Huawei lewat Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) mulai memberi sinyal paling jelas soal ekspansi Stelato ke segmen SUV off-road. Model baru bernama Stelato G9 itu diposisikan sebagai SUV rugged pertama di bawah payung HIMA dan dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga.
Langkah ini penting karena Stelato selama ini identik dengan model yang lebih berfokus pada jalan raya, lewat sedan S9 dan wagon S9T. Dengan G9, merek tersebut masuk ke segmen yang menuntut karakter lebih tangguh, lebih besar, dan lebih siap dipakai di berbagai kondisi.
HIMA menampilkan poster resmi kendaraan itu di akun Weibo miliknya dan menyebutnya sebagai SUV tech-luxury rugged pertama dalam aliansi tersebut. Pengumuman itu datang tak lama setelah Stelato G9 muncul dalam gelombang terbaru pengajuan kendaraan baru dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China pada 10 Juni.
Peng Lei, direktur produk Huawei untuk seri Stelato, mengatakan G9 akan membawa inovasi baru dan pengalaman berbeda untuk penggunaan all-terrain dan all-scenario driving. Ia juga menegaskan bahwa peluncuran kendaraan itu sudah direncanakan pada kuartal ketiga.
Dua pilihan elektrifikasi
Stelato G9 akan hadir dalam dua opsi penggerak, yaitu battery electric vehicle atau BEV, serta extended-range electric vehicle atau EREV. Pada versi EREV, mobil ini memakai baterai besar 75 kWh, sedangkan versi BEV dibekali baterai 120 kWh.
Peng menyebut kombinasi ini berada di atas kebanyakan rival di kelas yang sama. Di sisi lain, kedua varian dibangun di atas platform powertrain 800 volt dan dipasangkan dengan paket baterai Huawei Giant Whale yang baru.
Untuk versi EREV, sistemnya menggunakan mesin 1,5 liter sebagai range extender. Sementara itu, versi BEV memakai sistem penggerak all-wheel drive dua motor yang dipasok Huawei.
Fokus pada kemampuan off-road
Dari sisi tampilan dan fungsi, Stelato G9 dirancang dengan gaya yang mengarah ke off-road rugged. Mobil ini juga bisa dikonfigurasi dengan 5 atau 6 kursi, sehingga memberi ruang untuk beberapa kebutuhan penggunaan.
Untuk mendukung karakter tersebut, Huawei dan Stelato menyiapkan sejumlah opsi tambahan. Daftarnya mencakup roof rack, electric tow hook, electric running boards, berbagai model wheel-hub, serta ban serep yang dipasang di bagian belakang.
Dimensinya juga menunjukkan ukuran yang besar. Stelato G9 memiliki panjang 5.206 hingga 5.377 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.897 mm, dan wheelbase 3.160 mm.
Kecepatan puncaknya tercatat 220 km/jam. Dengan ukuran itu, G9 diposisikan sebagai SUV besar yang tidak hanya menonjolkan tampilan tangguh, tetapi juga ruang kabin dan fleksibilitas penggunaan.
Andalkan teknologi berkendara cerdas
Salah satu nilai jual utama G9 ada pada sistem berkendara cerdas. Mobil ini akan dibekali Huawei Qiankun 896-channel dual-optical-path image-grade LiDAR dan mendukung Huawei ADS 5.0 smart driving system.
Kombinasi tersebut menempatkan G9 sebagai model yang tidak hanya mengandalkan performa dan kemampuan jelajah, tetapi juga teknologi bantuan berkendara yang menjadi kekuatan utama ekosistem Huawei. Dalam konteks pasar SUV premium listrik di China, pendekatan ini menjadi pembeda penting.
Di sisi bisnis, kehadiran G9 juga menunjukkan perubahan peran antara Huawei dan BAIC Group di dalam Stellato. Dalam pengajuan kendaraan, nama produsen di badge belakang berubah dari “BAIC New Energy” menjadi “BAIC Group”, sementara produsen langsungnya berganti menjadi Stelato.
Peng mengatakan perubahan itu mencerminkan tekad BAIC Group untuk benar-benar “all in” pada Stelato. Ia juga menyebut hasil kerja sama Huawei dan BAIC Group di bawah skema 2.0 mulai terlihat satu per satu.
Kolaborasi yang lebih dalam itu diumumkan pada September lalu, ketika Huawei dan BAIC Group menyatakan akan meningkatkan Stelato menjadi pendekatan “strategic community”. Keduanya berkomitmen menginvestasikan 20 miliar yuan selama tiga tahun untuk pengembangan desain, assisted driving, intelligent cockpit, serta kualitas dan keselamatan.
Stelato sendiri merupakan salah satu dari lima merek otomotif di bawah HIMA. Empat merek lainnya adalah Aito milik Seres, Luxeed milik Chery, Maextro milik Anhui Jianghuai Automobile Group, dan Shangjie milik SAIC Motor.
Dengan masuknya G9 ke jajaran produk, Stelato memperluas cakupan dari sedan dan wagon ke SUV off-road. Langkah itu memberi HIMA basis produk yang lebih lengkap di segmen kendaraan listrik premium, sekaligus memperkuat ambisi Huawei di pasar mobil pintar.
