Nissan Pangkas Waktu Kembangkan Skyline Jadi Setengahnya, Cara Tiongkok Jadi Kuncinya

Author: Qoo Media

Nissan mulai mengambil langkah yang jarang dilakukan pabrikan Jepang lain: mengadopsi cara kerja dan produk dari Tiongkok untuk mempercepat lahirnya model global. Strategi itu kini bahkan merembet ke nameplate ikonik seperti Skyline, yang selama ini menjadi salah satu simbol penting merek tersebut.

Perubahan ini bukan sekadar soal kerja sama produksi. Nissan memanfaatkan metode pengembangan ala produsen otomotif Tiongkok untuk memangkas waktu, menekan biaya, dan mempercepat respons terhadap pasar yang bergerak sangat cepat.

Skyline dipacu dengan target yang jauh lebih singkat

Untuk Skyline generasi berikutnya, Nissan mengklaim waktu pengembangan bisa dipotong hampir setengah dibanding model saat ini. Jika generasi sekarang membutuhkan sekitar 55 bulan, versi baru disebut hanya memerlukan 26 bulan sejak tahap awal hingga siap diluncurkan.

Model tersebut dijadwalkan hadir pada musim dingin mendatang. Di saat yang sama, CEO Nissan Ivan Espinosa menargetkan seluruh model baru Nissan ke depan bisa dikembangkan dalam waktu sekitar 30 bulan.

Percepatan itu didukung oleh penggunaan kecerdasan buatan, simulasi digital, dan berbagai alat pengembangan virtual. Teknologi tersebut dipakai di tahap desain, pengujian, hingga manufaktur agar proses berjalan lebih cepat dan lebih efisien.

Dongfeng Nissan N7 jadi contoh nyata

Nissan menyebut telah melihat hasil konkret dari kerja samanya dengan Dongfeng di Tiongkok. Salah satu contohnya adalah sedan listrik Dongfeng Nissan N7, yang berhasil dikembangkan hanya dalam dua tahun atau sekitar separuh dari waktu yang biasanya dibutuhkan Nissan.

Pengalaman itu memperkuat keyakinan Nissan bahwa metode pengembangan di Tiongkok layak dijadikan acuan. Espinosa menilai industri otomotif Tiongkok kini menjadi benchmark global dalam hal teknologi, efisiensi biaya, dan kecepatan pengembangan produk.

Bagi Nissan, pelajaran dari pasar Tiongkok tidak berhenti pada satu model. Pendekatan serupa kini dipakai sebagai fondasi untuk mempercepat lahirnya produk-produk baru di lini global, termasuk model yang punya nilai historis tinggi.

Langkah besar untuk membalikkan tren penjualan

Dorongan ini datang saat Nissan masih berusaha memulihkan performa bisnisnya. Penjualan global perusahaan turun 6 persen pada tahun lalu menjadi 3,15 juta unit, sehingga percepatan pengembangan menjadi salah satu cara untuk mengejar ulang momentum pasar.

Selain Skyline generasi baru, Nissan juga menyiapkan SUV, pikap, dan penerus GT-R. Deretan produk itu diharapkan membuat lini kendaraan Nissan lebih segar dan lebih cepat hadir ke pasar.

Strategi tersebut menunjukkan perubahan arah yang tegas dalam tubuh Nissan. Alih-alih bertahan dengan ritme pengembangan lama, perusahaan kini memilih memadukan nama besar Jepang dengan metode kerja yang banyak dipelajari dari industri otomotif Tiongkok.

Source: www.bincangbincangmobil.com
Terbaru