Mitsubishi berpotensi menghidupkan lagi nama Eclipse dalam format yang jauh berbeda dari sebelumnya. Bukan lagi sekadar crossover bermesin konvensional, model baru yang disebut Eclipse Sportback EV ini muncul sebagai SUV listrik yang dikabarkan siap masuk pasar Amerika Utara lebih dulu.
Arah itu menarik karena Mitsubishi tampak ingin memanfaatkan nama yang sudah punya sejarah kuat di pasar global. Di saat yang sama, model ini juga memperlihatkan langkah baru merek berlogo tiga berlian untuk bermain lebih serius di segmen kendaraan listrik.
Dikembangkan bersama Nissan
Eclipse Sportback EV disebut lahir dari kerja sama Mitsubishi dan Nissan. Mobil ini menggunakan platform CMF-EV, arsitektur yang juga menjadi basis Nissan Leaf.
Keterkaitan itu membuat Eclipse Sportback EV disebut sebagai model kembar Leaf. Namun, bentuk akhirnya justru bukan hatchback, melainkan SUV dengan nama Eclipse yang selama ini identik dengan model berbeda.
Dari sisi tampilan, model ini terlihat lebih ramping dan kompak dibanding Eclipse Cross. Dimensinya juga disebut tidak jauh berbeda dari Leaf terbaru, meski fascia dan siluet bodinya tampil lebih menonjol sebagai crossover.
Desain pelek alloy yang dipakai juga memberi identitas visual tersendiri. Meski begitu, tampilan tersebut masih bisa berubah sebelum mobil ini diproduksi massal.
Potensi spesifikasi listrik
Karena berbagi platform dengan Leaf, Eclipse Sportback EV diperkirakan akan membawa dua opsi baterai, yakni 52 kWh dan 75 kWh. Jarak tempuh maksimalnya disebut bisa mencapai 488 km.
Untuk motor listriknya, mobil ini diproyeksikan menawarkan tenaga 174 hp atau 214 hp. Namun, detail itu masih berupa spekulasi karena Mitsubishi belum mengumumkan spesifikasi resminya secara lengkap.
Fitur-fitur yang akan dibawa juga belum diungkap. Mitsubishi tampaknya menahan informasi teknis sampai waktu peluncuran yang dianggap paling tepat.
Jadwal debut dan pasar awal
Model ini dikabarkan akan memulai debut global awal tahun depan. Amerika Utara disebut akan menjadi pasar yang mendapatkannya lebih dulu pada semester kedua tahun ini.
Langkah itu sejalan dengan besarnya perhatian produsen pada pasar kendaraan ramah lingkungan di kawasan tersebut. Eclipse Sportback EV pun masuk dalam strategi itu, terutama karena nama Eclipse sendiri sudah cukup dikenal di wilayah ini.
Di pasar global, nama Eclipse memang bukan nama baru. Awalnya nama tersebut dipakai untuk mobil sedan, lalu berkembang menjadi lini SUV karena segmen itulah yang paling banyak diburu konsumen.
Peluang masuk Indonesia masih tanda tanya
Untuk Indonesia, kehadiran Eclipse Sportback EV terlihat cukup menarik di atas kertas. Desainnya modern, sporty, dan membawa label yang sudah familiar bagi sebagian konsumen tanah air.
Masalahnya, pasar Indonesia lebih menyukai SUV 7-seater ketimbang model 5-seater. Eclipse Sportback EV sendiri diperkirakan tetap bermain di format SUV kompak, sehingga posisinya belum tentu mudah di pasar lokal.
Situasi itu juga membuat Mitsubishi terlihat lebih fokus menjual SUV yang sudah ada, termasuk Destinator yang diandalkan di segmennya. Di sisi lain, Eclipse Cross sendiri sudah lama tidak dijual di Indonesia dan dulu sempat masuk dengan harga yang tergolong mahal karena didatangkan langsung dari luar negeri.
Kondisi tersebut membuat Mitsubishi berada di persimpangan penting. Jika belum berani membawa model Eclipse terbaru ke Indonesia, tantangan lain tetap menunggu karena pasar mobil listrik di sini sudah mulai diisi pesaing, termasuk Toyota yang lebih dulu menjual dua model SUV listrik.
Source: ridertua.com






