BMW dikabarkan akan menghentikan produksi seluruh mobil listrik yang dirakit di China mulai Juli. Langkah ini akan membuat lini EV joint venture BMW Brilliance kosong sementara, tepat saat pabrikan Jerman itu bersiap memasuki babak baru lewat platform Neue Klasse.
Tiga model yang terdampak adalah i3, i5, dan iX1. Ketiganya menggunakan platform CLAR yang menggabungkan mesin pembakaran dan listrik, lalu disebut akan mencapai akhir siklus hidup secara bersamaan pada Juli.
Akhir era CLAR di lini EV China
Keputusan ini menandai penutupan sementara fase lama BMW di China. Menurut BMW Club, akun WeChat yang lama mengikuti perkembangan BMW, perpindahan ini membuka jalan bagi Neue Klasse, platform listrik murni yang menjadi inti strategi elektrifikasi BMW berikutnya.
Di antara tiga model tersebut, i3 menjadi yang paling penting dari sisi volume. Sedan listrik itu mulai diproduksi di pabrik Lydia di Shenyang pada Mei 2022 sebagai mobil listrik buatan China pertama BMW, dengan harga panduan awal 349.900 yuan atau sekitar $51.790.
Harga i3 kini turun jauh ke sekitar 180.000 yuan. Penurunan ini menunjukkan bagaimana model tersebut tetap bertahan di pasar, memanfaatkan basis pengguna besar yang sebelumnya dibangun oleh BMW 3 Series bermesin bensin.
SUV listrik BMW akan sempat kosong
iX1 saat ini menjadi satu-satunya SUV listrik BMW yang masih dijual di China. Namun, dengan berakhirnya masa produksi pada Juli, lini SUV listrik BMW di pasar itu akan mengalami kekosongan sementara.
Sebelumnya, iX3 generasi pertama sudah dihentikan pada Maret 2025. Sementara itu, iX disebut akan berhenti diimpor pada 2026, sehingga jajaran SUV listrik BMW di China terus menyusut sebelum model baru datang.
Model i5 menjadi yang paling anyar di antara tiga kendaraan yang terdampak. Sedan listrik itu meluncur pada awal 2024 dan juga memiliki varian performa tinggi i5 M60 yang dijual sebagai model impor.
Selain itu, sedan listrik flagship i7 juga disebut resmi dihentikan bulan ini. Sampai model baru hadir, BMW China hanya menyisakan beberapa varian performa seperti i4 M60 dan i5 M60.
Neue Klasse jadi penentu arah baru
BMW menegaskan melalui langkah ini bahwa elektrifikasi di China tidak melambat, melainkan bergeser penuh dari CLAR ke Neue Klasse. Pergeseran itu menjadi penting karena Neue Klasse dirancang sebagai basis kendaraan listrik murni, bukan lagi platform campuran.
Model pertama di platform baru itu adalah iX3 long-wheelbase untuk pasar China. Mobil ini memiliki jarak sumbu roda 3.005 milimeter, memakai arsitektur tegangan tinggi 800V, dan diklaim mampu menembus jarak tempuh CLTC lebih dari 900 kilometer.
Peluncuran iX3 baru itu diperkirakan berlangsung pada kuartal keempat tahun ini. Setelah itu, BMW akan melanjutkannya dengan i3 long-wheelbase yang melakukan debut global di Beijing Auto Show pada April tahun ini dan dijadwalkan mulai diproduksi pada awal 2027.
Perubahan generasi ini juga menyasar kelemahan model lama di fitur kecerdasan kendaraan. iX3 baru akan menjadi model pertama yang menampilkan sistem bantuan pengemudi hasil pengembangan bersama BMW dan startup kendaraan otonom asal China, Momenta.
Source: cnevpost.com





