Penjualan mobil hybrid di Indonesia pada bulan lalu menghadirkan persaingan yang sangat ketat di puncak daftar. Toyota Veloz HEV sukses merebut posisi teratas, meski hanya unggul tipis dari Kijang Innova Zenix HEV.
Model baru Toyota itu terjual 2.378 unit, sedangkan Innova Zenix HEV mencatat 2.312 unit. Selisih 66 unit ini cukup untuk mengubah urutan dua besar, sekaligus menegaskan kuatnya daya tarik Veloz HEV di pasar hybrid yang semakin ramai.
Harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan Veloz HEV mampu melaju lebih cepat. Di saat yang sama, Innova Zenix HEV tetap menunjukkan performa solid sebagai salah satu model hybrid paling laris di segmennya.
Toyota juga memperlihatkan dominasi yang kuat lewat total penjualan HEV yang menembus lebih dari 5 ribu unit. Capaian ini menempatkan merek asal Jepang itu jauh di depan kompetitor dalam pasar hybrid pada periode tersebut.
Toyota masih pegang kendali
Di belakang dua model teratas, Yaris Cross HEV berada di posisi kelima dengan 374 unit. Sementara itu, Alphard HEV menyusul di posisi ketujuh dengan 309 unit.
Menariknya, Yaris Cross HEV yang sudah dirakit lokal tetap kesulitan mendekati angka penjualan Veloz HEV dan Innova Zenix HEV. Fakta ini menunjukkan bahwa usia model dan strategi harga masih sangat berpengaruh terhadap selera pasar.
Suzuki dan Honda ikut meramaikan daftar
Posisi ketiga ditempati Suzuki XL7 Hybrid dengan 618 unit. Di bawahnya, Suzuki Fronx membukukan 458 unit, meski model itu baru dijual lebih dari setahun di Indonesia.
Honda HR-V e:HEV berada tepat di antara Yaris Cross dan Alphard HEV dengan 318 unit. Sebagai andalan baru Honda di segmen hybrid, hasil itu masih tertinggal dari model Toyota dan Suzuki yang bermain di rentang harga lebih terjangkau.
Kehadiran XL7 dan Fronx juga menarik karena keduanya memakai teknologi mild hybrid, bukan full hybrid seperti beberapa rivalnya. Namun keduanya tetap mampu mencatat angka yang lebih tinggi dibanding beberapa model lain di daftar.
Merek China masuk 10 besar
Di bawah Alphard HEV, Chery Tiggo Cross CSH membukukan 219 unit. Setelah itu ada Suzuki Grand Vitara dengan 125 unit, lalu Wuling Almaz Hybrid yang mencatat 80 unit dan masuk 10 besar.
Masuknya model asal China ke daftar penjualan HEV menjadi sorotan tersendiri. Biasanya merek China lebih sering tampil di pasar PHEV dan BEV, sementara di segmen hybrid murni kehadirannya tidak terlalu dominan.
Chery Tiggo Cross CSH sendiri lebih digolongkan sebagai teknologi PHEV, sehingga posisinya memberi warna berbeda dalam daftar ini. Adapun Almaz Hybrid tetap bertahan di pasar meski Wuling sudah menghadirkan SUV baru seperti Eksion beberapa bulan lalu.
Wuling tetap melanjutkan penjualan SUV pertamanya di Indonesia, termasuk Almaz Hybrid. Langkah itu menunjukkan model tersebut masih dianggap punya kontribusi yang layak di pasar, meski persaingannya kian padat.
Pada akhirnya, dua mobil Toyota tetap menjadi pemimpin pasar hybrid hingga bulan lalu. Dengan komposisi model yang beragam dan penjualan yang stabil, Toyota masih punya modal kuat untuk mempertahankan dominasinya di tengah masuknya pemain baru dan teknologi yang makin beragam.
Source: ridertua.com






