Pertemuan tertutup BYD dengan petinggi Formula 1 kembali memicu spekulasi besar setelah GP Monako. Stella Li, Executive Vice President BYD, terlihat berbincang dengan Stefano Domenicali dan Presiden FIA Mohamed Ben-Sulayem di sela akhir pekan balapan tersebut.
Momen itu menjadi sorotan karena sebelumnya Stella Li juga sudah sempat berkomunikasi dengan Domenicali. Kini, pertemuan itu memperkuat rumor bahwa BYD tengah menyiapkan langkah menuju ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia.
Peluang masuk lewat tim atau pemasok mesin
Salah satu skenario yang beredar adalah BYD masuk melalui akuisisi tim Alpine F1. Opsi lain yang sama pentingnya ialah BYD hadir sebagai pemasok mesin untuk tim-tim yang sudah berlaga di F1.
Jalur kedua ini dinilai lebih realistis karena BYD tidak wajib membentuk tim baru dari nol. Namun, opsi tersebut tetap menuntut kesiapan teknologi dan strategi jangka panjang yang sesuai dengan arah regulasi F1.
Di balik pembicaraan itu, ada pula nama Christian Horner yang ikut mencuat. Mantan kepala tim Red Bull Racing tersebut disebut sebagai sosok yang diincar BYD untuk membantu langkah mereka di F1.
Stella Li juga sebelumnya bertemu langsung dengan Horner di Cannes Film Festival. Situasi itu membuat peluang kerja sama semakin menarik, terlebih Horner disebut sedang mencari peran baru di F1.
Regulasi mesin jadi faktor penentu
Kalau BYD ingin masuk sebagai pemasok mesin, mereka perlu memperhatikan arah perubahan regulasi pada 2030. Saat ini seluruh tim F1 masih memakai mesin V6 turbo-hybrid, tetapi ada wacana untuk menggantinya.
Mesin V6 itu disebut akan diganti dengan mesin V8 yang diklaim lebih sederhana dan lebih terjangkau dibanding jantung pacu hybrid. Perubahan ini penting karena bisa mengubah kebutuhan teknis pabrikan yang ingin masuk ke F1.
BYD sendiri saat ini fokus pada kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid DM-i. Karena itu, kemampuan mereka dalam merancang mesin ramah lingkungan berperforma tinggi akan lebih relevan jika mereka masuk sebelum 2030.
Sinyal dari Monako yang sulit diabaikan
Pertemuan di Monako juga disebut sebagai kali kedua pihak BYD dan F1 mengadakan pertemuan tertutup. Hal itu membuat rumor keterlibatan BYD di masa mendatang terdengar semakin kuat.
Bagi F1, kehadiran pabrikan besar asal Tiongkok tentu akan membawa dimensi baru. Jika rencana ini benar-benar terwujud, BYD akan menjadi pabrikan Tiongkok pertama yang tampil di ajang balap tersebut.
Meski belum ada pengumuman resmi, rangkaian pertemuan dan nama-nama besar yang ikut terlibat membuat isu ini semakin sulit diabaikan. Kini perhatian tertuju pada apakah BYD memilih jalur akuisisi tim, suplai mesin, atau justru menyiapkan langkah yang lebih besar untuk masuk ke Formula 1.
