Biaya memiliki mobil Jepang ternyata tidak selalu ramah kantong, terutama jika yang dibeli masuk kategori besar, bertenaga, dan berorientasi performa. Di tengah harga transaksi mobil baru yang rata-rata berada di sekitar $49,000 dan cicilan bulanan yang melampaui $750, beberapa model Jepang justru menuntut biaya kepemilikan jangka panjang yang jauh lebih tinggi.
Gambaran ini menjadi penting karena harga beli awal hanya sebagian dari total pengeluaran. Depresiasi, bahan bakar, asuransi, dan perawatan bisa membuat biaya lima tahun melonjak tajam, bahkan pada merek yang selama ini dikenal tangguh dan andal.
Lima mobil Jepang paling mahal untuk dimiliki
Nissan GT-R masuk daftar ini dengan biaya kepemilikan lima tahun sebesar $150,290. Mobil sport ini mengandalkan mesin V6 twin-turbo bertenaga hingga 600 horsepower dan dikenal mampu mengungguli Ferrari serta Lamborghini di lintasan dengan harga yang jauh lebih rendah.
Namun, GT-R juga membawa beban operasional yang besar. Biaya itu muncul sebagian karena komponen kelas balap seperti cakram rem carbon-ceramic, sementara sekitar separuh total pengeluaran berasal dari depresiasi.
Di posisi berikutnya ada Infiniti QX80 dengan estimasi biaya kepemilikan lima tahun sebesar $114,610. SUV besar ini menawarkan tiga baris kursi untuk delapan penumpang dan kemampuan off-road yang kuat, tetapi juga sangat boros saat digunakan sehari-hari.
Depresiasi menjadi pukulan terbesar untuk QX80, dengan estimasi kehilangan nilai 60 persen dalam lima tahun. Konsumsi bahan bakar juga ikut menaikkan biaya karena SUV ini membutuhkan pengeluaran besar di pompa bensin.
Nissan Armada menyusul dengan biaya kepemilikan lima tahun sebesar $92,942. Model ini berbagi banyak komponen inti dengan QX80, termasuk sasis dan mesin V8 5,6 liter, sehingga biaya kepemilikannya ikut tinggi meski dijual lebih murah di dealer.
Depresiasi 52 persen menjadi titik paling mahal pada Armada. Asuransi dan bahan bakar juga menambah beban, membuat SUV ini tetap mahal untuk dimiliki meski tidak memakai lencana mewah.
Lexus LS 500 berada di jajaran berikutnya sebagai sedan flagship andalan Lexus. Varian hybrid LS 500h diperkirakan menelan biaya $95,182 dalam lima tahun, sedangkan versi non-hybrid berada di $88,538.
Meski hybrid menghemat sekitar $4,000 untuk biaya bahan bakar selama periode itu, depresiasi yang lebih tajam membuat total biayanya justru lebih tinggi. Lexus LS tetap menjadi model termahal bagi merek Lexus dalam jangka panjang.
Lexus LC 500 melengkapi daftar ini sebagai coupe yang juga mahal dipelihara. Biaya kepemilikan lima tahun untuk versi standar mencapai $81,722, sementara versi hybrid sedikit lebih rendah di $76,022.
Keduanya kehilangan sekitar 40 persen nilai dalam lima tahun dan memiliki biaya asuransi yang serupa. Perbedaan utama ada pada bahan bakar, dengan versi hybrid menghemat hampir $1,000 per tahun.
Merek Jepang dengan biaya perawatan tertinggi
Jika yang dilihat hanya biaya perawatan, urutannya berubah. Consumer Reports mencatat biaya out-of-pocket perawatan merek baru dalam rentang waktu berbeda, dan angka 10 tahun dianggap paling relevan karena mendekati usia pakai rata-rata mobil di jalan yang kini hampir 13 tahun.
Infiniti menjadi merek Jepang dengan biaya perawatan rata-rata tertinggi, yaitu $10,200 selama 10 tahun. Subaru berada di posisi berikutnya dengan $7,920, disusul Acura sebesar $7,725 dan Lexus sebesar $7,400.
Honda mencatat rata-rata $6,550, sementara Toyota menjadi yang terbaik di antara merek Jepang dengan $5,950. Angka Toyota itu juga menempatkannya di posisi ketiga terbaik di antara semua merek global, di belakang Buick sebesar $5,260 dan Lincoln yang hanya $400 lebih tinggi.
Pada skala global, Land Rover menjadi merek dengan biaya perawatan terburuk, dengan rata-rata $19,460 selama 10 tahun. Perbandingan ini menunjukkan bahwa reputasi Jepang sebagai produsen mobil andal memang kuat, tetapi beberapa model dan mereknya tetap bisa menjadi mahal ketika dihitung dari total kepemilikan jangka panjang.
