Waymo mengambil langkah menahan laju robotaxi miliknya di jalan tol setelah beberapa kendaraan otonom dilaporkan masuk ke area konstruksi di Phoenix dan Bay Area. Pembatasan ini menyorot tantangan yang masih dihadapi layanan taksi tanpa pengemudi ketika berhadapan dengan zona kerja di jalur bebas hambatan yang penuh perubahan.
Perusahaan teknologi itu membatasi operasional secara sukarela sambil memperbaiki perangkat lunak yang memengaruhi hampir 3.900 kendaraan tanpa pengemudi. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS atau NHTSA menilai kegagalan sistem tersebut berpotensi membuat kendaraan melaju kencang di dalam zona penutupan jalan tol dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Temuan insiden di dua wilayah
Pihak Waymo menyebut ada 13 insiden terpisah yang memicu investigasi internal komite keselamatan perusahaan sepanjang April hingga Mei lalu. Dari total itu, enam armada di Phoenix kedapatan melewati rambu penutupan jalan tol, sementara tujuh armada lain di Bay Area menerobos pembatas kerucut lalu lintas dan masuk ke lajur konstruksi aktif.
Dalam penjelasan kepada regulator, Waymo menyebut unit mobil kemungkinan salah memprioritaskan mitigasi bahaya lain atau gagal mengidentifikasi zona perbaikan jalan. Temuan ini menjadi dasar perusahaan untuk menilai ulang cara sistem membaca kondisi jalan di area kerja yang dinamis.
Recall sukarela untuk 3.871 armada
Kebijakan penarikan kembali secara sukarela mencakup 3.871 armada yang sudah menggunakan sistem penggerak otomatis generasi kelima Waymo. Seluruh kendaraan itu berada di bawah kepemilikan internal, sehingga proses instalasi perbaikan perangkat lunak akan dilakukan langsung oleh tim teknis perusahaan.
Waymo juga sedang mengembangkan pembaruan sistem kendali otomatis agar kendaraan mampu mendeteksi dan menghindari area kerja serupa secara mandiri di masa depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga standar keselamatan sambil mempertahankan operasi layanan robotaxi.
Layanan konsumen dialihkan ke jalan arteri
Untuk saat ini, layanan reguler bagi konsumen dialihkan sepenuhnya ke jalanan arteri perkotaan biasa. Waymo mengatakan masih terus melayani penumpang dengan aman di jalan permukaan di semua kota tempat perusahaan beroperasi.
Pembatasan ini menunjukkan bahwa meski teknologi kendaraan otonom sudah dipakai dalam layanan komersial, zona konstruksi jalan tol tetap menjadi lingkungan yang menantang bagi sistem navigasi otomatis. Fokus Waymo kini tertuju pada perbaikan perangkat lunak agar kendaraan tidak lagi salah membaca area penutupan jalan dan pembatas proyek di jalur cepat.







