BYD M6 DM Mulai Rp 298 Juta, PHEV Termurah Ini Malah Lebih Murah dari Veloz Hybrid

BYD resmi mengumumkan harga M6 DM di Indonesia, dan angka pembukanya langsung mencuri perhatian. MPV plug-in hybrid ini dijual mulai Rp 298.000.000, sehingga menjadi PHEV termurah yang tersedia di pasar Indonesia saat ini.

Posisi harga itu juga membuat BYD M6 DM lebih murah dari Toyota Veloz hybrid yang dibanderol Rp 308 juta. Selisih tersebut memperkuat daya tarik M6 DM sebagai opsi kendaraan keluarga elektrifikasi dengan banderol yang lebih agresif.

Peluncuran harga resmi BYD M6 DM dilakukan pada Jumat (12/6/2026). Model ini menjadi PHEV pertama BYD yang dipasarkan di Indonesia dan ditempatkan sebagai jembatan bagi konsumen yang belum siap sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni.

Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menilai strategi ini sesuai dengan kondisi pasar domestik yang masih berada dalam masa transisi menuju kendaraan listrik penuh. Menurut dia, pengguna tetap dapat menikmati pengalaman berkendara dengan tenaga listrik tanpa terlalu khawatir soal jarak tempuh karena masih ditopang mesin konvensional.

Eagle juga menyinggung kebutuhan kendaraan keluarga yang efisien di tengah kondisi yang dinilai belum menentu. Ia menyebut kenaikan harga BBM sebesar 32 persen sebagai salah satu latar yang membuat kendaraan relevan dan hemat menjadi semakin penting.

Daftar harga BYD M6 DM

BYD menghadirkan M6 DM dalam dua lini utama, yakni Classic dan Cross. Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, mengatakan dua model itu dihadirkan berdasarkan hasil studi perusahaan.

Berikut harga resmi BYD M6 DM:

  • Classic Standard: Rp 298.000.000
  • Classic Dynamic: Rp 318.000.000
  • Cross Advanced: Rp 360.000.000
  • Cross Superior: Rp 380.000.000
  • Cross Superior Captain: Rp 390.000.000

Dari susunan harga tersebut, varian termurahnya langsung masuk ke area harga mobil keluarga populer bermesin konvensional dan hybrid ringan. Itu menjadi faktor penting karena pasar MPV Indonesia sangat sensitif terhadap banderol awal.

Fokus pada efisiensi dan jarak tempuh

BYD membekali M6 DM dengan teknologi DM terbaru. Sistem ini diklaim mampu menghasilkan efisiensi sekitar 65 kilometer per liter, dengan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.600 kilometer saat baterai dan tangki dalam kondisi penuh.

Klaim itu menjadi salah satu nilai jual utama M6 DM. Kombinasi konsumsi bahan bakar yang hemat dan jarak tempuh panjang biasanya menjadi pertimbangan utama konsumen keluarga yang membutuhkan mobil untuk pemakaian harian sekaligus perjalanan luar kota.

Secara teknis, M6 DM memadukan mesin bensin 1.498 cc dengan motor listrik pintar. Sistem tersebut menggunakan teknologi DM generasi kelima milik BYD.

Mobil ini disebut mengusung mesin bensin dengan tenaga sekitar 160 Tk. Sementara torsi motor listriknya mencapai 210 Nm dan disalurkan melalui Dedicated Hybrid Transmission (E-CVT).

Untuk performa, BYD mengklaim M6 DM mampu berakselerasi dari 0-100 km per jam dalam 9,1 detik. Angka itu menunjukkan model ini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga tetap menawarkan respons yang memadai untuk penggunaan keluarga.

Dua pilihan baterai

BYD menyediakan dua opsi baterai Blade Battery berjenis LFP untuk M6 DM. Pilihan pertama berkapasitas 7,4 kWh dengan jarak tempuh listrik 40 km, sedangkan pilihan kedua berkapasitas 18,3 kWh dengan jarak tempuh listrik 110 km.

Kehadiran dua opsi baterai ini memberi pembeda antarvarian sekaligus membuka ruang pilihan bagi konsumen. Pengguna yang lebih banyak berkendara di dalam kota dapat melihat potensi pemakaian mode listrik lebih sering, sementara pengguna dengan mobilitas campuran tetap punya cadangan dari mesin bensin.

Di tengah perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, BYD tampaknya ingin menempatkan M6 DM sebagai produk yang tidak terlalu ekstrem untuk calon pembeli baru. Model ini menawarkan sensasi berkendara listrik, namun tetap mempertahankan fleksibilitas kendaraan berbahan bakar bensin.

Dengan harga mulai Rp 298 juta, BYD M6 DM masuk sebagai pemain yang sangat agresif di segmen MPV elektrifikasi. Kombinasi harga yang lebih rendah dari Veloz hybrid, status sebagai PHEV termurah, serta klaim efisiensi dan jarak tempuh tinggi membuat model ini berpotensi menjadi salah satu penantang serius di pasar mobil keluarga Indonesia.

Source: otodriver.com

Terkait