BRI memperluas layanan pembayaran digital lintas negara dengan menghadirkan QRIS Cross Border di BRImo yang kini bisa digunakan di China. Kehadiran fitur ini memberi kemudahan bagi nasabah Indonesia yang ingin bertransaksi di luar negeri tanpa perlu repot menukar uang tunai.
Langkah tersebut juga menjawab kebutuhan wisatawan Indonesia yang mobilitasnya semakin tinggi, termasuk ke China yang disebut sebagai salah satu destinasi favorit pascapandemi. Dengan sistem pembayaran yang langsung terhubung ke merchant lokal, transaksi bisa dilakukan lebih cepat, aman, dan praktis lewat ponsel.
Transaksi cukup dengan scan QR
Melalui QRIS Cross Border di BRImo, nasabah cukup memindai QR yang tersedia di merchant di China. Pembayaran kemudian diproses otomatis dari saldo rupiah dengan nilai tukar yang ditampilkan secara transparan, kompetitif, dan real-time.
Cara ini membuat pengguna tidak perlu membawa banyak uang tunai saat bepergian. Nasabah juga tidak harus mencari money changer untuk bertransaksi di berbagai merchant yang sudah terintegrasi.
BRI menyebut fitur ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman transaksi yang seamless bagi nasabah di kancah global. Implementasi QRIS Cross Border di China juga menjadi dukungan BRI terhadap Bank Indonesia dalam memperluas konektivitas sistem pembayaran antarnegara.
Dukungan untuk ekosistem pembayaran global
Dengan hadirnya layanan ini, BRI berharap transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri menjadi lebih efisien. Di saat yang sama, langkah tersebut juga dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan digital global.
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan pengembangan QRIS Cross Border BRImo di China merupakan bagian dari upaya perseroan memperkuat layanan digital untuk kebutuhan nasabah saat bepergian. Ia menilai kemudahan penggunaan berpeluang meningkatkan transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri.
“Ke depan, BRI akan terus mendorong inovasi layanan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas akseptasi sistem pembayaran digital Indonesia di level global,” ujar Saladin.
Lebih hemat dan mudah dipantau
Selain praktis, layanan ini juga menawarkan efisiensi biaya karena nilai tukar yang kompetitif. Bagi wisatawan, kondisi tersebut bisa memberi pengalaman transaksi yang lebih hemat dan terkontrol selama perjalanan.
Setiap transaksi juga tercatat secara real-time di BRImo. Fitur ini memudahkan nasabah memantau pengeluaran kapan pun dan di mana pun, sekaligus memberi rasa aman saat bertransaksi di luar negeri.
Dorongan dari pertumbuhan transaksi digital
Adopsi layanan transaksi digital BRI juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga Triwulan I 2026, volume transaksi QRIS BRI tercatat mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 76% secara tahunan.
Pada periode yang sama, jumlah transaksinya mencapai 253 miliar transaksi dan naik 86,7% year-on-year. Sementara itu, volume transaksi super apps BRImo meningkat 29,4% secara tahunan menjadi Rp2.042,2 triliun.
Perluasan QRIS Cross Border di China memperlihatkan arah pengembangan layanan BRI yang makin terhubung dengan kebutuhan mobilitas nasabah. Di saat transaksi luar negeri menuntut kecepatan dan kepastian, kehadiran fitur ini membuat BRImo semakin relevan sebagai alat pembayaran digital untuk perjalanan internasional.






