DFSK E5 Plus Muncul Dengan ADAS Lengkap, Klaim 80 Km per Liter Langsung Usik Rival

DFSK mulai memanaskan persaingan SUV elektrifikasi di Indonesia dengan memperkenalkan E5 Plus, model plug-in hybrid yang disiapkan meluncur pada akhir Juni 2026. Mobil ini langsung menarik perhatian karena membawa klaim efisiensi hingga 80 km/liter, lengkap dengan fitur ADAS dan jarak tempuh gabungan hingga 1.300 km.

Kehadiran E5 Plus juga penting karena menempatkan DFSK di segmen SUV medium yang sedang ramai. Dari ukuran dan posisinya, model ini dipandang akan berhadapan dengan nama seperti Geely Starray dan Chery Tiggo 8 CSH.

PT Sokonindo Automobile memperkenalkan E5 Plus kepada awak media pada Senin (15/6). Meski begitu, perusahaan belum mengumumkan spesifikasi resmi secara penuh pada kesempatan tersebut.

Yang sudah disorot justru nilai jual utamanya. DFSK menekankan kombinasi ADAS yang lengkap, konsumsi bahan bakar sangat irit, serta daya jelajah jauh dalam sekali pengisian BBM dan baterai penuh.

Jika mengacu pada model yang sudah dipasarkan di Tiongkok dengan nama Seres E5 Plus, SUV ini masuk kategori medium. Dimensinya tercatat panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, dan wheelbase 2.785 mm.

Ukuran itu menempatkan E5 Plus di area yang sama dengan beberapa SUV tiga baris modern yang kini sedang naik daun. Karena itu, kemunculannya berpotensi memperketat persaingan di kelas kendaraan keluarga berteknologi elektrifikasi.

Sorotan utama: efisiensi dan jarak tempuh

Angka efisiensi hingga 80 km/liter menjadi salah satu klaim paling mencolok dari E5 Plus. Di saat minat konsumen terhadap mobil hemat energi terus meningkat, angka tersebut menjadi daya tarik kuat untuk pengguna yang belum siap beralih penuh ke mobil listrik murni.

Selain irit, DFSK juga menyebut jarak tempuh total mobil ini bisa mencapai 1.300 km dalam satu kali pengisian BBM dan daya penuh. Klaim ini menempatkan E5 Plus sebagai SUV yang tidak hanya fokus pada efisiensi harian, tetapi juga penggunaan jarak jauh.

Berdasarkan spesifikasi versi Tiongkok, mobil ini juga mampu melaju tanpa mengonsumsi bensin sejauh 100 km. Artinya, untuk kebutuhan komuter harian, pengguna berpotensi lebih sering mengandalkan tenaga listrik.

Namun ada perbedaan angka antara informasi yang dipaparkan saat perkenalan di Indonesia dan data model yang beredar di Tiongkok. Untuk pasar Tiongkok, jarak tempuh maksimum disebut mencapai 1.150 km, sementara angka yang disampaikan untuk E5 Plus di Indonesia menyentuh 1.300 km.

Paket penggerak PHEV

Di pasar asalnya, Seres E5 Plus menggunakan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 174 hp. Kombinasi ini menunjukkan fokus pada keseimbangan antara efisiensi dan performa yang cukup untuk SUV keluarga.

Kapasitas baterai pada model tersebut belum disebutkan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, detail teknis soal ukuran baterai, kemampuan pengisian, dan konfigurasi sistem hybrid untuk versi Indonesia masih menunggu pengumuman resmi.

Meski spesifikasi lokal belum dibuka penuh, arah produknya sudah jelas. E5 Plus diposisikan sebagai SUV PHEV yang menyasar konsumen yang ingin teknologi elektrifikasi tanpa meninggalkan fleksibilitas mesin bensin.

Masuk segmen yang sedang ramai

Langkah DFSK membawa E5 Plus juga menarik karena pasar SUV medium elektrifikasi mulai diisi banyak pemain. Nama Geely Starray dan Chery Tiggo 8 CSH disebut sebagai pembanding yang berada di area persaingan serupa.

Dari sudut pandang pasar, hal ini menunjukkan bahwa DFSK tidak bermain di ceruk yang sepi. E5 Plus justru masuk ke segmen yang menuntut kombinasi desain, ruang kabin, efisiensi, dan fitur keselamatan yang kompetitif.

Fitur ADAS lengkap menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi rival-rival tersebut. Di kelas SUV keluarga modern, perangkat bantuan berkendara bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian dari nilai jual utama.

Karena spesifikasi rinci belum diumumkan, belum bisa dilihat seberapa luas cakupan ADAS yang dibawa E5 Plus untuk pasar Indonesia. Namun penegasan soal kelengkapan fitur itu memberi sinyal bahwa DFSK ingin tampil serius dalam persaingan.

Jadwal peluncuran dan pengumuman harga

DFSK menjadwalkan peluncuran resmi E5 Plus ke publik pada penghujung Juni 2026. Momen ini akan menjadi tahap penting untuk membuka detail spesifikasi lengkap, termasuk fitur yang benar-benar hadir pada unit pasar Indonesia.

Untuk harga jual, pengumumannya belum dilakukan saat sesi perkenalan awal. PT Sokonindo Automobile menyatakan banderol E5 Plus akan diumumkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.

Dengan pola seperti itu, DFSK tampak sengaja membuka rasa penasaran pasar lebih dulu sebelum masuk ke tahap komersial penuh. Fokus awal diarahkan pada dua hal yang paling mudah menarik perhatian pembeli, yakni efisiensi ekstrem dan jarak tempuh panjang.

Di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi, E5 Plus memberi sinyal bahwa persaingan PHEV di kelas SUV medium akan semakin padat. Jika seluruh klaim yang disorot saat perkenalan awal terwujud di versi produksi, model ini berpotensi menjadi salah satu peluncuran penting DFSK di Indonesia.

Source: otodriver.com

Terkait