Sebagian besar Pontiac Fiero selama puluhan tahun terakhir berakhir dalam kondisi yang jauh dari ideal. Ada yang dipacu habis-habisan, ada yang diubah menjadi replika kit-car, dan ada pula yang sekadar aus dimakan waktu.
Di tengah banyaknya contoh seperti itu, sebuah 1987 Pontiac Fiero SE muncul sebagai kebalikan total. Mobil ini hanya menempuh 5.684 mil sejak keluar dari pabrik, dan kini akan dilelang bersama Mecum dalam kondisi yang nyaris seperti kapsul waktu.
Fiero yang Menyimpan Jejak Era 1980-an
Fiero punya tempat penting dalam sejarah otomotif Amerika karena menjadi mobil produksi massal bermesin tengah belakang pertama dari produsen asal AS. Namun, mobil ini tidak awalnya dipasarkan sebagai sports car di hadapan jajaran pimpinan GM.
Para insinyur Pontiac memperkenalkannya secara internal sebagai mobil komuter dua tempat duduk yang hemat, dengan kode proyek “P-car”. Strategi itu dirancang agar tidak mengganggu posisi Corvette di lini produk GM.
Pengembangannya juga berlangsung dengan dana yang ketat, sekitar $400 juta. Kondisi itu memaksa banyak kompromi, termasuk batalnya rencana mesin V6 aluminium dan penggunaan mesin empat silinder 2.5 liter Iron Duke pada mobil-mobil awal.
Dari Struktur Unik ke Mobil Produksi Ikonik
Meski lahir dengan banyak keterbatasan, Fiero punya konstruksi yang membedakannya dari mobil lain. Mobil ini memakai rangka baja spaceframe yang kaku, panel bodi komposit yang dibaut, dan mesin yang dipasang melintang di belakang kabin.
Pada awal penjualannya, Fiero justru sangat menarik minat pasar. Mobil ini menjadi pace car Indianapolis 500, masuk daftar Ten Best milik Car and Driver, dan terjual hampir 137.000 unit pada tahun pertamanya.
Pontiac kemudian terus memperbaiki lini tersebut. Pada 1985 hadir mesin V6 2.8 liter bertenaga 140 bhp, lalu fastback GT yang kini ikonik muncul pada 1986, sementara suspensi yang sepenuhnya direvisi baru datang pada 1988.
Reputasi yang Tidak Pulih Sepenuhnya
Di balik angka penjualan awal yang kuat, Fiero juga membawa masalah besar. Reputasinya terguncang oleh kasus kebakaran mesin yang terutama dikaitkan dengan model empat silinder 1984.
Penyebabnya melibatkan kapasitas oli yang kecil, connecting rod yang lemah, dan ruang mesin yang sempit. Respons GM yang lambat ikut memperburuk citra mobil ini, karena recall penuh untuk model 1984 baru datang pada akhir 1987.
Kerugian pada varian dasar dan batalnya platform penerus akhirnya menghentikan program Fiero setelah 1988. Total produksinya mencapai 370.168 unit selama lima model tahun.
Mengapa SE Jadi Versi yang Dicari
Varian SE duduk di tengah jajaran Fiero dan membawa trim interior yang lebih baik, instrumen yang diperbarui, serta perlengkapan standar tambahan. Meski lebih lengkap dari versi dasar, SE tetap mempertahankan bentuk notchback, bukan profil fastback milik GT.
Ketika dipasangkan dengan mesin V6 dan transmisi manual lima percepatan, seperti pada unit ini, karakter mobil menjadi jauh lebih hidup. Kombinasi itu juga dipandang sebagai paket drivetrain yang paling diinginkan di keluarga Fiero.
Contoh yang Hampir Tak Tersentuh Waktu
Unit yang akan dilelang ini finis silver dengan interior abu-abu. Mobil tersebut tetap belum direstorasi dan masih sangat orisinal, sehingga tampil seperti potongan murni dari eksperimen mid-engine GM pada era 1980-an.
Odometer menunjukkan baru 5.684 mil, angka yang sangat rendah untuk mobil seusianya. Dengan jarak tempuh sekecil itu, mobil ini menjadi salah satu contoh Fiero paling bersih dan paling rendah mileage yang kemungkinan muncul di pasaran.
Kondisi itu membuatnya menarik bukan hanya bagi kolektor Pontiac, tetapi juga bagi penggemar mobil Amerika yang mencari mobil era 1980-an dengan spesifikasi paling tepat. Mecum akan melelang Fiero SE ini later in September.







