BYD Sebut Api Pabrik Subang Cuma Keteledoran Kontraktor, Proyek Tetap Jalan

Author: Qoo Media

BYD Indonesia menegaskan kebakaran kecil yang sempat muncul di area pabriknya di Subang, Jawa Barat, bukan disebabkan masalah besar pada fasilitas. Perusahaan menyebut insiden itu terjadi karena keteledoran oknum kontraktor saat bekerja di lokasi proyek.

Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan api muncul di bagian kecil atap bangunan. Ia menyebut titik terdampak sangat terbatas, meski kepulan asap tampak besar dari kejauhan.

Menurut Luther, material yang terbakar menghasilkan asap tebal karena berbahan plastik dan karet. Kondisi itu membuat video yang beredar terlihat dramatis, padahal area yang terdampak tidak luas.

Api cepat dipadamkan

BYD menyampaikan api bisa dikendalikan dengan cepat. Pemadaman dilakukan secara mandiri dengan dukungan fasilitas pemadam yang sudah tersedia di lokasi.

Luther mengatakan seluruh proses selesai dalam waktu sekitar 10 menit. Ia menegaskan tidak ada dampak berarti terhadap proyek pembangunan pabrik.

Perusahaan juga memastikan aktivitas di area pabrik tetap berjalan seperti biasa. Tahap pembangunan pun disebut masih masuk fase finalisasi dan tidak terganggu oleh insiden tersebut.

Keterangan BYD ini muncul setelah video kebakaran pabrik Subang ramai di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat sebuah bangunan yang belum sepenuhnya selesai mengeluarkan asap pekat berwarna hitam.

Unggahan yang beredar bahkan menyebut kebakaran diduga dipicu puntung rokok. Narasi itu juga menyebut sejumlah pekerja berhamburan untuk menyelamatkan diri, meski BYD menegaskan sumber api berasal dari keteledoran pihak kontraktor saat bekerja.

Investasi besar di Subang

Pabrik di Subang menjadi investasi baru BYD dengan nilai Rp11,2 triliun. Fasilitas ini ditargetkan segera beroperasi dan diklaim mampu menyerap hingga 3 ribu tenaga kerja.

Proyek tersebut menjadi salah satu langkah penting BYD dalam memperkuat kehadirannya di Indonesia. Karena itu, perusahaan berupaya menegaskan bahwa insiden kebakaran kecil tidak mengubah jalannya pembangunan.

Luther menyampaikan bahwa yang terbakar hanya bagian kecil di area atap. Ia juga menekankan bahwa kepulan asap yang terlihat besar tidak mencerminkan luas area yang terdampak.

BYD tidak menjelaskan lebih jauh soal identitas oknum kontraktor maupun detail teknis penyebab keteledoran tersebut. Namun perusahaan memastikan kejadian itu sudah tertangani dan tidak menimbulkan gangguan pada aktivitas di lapangan.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru