Pengguna jalan yang melintas di sekitar Monumen Nasional pada Senin siang perlu mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas. Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah fakultas Universitas Bung Karno dijadwalkan berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan mulai pukul 11.00 WIB.
Meski jumlah peserta diperkirakan sekitar 200 orang, dampaknya berpotensi terasa di ruas-ruas utama sekitar Monas dan pusat pemerintahan. Pengendara yang memiliki agenda ke Balai Kota DKI Jakarta, Istana Negara, Gambir, hingga kawasan Thamrin disarankan mengatur waktu perjalanan dan menyiapkan rute lain.
Massa aksi disebut akan bergerak dari Kampus UBK di kawasan Cikini menuju titik unjuk rasa. Persiapan keberangkatan dijadwalkan dimulai sejak pukul 10.00 WIB sebelum rombongan bergerak ke kawasan Medan Merdeka Selatan.
Aksi ini diikuti gabungan mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum UBK, BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, BEM FISIP, serta BEM Fakultas Ilmu Komputer UBK. Informasi itu disampaikan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK M Abdi Maludin.
Ruas jalan yang perlu diwaspadai
Titik kepadatan tidak hanya berpotensi terjadi di lokasi aksi. Perlambatan juga bisa meluas ke koridor yang mengelilingi Monas, terutama bila petugas menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional.
Sejumlah ruas yang berpotensi padat meliputi Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, dan Jalan Medan Merdeka Utara. Simpang Patung Kuda Arjuna Wiwaha juga diperkirakan menjadi salah satu titik dengan lalu lintas paling sensitif.
Arus kendaraan dari Jalan M.H. Thamrin arah Monas juga perlu diwaspadai. Selain itu, kepadatan dapat merembet ke Jalan Kebon Sirih, Jalan Abdul Muis, Jalan Ridwan Rais, Jalan Budi Kemuliaan, dan Jalan Majapahit.
Pengendara yang tidak memiliki kepentingan mendesak di sekitar kawasan tersebut sebaiknya menghindari koridor Monas untuk sementara waktu. Langkah ini penting agar perjalanan tidak terhambat antrean kendaraan yang bisa terbentuk mendadak.
Alternatif dari arah selatan
Bagi pengendara dari Blok M, Senayan, atau Semanggi yang hendak menuju Jakarta Pusat bagian timur, jalur Thamrin-Monas sebaiknya dihindari. Ada beberapa rute yang bisa dipilih untuk mengurangi risiko terjebak perlambatan di sekitar Bundaran HI sampai Patung Kuda.
Rute pertama dapat ditempuh melalui Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca, lalu Kampung Melayu. Jalur ini bisa menjadi pilihan bagi kendaraan yang ingin menghindari pusat konsentrasi massa di sekitar Medan Merdeka.
Pilihan lain adalah Semanggi, Sudirman, Manggarai, Salemba, lalu Matraman. Pengendara juga bisa memanfaatkan rute Sudirman, Setiabudi, Menteng melalui Jalan Rasuna Said dan Jalan Diponegoro.
Alternatif dari arah timur
Pengguna jalan dari Bekasi, Cawang, atau Rawamangun yang menuju Tanah Abang dan Palmerah disarankan tidak melintasi Gambir dan Monas. Rute memutar justru dapat membuat perjalanan lebih stabil saat arus di pusat kota melambat.
Salah satu opsi ialah melalui Cawang, Matraman, Pramuka, Salemba, Kramat Raya, lalu Tanah Abang. Opsi lain dapat ditempuh dari Rawamangun, Pramuka, Salemba, Jalan KH Wahid Hasyim, kemudian Tanah Abang.
Untuk kendaraan yang menuju kawasan Karet, jalur Matraman, Manggarai, Casablanca, dan Karet dapat menjadi alternatif. Rute ini memberi pilihan bagi pengendara yang ingin tetap bergerak ke pusat kota tanpa mendekati titik aksi.
Alternatif dari arah barat
Bagi pengguna jalan dari Tangerang atau Jakarta Barat yang ingin menuju Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, kawasan Medan Merdeka Barat sebaiknya dihindari. Arus di sekitar Patung Kuda juga berpotensi melambat selama aksi berlangsung.
Rute yang dapat dipilih antara lain Tomang, Slipi, Palmerah, Tanah Abang, lalu Kampung Melayu. Pengendara juga bisa mengambil jalur Tomang, Slipi, Karet, Casablanca, kemudian Cawang.
Alternatif lain adalah melalui Harmoni, Gunung Sahari, Kemayoran, dan Cempaka Putih. Jalur ini dapat membantu mengurangi risiko terjebak antrean kendaraan di sekitar kawasan Monas.
Selain memilih rute alternatif, pengendara mobil dan sepeda motor disarankan berangkat lebih awal bila memiliki agenda di Jakarta Pusat pada Senin siang. Pemantauan melalui aplikasi navigasi digital juga penting untuk melihat kondisi lalu lintas secara real time dan menyesuaikan perjalanan bila terjadi pengalihan arus di lapangan.
