BYD Tembus 100 Ribu EV Di Inggris, Siap Bangun 300 Stasiun Flash Charging

BYD baru saja menembus tonggak 100.000 kendaraan energi baru atau NEV yang dikirim ke Inggris. Pencapaian ini menegaskan laju ekspansi pabrikan asal China itu di pasar otomotif Eropa yang semakin kompetitif.

Momentum BYD di Inggris juga terlihat dari target infrastrukturnya yang agresif. Perusahaan menargetkan 300 stasiun flash charging di seluruh Inggris pada akhir tahun, setelah meresmikan fasilitas flash charging pertamanya di Uxbridge.

Dorongan cepat di pasar Inggris

Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, mengumumkan pencapaian tersebut pada Rabu. Ia juga menyebut BYD menjadi merek tercepat dalam sejarah otomotif Inggris yang mencapai pangsa pasar 5%.

Kinerja penjualan perusahaan di Inggris memang melonjak tajam. Dalam empat bulan pertama tahun ini, BYD menjual 26.396 NEV di Inggris, naik 124% secara tahunan.

Laju itu mendorong pangsa pasar BYD melewati 7%. Pabrikan ini juga melampaui BMW, Tesla, dan Volkswagen untuk menjadi merek EV terbesar di Inggris.

Strategi produk dan jaringan pengisian

BYD baru masuk pasar mobil penumpang Inggris pada Maret 2023. Model pertamanya adalah Atto 3, yang dikenal sebagai Yuan Plus di China.

Sejak itu, penjualan BYD berkembang lebih cepat. Perusahaan membutuhkan 19 bulan untuk mencapai akumulasi penjualan 10.000 unit, lalu hanya lima bulan untuk naik dari 10.000 menjadi 20.000 unit.

Perusahaan menilai perluasan lini produk ikut mendorong kenaikan tersebut. Saat ini BYD menawarkan 11 model NEV di Inggris, mencakup battery electric vehicle atau BEV dan plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV.

Rentang modelnya juga lebar, dari Dolphin Surf seharga 18.675 pound hingga Sealion 7 seharga 47.025 pound. Dengan pilihan itu, BYD berusaha menjangkau lebih banyak pembeli di pasar yang sensitif terhadap harga dan spesifikasi.

Flash charging jadi senjata baru

BYD memperkenalkan fasilitas fast-charging generasi barunya di China pada Maret. Jika dipasangkan dengan baterai Blade generasi kedua, teknologi itu diklaim dapat mengisi daya mobil dari 10% ke 97% dalam sembilan menit.

Di Inggris, perusahaan mulai membawa konsep serupa melalui stasiun flash charging di Uxbridge. Langkah ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengejar penjualan kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem pengisian untuk mendukung adopsi kendaraan listriknya.

Peta persaingan di Inggris tetap menantang karena sebagian model rival masih mendapat dukungan subsidi pemerintah. Model BYD sendiri tidak memenuhi syarat untuk subsidi tersebut, sementara beberapa pesaing masih bisa memperoleh diskon hingga 3.750 pound.

Meski tanpa insentif itu, performa BYD tetap kuat. Kombinasi pertumbuhan penjualan, banyaknya model, dan ekspansi infrastruktur pengisian membuat perusahaan ini bergerak cepat memperkuat posisinya di pasar Inggris.

Source: cnevpost.com

Terkait