Kawasaki Coba Skutik Lagi Lewat Modenas Brusky, Bisakah Tak Seperti Pulsar Dulu?

Author: Qoo Media

PT Kawasaki Motor Indonesia kembali mengambil langkah tak biasa di pasar roda dua Tanah Air. Di tengah segmen sport yang belum pulih benar, KMI justru masuk ke skutik lewat Brusky 125, motor yang langsung menarik perhatian di hari pertama Jakarta Fair 2026.

Langkah ini terasa penting karena pasar motor Indonesia justru digerakkan oleh skutik. Data AISI menunjukkan dari total penjualan 6,4 juta unit pada 2025, skutik menyumbang 91,7 persen, sedangkan motor sport hanya 3,5 persen.

Brusky 125 Dibawa Masuk dari Malaysia

Brusky 125 dijual Rp26,5 juta on the road Jakarta dan masuk ke Indonesia dalam bentuk impor utuh dari Malaysia. KMI menyiapkan kuota pengiriman 2.000 unit per tahun dengan target penjualan 200 unit per bulan.

Dept Head Sales & Promotion PT KMI, Michael C Tanadhi, menegaskan bahwa skutik ini bukan produk asli Kawasaki. Pengembangan, riset, dan kelahiran produknya dilakukan oleh Modenas, pabrikan otomotif lokal asal Malaysia.

Michael bahkan enggan menyebut Brusky sebagai produk Kawasaki meski motor itu dipajang di booth Kawasaki saat peluncuran. Ia menyebut motor tersebut sebagai produk stand alone dengan merek Modenas, sementara KMI hanya berperan sebagai distributor di Indonesia.

Layanan Purnajual Tetap Mengandalkan Jaringan Kawasaki

Meski status produknya bukan Kawasaki, layanan after sales tetap diarahkan ke jaringan resmi KMI. Penyediaan suku cadang dan servis disebut bisa dilakukan di seluruh diler Kawasaki di Indonesia.

Michael mengatakan Modenas merupakan bagian dari Kawasaki Motor Corporation. Dari situ, KMI melihat peluang bahwa produk Modenas juga bisa dipasarkan di Indonesia melalui jalur distribusi yang sudah ada.

Bermula dari Permintaan Komunitas

Alasan masuknya Brusky 125 ke pasar Indonesia disebut datang dari masukan komunitas Kawasaki di Tanah Air. Mereka meminta model itu dijual di Indonesia setelah melihat motor tersebut lebih dulu meluncur di Filipina.

Di Filipina, motor ini dipasarkan dengan nama Brusky. Michael menyebut penjualannya di sana cukup baik, bahkan mencapai 2.000 unit per bulan menurut informasi yang diterimanya.

Nama Berbeda di Tiap Negara

Model yang sama juga dipasarkan di Malaysia dengan nama Modenas Karisma EX 125. Di negara itu, harganya tercatat 5.397 ringgit atau sekitar Rp23 jutaan.

Sementara di Filipina, Brusky ditawarkan seharga 75 ribu peso atau sekitar Rp21 jutaan. Indonesia menjadi pasar berikutnya dengan banderol Rp26,5 juta OTR Jakarta.

Kawasaki dan Riwayat Skutik yang Tidak Sederhana

Kehadiran Brusky 125 juga mengingatkan pada langkah KMI di masa lalu. Pada 2013, Kawasaki Indonesia pernah menjual Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS dengan skema serupa, yakni produk disediakan pihak lain dan KMI menangani distribusi serta layanan purnajual.

Saat itu, Pulsar 200NS sempat mendapat sambutan tinggi karena harga yang kompetitif, logo Kawasaki, dan layanan servis di diler resmi. Namun penjualannya turun tajam pada 2015-2016 dan akhirnya dihentikan pada 2016.

Berbeda dari Pulsar, Brusky 125 tidak membawa logo atau tulisan Kawasaki di bodinya. Kondisi itu membuat posisinya makin menarik untuk dipantau, terutama apakah skutik ini bisa menjawab pasar yang selama ini dikuasai Honda dan Yamaha, atau justru menjadi eksperimen lain yang sulit bertahan.

Source: www.oto.com
Terbaru