaran. Huawei ikut memainkan peran penting dalam desain mobil ini melalui model Huawei Inside (HI) Plus, termasuk pada tampilan depan yang menggabungkan lampu utama dan bilah cahaya LED memanjang.

Wajah seperti ini memberi kesan futuristis dan tegas. Karakter itu sejalan dengan posisinya sebagai SUV premium tiga baris yang ditujukan untuk keluarga besar maupun pengguna yang mencari citra lebih mewah.

Dimensi besar untuk ruang kabin yang lapang

Huajing S dirancang sebagai SUV unggulan dengan ukuran bodi yang besar. Panjangnya mencapai 5.235 mm, sedangkan wheelbase 3.105 mm.

Dimensi tersebut membuat kabinnya berpotensi terasa lebih lega untuk seluruh penumpang. Konfigurasi tiga baris juga memperkuat orientasinya sebagai SUV yang mengutamakan ruang dan kenyamanan.

PHEV dengan performa dan efisiensi

Di balik tampilannya, Huajing S mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV. Mobil ini memakai mesin empat silinder turbo 1.500 cc dengan tenaga 143 PS dan torsi 220 Nm.

Mesin itu dipadukan dengan motor listrik di depan yang menghasilkan tenaga sampai 272 PS dengan torsi 310 Nm. Seluruh tenaga disalurkan melalui Dedicated Hybrid Transmission atau DHT yang dirancang untuk mengoptimalkan kerja sistem hybrid.

Jarak tempuh listrik yang jadi nilai jual

Huajing S menggunakan baterai LFP dengan dua pilihan kapasitas. Opsi pertama berkapasitas 31 kWh untuk model FWD dan mampu menempuh 200 km dalam mode listrik murni.

Opsi kedua memakai baterai 41,9 kWh dengan jarak tempuh listrik murni 235 km. Angka ini menjadi salah satu poin yang paling menonjol karena memberi fleksibilitas penggunaan harian tanpa terlalu bergantung pada mesin bensin.

Pengisian cepat dan kabin serba digital

Selain jarak tempuh, Huajing S juga mendukung pengisian cepat DC hingga 3,5C atau sekitar 145 kW. Pengisian dari 10 hingga 70 persen disebut hanya memerlukan 14,5 menit.

Di dalam kabin, teknologi Huawei kembali mendominasi. Ada layar instrumen 8,8 inci dan layar sentuh hiburan 15,6 inci yang berjalan dengan HarmonySpace 5, versi otomotif dari HarmonyOS 5.

Fitur standar lainnya termasuk Huawei Qiankun ADS Pro. Sistem ini memanfaatkan susunan lidar dan kamera di bagian atas kaca depan untuk mendukung berbagai fitur bantuan pengemudi.

Masuk Indonesia masih sebatas spekulasi

Untuk pasar Indonesia, keberadaan Huajing S masih belum pasti. Informasi yang beredar masih sebatas spekulasi dan keputusan resminya tetap menunggu langkah dari Wuling.

Namun, jika minat terhadap SUV premium elektrifikasi terus tumbuh, Huajing S berpeluang masuk daftar model global Wuling yang dibawa ke Indonesia. Bila itu terjadi, mobil ini akan langsung berhadapan dengan sejumlah SUV elektrifikasi premium yang sudah lebih dulu hadir, termasuk BYD Sealion 8 DM-i, Jetour T2 i-DM, serta beberapa model hybrid dan PHEV dari merek Jepang maupun Tiongkok.

Terkait