Triumph Lebih Murah, Ducati Lebih Buas, Duel Scrambler Italia Vs Inggris Ini Tak Terduga

Di pasar Amerika Serikat, Ducati Scrambler dan Triumph Scrambler 900 sama-sama menarik perhatian penggemar motor retro modern. Namun, dua motor ini tidak menawarkan rasa berkendara yang sama karena masing-masing membawa filosofi yang berbeda.

Ducati tampil sebagai scrambler modern Italia yang ringan dan sporty. Triumph, sebaliknya, menjaga karakter klasik Inggris yang lebih autentik dengan rasa mesin yang santai dan kuat di putaran bawah.

Ducati Scrambler: lebih ringan, lebih agresif

Ducati Scrambler memakai mesin L-Twin 803cc 4-klep Desmodromic berpendingin udara dengan tenaga 73 hp pada 8.250 rpm dan torsi 65,2 Nm pada 7.000 rpm. Mesin ini dikenal responsif, dengan karakter yang terasa hidup saat putaran naik.

Karakter tenaganya agresif tetapi tetap mudah dikendalikan. Dibanding Scrambler 900, Ducati memberi akselerasi yang lebih spontan dan rasa berkendara yang lebih sporty.

Tampilan Ducati juga menggabungkan retro dan modern dengan sentuhan Italia. Tangki berlekuk, lampu bulat LED, dan bodi minimalis membuatnya sederhana, tetapi tetap terlihat premium.

Fitur modern juga menjadi bagian penting dari paketnya. Ride-by-Wire, Riding Mode, Cornering ABS, Traction Control, Quickshifter pada varian tertentu, dan TFT display membuatnya terasa lebih maju dibanding banyak motor retro lain.

Untuk varian Ducati Scrambler Nightshift terbaru, harga mulai 12.995 USD atau sekitar Rp 231,9 jutaan sebelum pajak dan biaya dealer. Posisi ini menegaskan bahwa Ducati menyasar rider yang mencari scrambler bergaya klasik, tetapi tetap ingin rasa berkendara modern.

Triumph Scrambler 900: klasik, tenang, dan bertorsi besar

Triumph Scrambler 900 menggunakan mesin parallel-twin 900cc 8-klep berpendingin cairan. Output-nya berada di 64,1 hp pada 7.250 rpm dan torsi 80 Nm pada 3.250 rpm.

Meski tenaganya lebih kecil dari Ducati, torsinya lebih besar dan muncul lebih awal. Karakternya terasa santai dan penuh tenaga bawah, sehingga motor nyaman dipakai di jalan perkotaan maupun jalur pedesaan.

Triumph juga menonjol lewat desain yang sangat dekat dengan scrambler Inggris era 1960-an. Knalpot tinggi ganda, tangki membulat, dan detail klasik membuat tampilannya terasa autentik.

Kemampuan melibas jalan rusak atau jalur tanah ringan juga lebih mendukung dibanding Ducati. Hal ini datang dari karakter sasis dan suspensi yang lebih cocok untuk penggunaan multi-permukaan.

Fitur modern tetap hadir tanpa menghilangkan nuansa klasik. Riding Mode, Traction Control, ABS, lampu LED, dan panel instrumen kombinasi analog-digital menjadi paket yang lengkap untuk motor bergaya tradisional.

Harga Triumph Scrambler 900 dimulai dari 12.395 USD atau sekitar Rp 221,3 jutaan sebelum pajak dan biaya pengiriman. Dengan banderol tersebut, Triumph menawarkan pendekatan scrambler klasik yang lebih ramah pengguna sekaligus lebih terjangkau dari Ducati.

Perbandingan karakter, bukan sekadar tampilan

Perbedaan utama kedua motor ini terlihat dari arah pengembangannya. Ducati Scrambler lebih fokus ke handling ringan, karakter sporty, dan penggunaan jalan raya.

Triumph Scrambler 900 justru lebih menonjol dalam torsi bawah, kenyamanan berkendara, dan nuansa klasik yang kuat. Motor ini terasa lebih cocok bagi pengendara yang menginginkan scrambler tradisional dengan kemampuan jelajah yang lebih fleksibel.

Dari sisi transmisi, Ducati memakai 6-percepatan, sedangkan Triumph menggunakan 5-percepatan. Perbedaan ini ikut membentuk rasa berkendara yang berbeda antara keduanya.

Secara umum, Ducati Scrambler unggul di sisi dinamika dan kesan modern. Triumph Scrambler 900 unggul dalam autentisitas desain, torsi awal, dan karakter berkendara yang lebih kalem.

Pilihan akhirnya bergantung pada preferensi pengendara. Mereka yang mencari scrambler Italia yang ringan dan agresif cenderung akan tertarik ke Ducati, sementara yang mengutamakan rasa klasik Inggris dan torsi besar kemungkinan lebih cocok dengan Triumph.

Source: ridertua.com

Terkait