Diler Emmo Tak Ramai Pembeli, Warga Malah Soroti Truk Motor Listrik Hilir Mudik Setiap Hari

Author: Qoo Media

Aktivitas di sejumlah titik yang terkait dengan motor listrik Emmo kini ikut jadi sorotan di tengah ramainya pembahasan pengadaan sekitar 70 ribu unit untuk kebutuhan operasional program MBG. Perhatian publik menguat setelah beredar video yang menampilkan deretan motor listrik dalam jumlah besar beserta informasi harga yang dinilai tinggi.

Di lapangan, aktivitas yang paling terlihat justru muncul di area diler tertentu, sementara lokasi lain tampak masih minim kegiatan. Kontras ini memunculkan perhatian baru terhadap pola distribusi dan kesiapan armada yang disebut berkaitan dengan kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Seorang pemilik kedai makan yang berada di satu kawasan dengan diler Emmo di Jl. Raya Daan Mogot No. 345, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengatakan arus keluar-masuk motor listrik masih berlangsung. Menurut dia, lokasi itu lebih menyerupai gudang motor listrik karena banyak unit yang diantar dan dikirim dari sana.

Ia juga menyebut pengiriman terjadi hampir setiap hari dengan truk besar. Dalam keterangannya, jumlah truk disebut bisa berkisar dari dua hingga 10 unit dan kadang bolak-balik, dengan motor yang dikirim berukuran besar dan tampilannya mirip motor adventure atau trail.

Keterangan warga sekitar itu sejalan dengan model yang ramai dikaitkan dalam pembahasan ini. Ada dua motor listrik yang disebut menjadi bagian dari operasional tersebut, yakni Emmo JVX GT yang bergaya motor trail dan Emmo JVH Max yang berpenampilan skutik.

Kedua model itu disebut memiliki karakter yang berbeda, baik dari sisi desain maupun penggunaan. Pembagian tipe ini disebut dilakukan untuk menyesuaikan kondisi geografis wilayah tugas SPPG di berbagai daerah di Indonesia.

Dua Lokasi, Aktivitas Berbeda

Saat aktivitas pengiriman disebut masih berjalan di Daan Mogot, kondisi berbeda terlihat di diler Emmo kawasan Gading Serpong, Tangerang. Lokasinya berada di Ruko Il Lago Grande Paramount Land dan terpantau masih sepi, dengan interior yang terlihat kosong dari balik kaca transparan.

Perbedaan suasana antara dua titik ini menambah perhatian publik terhadap jaringan distribusi Emmo. Di satu sisi ada keterangan soal arus logistik harian, sementara di sisi lain terdapat lokasi diler yang belum menunjukkan aktivitas ritel yang ramai.

Pemantauan juga terlihat di kantor pusat Emmo di kawasan Bogor, Jawa Barat. Di lokasi ini terdapat deretan motor listrik dalam jumlah besar yang sedang ditutupi cover berwarna hitam.

Pemandangan di Bogor memperkuat kesan bahwa stok unit tersedia dalam jumlah masif. Namun, yang tampak di lapangan lebih banyak mengarah pada penyiapan dan penyimpanan unit, bukan aktivitas penjualan umum yang menonjol.

Terkait Pengadaan untuk Operasional MBG

Sorotan terhadap Emmo tidak lepas dari isu pengadaan motor listrik untuk mendukung program MBG. Jumlah yang dikaitkan dengan kebutuhan operasional disebut mencapai sekitar 70 ribu unit, sehingga pergerakan barang dan keberadaan stok dalam skala besar langsung menarik perhatian masyarakat.

Dalam penelusuran yang beredar, unit yang disebut terkait kebutuhan ini dipasok oleh PT Adlas Sarana Elektrik di Bogor, Jawa Barat. Kedua motor listrik itu juga disebut telah memiliki sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN sebesar 48,5 persen.

Informasi TKDN menjadi salah satu detail yang ikut diperhatikan publik karena menyangkut komposisi komponen dalam negeri. Di saat yang sama, pemilihan dua model berbeda menunjukkan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Emmo JVX GT yang bergaya trail dinilai cocok untuk medan yang lebih menantang. Sementara Emmo JVH Max yang berbentuk skutik mengarah pada kebutuhan mobilitas yang lebih umum dan praktis.

Pembagian ini disebut memang disengaja agar armada dapat menyesuaikan karakter wilayah tugas SPPG di seluruh Indonesia. Artinya, bukan hanya jumlah unit yang jadi perhatian, tetapi juga jenis kendaraan yang disiapkan untuk area operasi yang berbeda-beda.

Respons Masyarakat Sekitar Jadi Sorotan

Di tengah ramainya pembahasan publik, keterangan masyarakat sekitar menjadi salah satu potongan informasi yang paling diperhatikan. Sebab, warga di sekitar lokasi diler dapat melihat langsung intensitas keluar-masuk kendaraan pengangkut dan pola aktivitas harian di lapangan.

Kesaksian pemilik kedai makan di sekitar diler Daan Mogot memperlihatkan bahwa pergerakan logistik masih berlangsung aktif. Pernyataan itu juga menggambarkan bahwa titik tersebut dipersepsikan lebih banyak berfungsi sebagai lokasi penyimpanan dan distribusi unit.

Sebaliknya, kondisi diler yang masih kosong di Gading Serpong menunjukkan bahwa tidak semua titik memperlihatkan dinamika yang sama. Fakta ini penting karena memberi gambaran bahwa aktivitas Emmo yang jadi sorotan publik tampaknya terkonsentrasi di lokasi tertentu.

Dengan adanya deretan unit di kantor pusat Bogor, laporan aktivitas truk di Daan Mogot, dan minimnya kegiatan di Gading Serpong, perhatian masyarakat kini tidak hanya tertuju pada jumlah motor listrik yang dibahas. Fokus juga bergeser pada bagaimana unit-unit itu disimpan, dikirim, dan disalurkan dari titik-titik yang kini ikut diawasi publik.

Source: kabaroto.com
Terbaru