Mobilitas warga Jakarta pada Jumat (12/6/2026) terganggu karena sejumlah layanan transportasi umum menyesuaikan operasi. Perubahan ini terjadi di tengah aksi demonstrasi, penutupan jalan, dan proyek infrastruktur di beberapa titik.
Dampaknya paling terasa pada KRL Commuter Line dan TransJakarta yang harus mengubah pola layanan. Penumpang yang hendak melintas di kawasan terdampak perlu mengecek rute sebelum berangkat agar tidak terjebak keterlambatan.
KRL Bogor–Jakarta Kota Tidak Langsung ke Tujuan
PT KAI Commuter menyebut KA 1255 relasi Bogor–Jakarta Kota tidak bisa melanjutkan perjalanan langsung hingga stasiun tujuan akhir. Kereta hanya beroperasi sampai Stasiun Depok untuk pergantian rangkaian sebelum kembali menuju Stasiun Jakarta Kota.
Kondisi ini berpotensi menambah waktu tempuh bagi pengguna lintas Bogor. Karena itu, penumpang disarankan memperhatikan informasi perjalanan terbaru dan berpindah rangkaian dengan lebih tertib agar barang bawaan tidak tertinggal.
TransJakarta 4B Dialihkan di Jagakarsa
Layanan TransJakarta rute 4B Stasiun Manggarai–Universitas Indonesia mengalami pengalihan jalur akibat penutupan jalan di sekitar Bus Stop Wijaya Kusuma. Untuk arah Universitas Indonesia, layanan sementara tidak melayani beberapa halte mulai dari SMAN 38 hingga Gang Ikhlas.
Pengalihan ini berpotensi membuat perjalanan sedikit lebih lama, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Penumpang yang biasa menggunakan koridor ini perlu menyesuaikan titik naik dan turun agar perjalanan tetap efisien.
D21 dan Mikrotrans JAK 18 Juga Terganggu
Selain koridor 4B, rute D21 Universitas Indonesia–Lebak Bulus juga mengalami penyesuaian jalur. Penyebabnya masih sama, yakni penutupan jalan di sekitar Bus Stop Wijaya Kusuma yang membuat beberapa titik pemberhentian sementara tidak dilayani.
Mikrotrans JAK 18 dengan rute Stasiun Duren Kalibata–Kuningan ikut terdampak penutupan jalan di kawasan Jl. Menteng Atas. Armada sementara tidak melayani Bus Stop Pasar Jembatan Merah 4 hingga Menteng Atas untuk kedua arah.
JAK 08, JAK 09, JAK 59, dan JAK 102 Ikut Berubah
Di sisi lain, proyek galian PSN di sekitar Jl. Belawan memengaruhi operasional Mikrotrans JAK 08 dan JAK 09. Penyesuaian ini menambah daftar layanan yang harus mengubah rute karena kondisi lapangan.
Penutupan jalan di kawasan Haji Nawi juga membuat JAK 59 rute Rawamangun–Rawa Sengon dan JAK 102 rute Blok M–Lebak Bulus harus beralih jalur. Khusus JAK 102 arah Blok M, beberapa halte seperti Griya Haji Nawi hingga seberang ITC Fatmawati sementara tidak dilayani.
Untuk arah Rawa Sengon, JAK 102 juga tidak melayani sejumlah titik mulai dari Jl. Perjuangan Raya 4 hingga Rawa Sengon. Penumpang di jalur ini sebaiknya mencari alternatif halte yang masih beroperasi normal agar perjalanan tidak terputus di tengah jalan.
Dampak Demo dan Pekerjaan Jalan Terlihat di Banyak Titik
Aksi demonstrasi mahasiswa yang terpusat di kawasan Bundaran HI menjadi salah satu pemicu utama perubahan layanan hari ini. Di saat yang sama, penutupan jalan dan proyek konstruksi membuat operator transportasi harus menyesuaikan jalur demi kelancaran dan keselamatan penumpang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan perjalanan tidak hanya terjadi di satu koridor, tetapi menyebar ke beberapa layanan sekaligus. Karena itu, pengguna KRL dan TransJakarta disarankan memantau pembaruan rute sebelum berangkat agar aktivitas harian tetap berjalan lancar.
