Baterai Berjalan Untuk Rumah, Tetangga Swedia Pangkas Tagihan Listrik Dengan EV

Di sebuah kawasan perumahan kecil di Swedia, mobil listrik bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari sistem energi rumah. Delapan keluarga di sebuah housing association dekat Hudiksvall dilaporkan menghubungkan EV mereka ke pengaturan energi bersama yang membantu menurunkan tagihan listrik dan dapat memasok daya cadangan saat kebutuhan melonjak atau jaringan mengalami gangguan.

Skema ini membuat kendaraan listrik mengirimkan listrik kembali ke rumah saat konsumsi rumah tangga meningkat. Menurut AFP, warga di komunitas kecil itu memakai energi yang tersimpan di baterai mobil untuk mendukung kebutuhan rumah ketika daya diperlukan lebih besar.

Mobil sebagai sumber daya rumah

Sistem tersebut dikendalikan oleh perangkat lunak yang mengatur kapan energi berpindah. Mobil diisi saat tarif lebih murah pada jam off-peak, lalu dayanya dipakai saat periode permintaan tinggi atau saat terjadi blackout.

Kuncinya ada pada bidirectional charger yang memungkinkan kendaraan menyalakan peralatan rumah, lampu, dan sistem listrik lain di unit hunian. Dengan cara ini, EV berfungsi seperti baterai rumah yang bisa dipakai saat beban listrik naik.

Filip Kiltorp, salah satu warga, menjelaskan bahwa mobil dipakai untuk menopang rumah ketika kebutuhan energi sedang tinggi. Ia juga mengatakan biaya hidup di sana jauh lebih murah karena jumlah listrik yang digunakan tetap setara dengan rumah lain, tetapi tagihannya lebih kecil.

Dikombinasikan dengan tenaga surya dan penyimpanan baterai

Pengaturan energi di kawasan itu tidak hanya bergantung pada mobil listrik. AFP melaporkan bahwa rumah-rumah tersebut juga berbagi heat pump, memakai panel surya di atap, dan didukung penyimpanan baterai stasioner.

Kombinasi itu membuat pasokan energi lebih fleksibel dan memberi lebih banyak pilihan saat konsumsi meningkat. Dalam praktiknya, mobil listrik menjadi salah satu lapisan tambahan untuk menjaga rumah tetap berjalan saat sistem membutuhkan bantuan.

Mengapa model ini menarik perhatian

EV selama ini dikenal sebagai pengganti mobil berbahan bakar bensin, tetapi sistem di Swedia menunjukkan fungsi lain yang lebih luas. Mobil listrik juga bisa menjadi baterai rumah yang fleksibel dan membantu keluarga menekan biaya tanpa harus mengurangi penggunaan listrik.

Saat harga listrik berubah-ubah dan kekhawatiran tentang pemadaman meningkat karena cuaca ekstrem, baterai sebuah kendaraan bisa mencukupi kebutuhan rumah selama sekitar lima hingga tujuh hari. Kondisi itu memberi lapisan ketahanan tambahan ketika listrik padam atau saat terjadi gangguan lain.

Jika banyak rumah mengisi daya saat beban rendah lalu mengembalikan listrik ke jaringan ketika permintaan puncak, tekanan pada grid bisa berkurang. Pola itu juga bisa menekan kebutuhan listrik yang lebih mahal pada jam sibuk.

Pilot proyek yang masih punya batasan

Upaya di Swedia ini merupakan proyek percontohan yang melibatkan BRF Stenberg, Volkswagen, dan Vattenfall. Kolaborasi itu menunjukkan bagaimana kelompok perumahan, produsen mobil, dan perusahaan energi bisa bekerja bersama agar EV masuk ke penggunaan energi harian.

Nicholas Etherden, peneliti sistem energi di Gavle University, menyebutnya sebagai “battery on wheels.” Ia mengatakan mobil hanya bergerak sekitar 5% dari waktu, sementara 95% sisanya kendaraan biasanya diam di tempat parkir.

Meski begitu, adopsi yang lebih luas masih menghadapi hambatan. AFP melaporkan bahwa perlu jauh lebih banyak EV dan kemampuan pengisian dua arah di lebih banyak kendaraan agar model seperti ini bisa diterapkan lebih luas.

Bagi warga di dekat Hudiksvall, hasilnya sudah terlihat di rumah masing-masing. EV, panel surya, heat pump, dan baterai rumah kini bekerja bersama untuk menurunkan tagihan sekaligus memberi cadangan daya saat jaringan tidak stabil.

Terkait