AtlasGo resmi memperluas langkah bisnisnya ke sektor otomotif lewat kemitraan strategis dengan Sun Motor Mitsubishi. Pergerakan ini menarik perhatian karena perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut sebelumnya lebih dikenal di industri properti melalui platform ProperView.
Masuknya AtlasGo ke otomotif datang di tengah pasar yang makin padat. Dalam setahun terakhir, lebih dari 50 model kendaraan baru diluncurkan, sementara merek baru terutama kendaraan listrik asal China ikut mendorong dealer memakai pemasaran digital yang lebih terukur.
AtlasGo membawa pendekatan yang berbeda lewat sistem AI-powered sales intelligence dan customer behavior analytics. Co-Founder sekaligus Chief Technology Officer AtlasGo, David Kusnadi, mengatakan platform ini dirancang untuk membantu perusahaan memahami perilaku calon pelanggan bahkan sebelum mereka berinteraksi dengan tim penjualan.
DealerView jadi ujung tombak
Produk utama yang ditawarkan bernama DealerView. Sistem ini menghadirkan showroom virtual interaktif agar calon pembeli bisa mengeksplorasi kendaraan secara digital.
Selain itu, DealerView memuat pelacakan minat pembeli, dasbor manajemen prospek, atribusi penjualan, dan asisten AI untuk mendukung produktivitas tim pemasaran. Fitur-fitur itu diposisikan untuk mengisi celah dalam proses sales dan marketing yang selama ini masih banyak bergantung pada cara konvensional.
David menyebut kerja sama dengan Sun Motor sebagai kolaborasi perdana dengan grup dealer. Ia juga membuka peluang ekspansi ke grup dealer lain dan ke luar Jabodetabek karena solusi tersebut dinilai bisa menjawab kebutuhan di lapangan.
Persaingan dealer makin ketat
Dari sisi Sun Motor, kebutuhan akan teknologi semacam ini muncul karena persaingan tidak hanya terjadi antar merek, tetapi juga antar dealer dalam satu merek yang sama. General Manager Operational Sun Motor Mitsubishi, Rudi Rimawan, mencontohkan persaingan di Jakarta yang melibatkan total 56 dealer Mitsubishi.
Rudi menilai kondisi itu membuat dealer harus bergerak lebih cepat dan lebih profesional. Dengan jumlah supervisor dan sales force yang besar, ia melihat DealerView sebagai alat untuk menyaring prospek konsumen yang lebih berkualitas di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Fokus awal di Jakarta
Implementasi awal sistem ini akan difokuskan pada jaringan Sun Motor Mitsubishi di Jakarta yang memiliki 12 cabang. Setelah itu, teknologi tersebut berpeluang diterapkan di 45 cabang Sun Motor lainnya yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali.
Rudi juga menilai perilaku konsumen kini sudah banyak berubah karena mereka aktif mencari informasi lewat berbagai kanal digital sebelum datang ke dealer. Karena itu, ia menganggap adopsi teknologi digital bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan untuk mengikuti cara konsumen berbelanja kendaraan.
Manajemen Sun Motor memproyeksikan integrasi kecerdasan buatan ini dapat meningkatkan kualitas leads atau calon konsumen potensial sekitar 20 persen hingga 30 persen. Rudi menegaskan target itu belum mengarah pada penjualan langsung, melainkan pada kualitas prospek yang masuk ke sistem.
Tantangan adaptasi tim penjualan
Meski membawa harapan baru, penerapan sistem ini tetap punya tantangan. Rudi mengakui proses adaptasi tim penjualan menjadi pekerjaan utama karena selama ini mereka masih terbiasa memakai landing page pribadi atau WhatsApp.
Melalui DealerView, pergerakan dan preferensi konsumen diharapkan bisa terekam lebih presisi. AtlasGo sendiri menilai kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sistem AI sales intelligence buatan mereka bisa diterapkan lintas industri secara fleksibel.
Setelah merambah properti dan otomotif, AtlasGo juga menyiapkan ekspansi ke sektor lain. Perusahaan itu menargetkan pengembangan prediksi minat pembeli dan sistem pelatihan penjualan otomatis sebagai bagian dari langkah berikutnya.
