BYD Motor Indonesia memperluas program sosial Small Steps for Tomorrow dengan skema yang mengaitkan penjualan mobil dan dukungan untuk kebutuhan sekolah. Setiap kendaraan BYD yang terjual disebut menjadi bagian dari kontribusi bagi pendidikan, sehingga pertumbuhan bisnis dibawa ke arah dampak sosial yang lebih luas.
Langkah ini diumumkan di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta, bersamaan dengan momentum peluncuran BYD M6 DM-i di pasar nasional. BYD menempatkan program tersebut sebagai bagian dari cara perusahaan menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak berhenti pada teknologi kendaraan listrik.
Penjualan Mobil Dihubungkan dengan Kebutuhan Sekolah
Dengan semangat “Every Vehicle Sold, One Step for a Better Future — Responding to School Needs”, BYD ingin menjadikan setiap unit yang terjual ikut mendukung kebutuhan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan menyebut pendekatan ini sebagai cara untuk menghubungkan ekspansi produk elektrifikasi dengan manfaat yang lebih langsung bagi masyarakat.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi yang terus berkembang. Menurut dia, manfaatnya juga harus bisa dirasakan masyarakat, termasuk generasi muda.
Program yang Sudah Berjalan dan Kini Diperluas
Small Steps for Tomorrow sebenarnya sudah berjalan beberapa pekan sebelum program ini diperluas. Pada tahap awal, BYD menyalurkan 1.200 pasang sepatu dan tas sekolah untuk pelajar yang membutuhkan.
Distribusi itu dilakukan bertahap dan menjangkau 12 sekolah di sejumlah wilayah. Area yang tersentuh mencakup Bekasi, Bogor, Depok, Serang, Semarang, Kediri, Bali, hingga Lampung.
Tahap berikutnya kini diperluas bersama jaringan dealer dan mitra. BYD menargetkan program ini menjangkau 45 kota di Indonesia.
Kick-off perluasan program digelar di SDN 03 Pondok Petir, Depok. Acara itu turut dihadiri perwakilan pemerintah, mitra sosial, jaringan dealer, dan manajemen perusahaan.
Investasi Sosial dan Pendidikan Jadi Bagian Strategi BYD
BYD menilai investasi untuk generasi muda sama pentingnya dengan pengembangan teknologi kendaraan energi baru. Di tingkat global, perusahaan menyebut telah mengalokasikan dana pendidikan sekitar RMB 3 miliar atau setara Rp7,9 triliun sepanjang 2024.
Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan pendidikan dan teknologi melalui puluhan universitas serta museum sains di Tiongkok. BYD juga mendukung pengembangan talenta muda lewat program olahraga dan menghadirkan BYD Schools yang menyediakan jalur pendidikan hingga sembilan tahun.
Di Indonesia, pendekatan keberlanjutan perusahaan dijalankan lewat sejumlah aktivitas lain. Program itu mencakup dukungan untuk wilayah terdampak banjir, penanaman mangrove bersama pengguna BYD, serta program edukasi teknologi BYD Goes to Campus yang menyambangi sejumlah universitas.
Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan perusahaan ingin memastikan kehadirannya memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa teknologi dan inovasi tidak hanya hadir lewat produk, tetapi juga lewat kontribusi nyata bersama masyarakat.
Kolaborasi Jadi Kunci Dampak Jangka Panjang
BYD memandang perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari program yang masif. Perusahaan menekankan pentingnya langkah sederhana yang konsisten dan melibatkan banyak pihak.
Melalui Small Steps for Tomorrow, BYD ingin membangun pola kolaborasi antara industri, pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat. Pendekatan ini membuat pertumbuhan penjualan tidak hanya diukur dari unit yang keluar dari dealer, tetapi juga dari dampaknya bagi kebutuhan sekolah di lapangan.
Source: www.oto.com






