Honda CUV langsung mencuri perhatian karena tampilannya sangat futuristis dan fiturnya tergolong mewah untuk ukuran motor listrik. Namun setelah dipakai selama lima hari di berbagai kondisi jalan, sorotan justru mengarah pada dua hal yang paling menentukan untuk pemakaian harian, yaitu jarak tempuh dan kapasitas bagasi.
Di atas kertas, motor ini tampak seperti produk masa depan dengan teknologi yang jarang ditemui di kelasnya. Dalam penggunaan nyata, Honda CUV ternyata tetap menyisakan kompromi yang bisa membuat banyak calon pembeli berpikir ulang sebelum menjadikannya kendaraan utama.
Kesan premium itu memang bukan tanpa alasan. Honda CUV hadir dengan desain yang disebut masih mempertahankan sekitar 80 persen bentuk versi konsepnya yang sempat tampil di Japan Mobility Show 2023.
Versi produksinya kemudian diperkenalkan secara global, dan Indonesia menjadi salah satu pasar utama. Garis bodinya dibuat futuristis, lampunya modern, dan panel instrumennya memberi kesan kuat sebagai kendaraan listrik generasi baru.
Daya tarik terbesar Honda CUV ada pada kelengkapan fitur. Motor ini dibekali layar TFT 7 inci yang dapat terhubung dengan aplikasi Honda RoadSync Duo.
Melalui sistem itu, pengendara bisa mengakses navigasi, panggilan telepon, hingga Spotify langsung dari panel instrumen. Peta juga bisa tampil secara penuh, bukan hanya petunjuk arah sederhana seperti yang umum dijumpai pada banyak motor lain.
Honda juga membekali motor ini dengan lampu LED, konektivitas smartphone, beberapa mode berkendara, dan fitur keamanan modern. Paket seperti ini membuat pengalaman berkendara terasa lebih premium dibanding banyak motor listrik lain di pasaran.
Performa Harian Dinilai Cukup
Untuk penggunaan sehari-hari, performanya tergolong memadai. Honda CUV memakai motor listrik dengan tenaga sekitar 8 PS atau setara 6 kW dan torsi 22 Nm.
Motor ini menyediakan tiga mode berkendara, yakni Econ, Standard, dan Sport. Perbedaan ketiganya terutama terasa pada respons akselerasi.
Dalam pengujian, top speed aktualnya mencapai sekitar 85 km/jam. Angka itu dinilai cukup untuk kebutuhan berkendara di dalam kota maupun jalan arteri.
Kemampuan menanjaknya juga mendapat catatan positif. Saat diuji di tanjakan dengan kemiringan 23 derajat, motor masih mampu melaju baik dengan pengendara tunggal maupun saat berboncengan dengan ancang-ancang.
Soal kenyamanan, Honda CUV juga meninggalkan kesan baik. Posisi berkendaranya terasa ergonomis dengan jok yang lebar dan empuk.
Ruang kakinya cukup lega untuk mobilitas perkotaan. Respons gas dan pengeremannya juga dinilai halus dan natural, mendekati karakter motor bensin Honda yang sudah akrab bagi banyak pengguna.
Stabilitas saat menikung dan saat melaju pada kecepatan tinggi ikut menjadi nilai plus. Hal itu didukung oleh setelan suspensi dan sasis yang dinilai cukup baik.
Jarak Tempuh Jadi Titik Kritis
Masalah utama muncul ketika pembahasan masuk ke baterai dan daya jelajah. Honda CUV menggunakan dua baterai dengan kapasitas total 2,8 kWh.
Untuk pengisian penuh dari nol hingga 100 persen, waktu yang dibutuhkan sekitar enam jam. Durasi ini masih bisa diterima untuk pengisian semalaman, tetapi mulai terasa menantang ketika dikaitkan dengan hasil pemakaian nyata.
Dalam penggunaan sebenarnya, jarak tempuh yang didapat hanya sekitar 73 kilometer hingga baterai benar-benar habis. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, angka ini dipandang belum sepenuhnya menjawab harapan terhadap motor listrik premium.
Kondisi tersebut membuat pemilik harus lebih teliti menghitung kebutuhan perjalanan harian. Perencanaan rute dan jarak menjadi jauh lebih penting agar motor tidak kehabisan daya di tengah aktivitas.
Bagasi Sangat Terbatas
Catatan penting lain ada pada ruang penyimpanan. Dua baterai yang ditempatkan di bawah jok membuat kapasitas bagasi nyaris habis sepenuhnya.
Ruang yang tersisa hanya cukup untuk dokumen kendaraan atau barang berukuran sangat kecil. Bahkan jas hujan model terpisah pun berpotensi tidak muat disimpan di dalamnya.
Keterbatasan ini bisa menjadi masalah bagi pengguna yang terbiasa membawa perlengkapan tambahan saat berkendara. Untuk pemakaian harian, bagasi kecil sering kali terasa lebih mengganggu daripada yang terlihat di awal.
Honda CUV dipasarkan di kisaran Rp54 jutaan hingga Rp59 jutaan on the road Jakarta. Dengan harga itu, motor ini menawarkan desain yang sangat kuat, fitur modern, serta pengalaman berkendara yang nyaman dan stabil.
Di sisi lain, calon pembeli perlu menimbang dua kompromi yang paling nyata dalam pemakaian lima hari tersebut. Jarak tempuh sekitar 73 kilometer dan bagasi yang sangat terbatas menjadi faktor yang paling menentukan apakah Honda CUV cocok dijadikan kendaraan utama atau justru lebih pas sebagai motor kedua.







